• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pria Alami Peyronie buat Hubungan Intim Tidak Nyaman

Pria Alami Peyronie buat Hubungan Intim Tidak Nyaman

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Namanya mungkin masih asing, tetapi peyronie adalah penyakit yang perlu diwaspadai pria karena dapat membuat hubungan intim menjadi tidak nyaman. Bagaimana tidak, penyakit ini membuat penis pria menjadi bengkok, bisa ke atas maupun ke samping. Meski masih bisa berhubungan intim, tetapi pastinya terasa sulit dan menyakitkan. 

Pada kebanyakan kasus, peyronie bisa menghilang dengan sendirinya. Pengobatan untuk meredakan gejala pun tersedia dan dapat sangat membantu jika dilakukan segera. Jadi, penting untuk mengetahui gejala dan berbagai hal tentang penyakit ini, termasuk bagaimana cara mengatasinya. Baca hingga tuntas, ya!

Baca juga: Hipogonadisme Dapat Sebabkan Disfungsi Ereksi, Benarkah?

Gejala Peyronie yang Bervariasi

Gejala yang ditimbulkan peyronie sebenarnya bervariasi. Ada yang muncul dengan cepat ataupun perlahan dan bertahap. Berikut beberapa di antaranya:

1.Penis Berubah Bentuk saat Ereksi

Saat ereksi, penis biasanya akan memanjang dan membesar. Namun, coba perhatikan apakah ada perubahan pada ereksi yang dialami. Pada kebanyakan kasus, perubahan bentuk penis pengidap peyronie bisa berupa bengkok, menekuk, menyempit, atau memendek. 

2.Munculnya Plak pada Bagian bawah Batang Penis

Plak dalam hal ini berbeda dengan yang ada di pembuluh darah. Plak akibat peyronie dapat berupa benjolan atau penebalan kulit bagian bawah batang penis. Awalnya, plak mungkin terasa lembut, tetapi seiring waktu akan mengeras. 

Penyebab munculnya plak ini adalah penumpukan kolagen berlebih dan jaringan parut di dalam penis. Karena terdiri atas jaringan parut, area yang ada plaknya tidak bisa meregang ketika ereksi. Hal inilah yang membuat penis jadi berubah bentuk ketika sedang ereksi. 

Baca juga: Ciri-Ciri Pria Alami Disfungsi Seksual yang Perlu Diketahui

3.Nyeri Penis

Gejala ini dapat terjadi saat sedang ataupun tidak ereksi. Rasa nyeri ini terjadi akibat peradangan dan ketegangan di area penis yang terkena plak. Gejala ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman ketika berhubungan intim.

4.Disfungsi Ereksi

Pada beberapa kasus, peyronie juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi pada pria. Terutama jika memiliki faktor risiko lain terkait impotensi, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan diabetes. Selain itu, disfungsi ereksi juga bisa terjadi akibat kecemasan pengidap akan kondisi penisnya, sehingga membuatnya sulit mendapatkan atau mempertahankan ereksi. 

Bagaimana Pengobatan untuk Peyronie?

Jika kamu mengalami berbagai gejala yang disebutkan tadi, sebaiknya segera periksakan diri agar penanganan bisa segera dilakukan dan tidak mengganggu kualitas hubungan intim dengan pasangan. Agar lebih mudah, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter lewat chat atau buat janji dengan dokter di rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

Baca juga: 6 Makanan yang Bisa Tingkatkan Libido Pria

Pada kasus yang masih ringan, dokter mungkin hanya akan menyarankan perubahan gaya hidup lebih sehat sebagai perawatan rumahan, karena peyronie bisa membaik dengan sendirinya. Namun, jika dalam waktu 1-2 tahun kondisi tak kunjung reda atau memburuk, segera periksakan diri kembali ke dokter. 

Dokter mungkin akan memberi obat-obatan untuk meredakan gejala, hingga mempertimbangkan operasi. Obat-obatan yang diberikan dapat berupa pil pentoxifylline atau kalium para-aminobenzoate (Potaba). Jika obat tersebut tidak menimbulkan efek yang bagus, dokter mungkin akan memberi suntikan verapamil atau kolagenase ke dalam jaringan parut penis. 

Kemudian, jika pemberian obat-obatan minum dan suntik tidak juga berhasil mengatasi peyronie, dokter akan mempertimbangkan prosedur operasi. Namun, prosedur operasi biasanya hanya dilakukan pada kasus yang parah, di mana pengidap sudah tidak bisa berhubungan intim sama sekali karena kondisi ini. 

 

Referensi:
Association of Peyronie’s Disease Advocate. Diakses pada 2020. Do I Have Peyronie’s Disease?
WebMD. Diakses pada 2020. What is Peyronie’s Disease?