Postcoital Dysphoria Bikin Kaum Hawa Menangis Setelah Hubungan Intim

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Postcoital Dysphoria Bikin Kaum Hawa Menangis Setelah Hubungan Intim

Halodoc, Jakarta – Orgasme bisa dibilang sebagai hasil akhir yang maksimal dari sebuah hubungan intim yang berkualitas. Tapi, ada kalanya buat perempuan, perasaan setelah orgasme justru memberikan efek luapan perasaan yang sampai menangis. Situasi ini disebut dengan dysphoria.

Menurut US National Library of Medicine National Institutes of Health, dysphoria adalah respons yang normal, karena luapan emosi yang menggelegak. Bahkan, sebenarnya dysphoria juga dirasakan oleh para laki-laki. Menurut Kait Scalisi, MPH, selaku edukator seks mengatakan bahwa orang memiliki aliran hormon cinta oksitosin dalam tubuh mereka setelah orgasme.

Ketika hormon ini dilepaskan, maka akan muncul perasaan yang luar biasa secara fisik maupun mental. Sehingga, realisasinya adalah hubungan intim bisa memunculkan banyak emosi dan salah satunya adalah melalui menangis.

Baca juga: 6 Trauma Akibat Kekerasan Seksual

Pun begitu, menangis setelah berhubungan intim ternyata diartikan tidak hanya sebagai sensasi perasaan positif setelah berhubungan, namun juga terkait kesehatan kondisi mental. Salah satunya adalah ketika seseorang memiliki riwayat trauma, sehingga menjadi pemicu tangisan setelah berhubungan intim.

Jadi, kalau ditimbang lagi, ada banyak alasan kenapa seseorang terutama kaum hawa menangis setelah berhubungan intim. Dan kalau diuraikan bisa menjadi beberapa pokok penjelasan, yaitu:

  1. Luapan perasan akibat kerja hormon yang lebih sering diartikan sebagai rasa bahagia dan perasaan cinta yang membuncah.

  2. Trauma psikologis, yang bisa jadi bermacam-macam mulai dari trauma pasca persalinan, sampai trauma psikologis dalam berhubungan.

Baca juga: 5 Hal Ini Masuk Kategori Pelecehan Seksual, Apa Alasannya?

Menurut Kait Scalisi, ketimbang mempertanyakan kenapa tiba-tiba menangis, ada baiknya pasangan lebih fokus pada bagaimana mengekspresikan dan mengakomodir perasaan tersebut. Berikut uraiannya:

  1. Jangan Menyalahkan Diri Sendiri

Jangan menyalahkan diri sendiri adalah langkah awal yang tepat dalam menangani ekspresi luapan menangis setelah berhubungan intim. Jangan juga menghentikan tangisan, terima saja ekspresi menangis tersebut sebagai bagian dari emosi setelah melakukan hubungan intim. Sehingga, jika kamu menangis ataupun pasanganmu menangis, memeluk, dan mengutarakan apa yang dirasakan adalah langkah yang disarankan oleh para para pakar psikologis seks, terkait reaksi psikologis tersebut.

  1. Menceritakan Perasaan

Kemudian, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menceritakan kepada pasangan apa yang kamu rasakan. Bisa jadi apa yang kamu ceritakan terkesan tidak nyambung dan merupakan uraian yang tidak jelas. Buat kamu yang mengalami luapan emosi menangis ini bisa jadi menceritakan kejadian masa kecil dan pengalaman di kantor. intinya, hal-hal yang sama sekali tidak berkaitan dengan hubungan intim tersebut. Jangan merasa heran, ceritakan saja dan jangan merasa terbeban dengan apa-apa yang kamu katakan tersebut.

Baca juga: Ternyata, Hubungan Intim Bisa Bakar Kalori Tubuh

  1. Trauma Tersembunyi

Dan jika ternyata luapan emosi tersebut dikarenakan akhirnya ada kesadaran akan trauma tersembunyi, maka ada baiknya kamu menceritakannya kepada pasangan, sehingga bisa berbagi beban perasaan tersebut. Sebagai pasangan yang menerima luapan perasaan dari orang yang disayanginya, sebaiknya menahan diri untuk tidak heran dan terkejut, Pasalnya, reaksi darimu bisa membuat pasangan yang menangis malah semakin menyalahkan diri sendiri.

Alangkah lebih baik lagi, jika setelahnya pasangan melakukan konsultasi dengan terapis bila menangis dan merasa sedih setelah berhubungan intim tidak kunjung selesai dan malah berkelanjutan.

Kalau ingin mengetahui lebih lanjut mengenai Postcoital Dysphoria, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.