• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pria Alami Stretch Mark, Kapan Sebaiknya ke Dokter Kulit?

Pria Alami Stretch Mark, Kapan Sebaiknya ke Dokter Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Pria Alami Stretch Mark, Kapan Sebaiknya ke Dokter Kulit?

Halodoc, Jakarta – Munculnya stretch mark memang berkaitan erat dengan wanita, terlebih di masa kehamilan. Akan tetapi, ternyata masalah kulit ini juga bisa terjadi pada pria. Sebenarnya, apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi dan kapan sebaiknya diperiksakan ke dokter kulit? Berikut pembahasannya!

Penyebab Terjadinya Stretch Mark pada Pria

Stretch mark atau disebut juga striae distensae adalah garis halus dan panjang yang muncul pada permukaan kulit. Garis stretch mark terbentuk saat kulit mengalami peregangan atau penyusutan secara mendadak.

Saat hal tersebut terjadi, kolagen yang merupakan komponen elastisitas kulit akan pecah, sehingga mengakibatkan robeknya dermis atau lapisan kulit bagian tengah. Akibatnya, muncullah garis-garis halus pada lapisan kulit paling atas atau epidermis.

Baca juga: Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Selulit dan Stretch Mark

Stretch mark yang terjadi pria tidak jauh berbeda dengan yang dialami oleh wanita. Masalah kulit ini pun bisa muncul pada bagian kulit mana saja. Meski begitu, stretch mark yang dialami pria lebih sering terlihat pada bahu, perut, pinggul, bokong, paha, dan betis.

Perkembangan stretch mark terjadi dalam dua fase. Pertama, garis halus ini akan tampak berwarna ungu atau kemerahan. Kamu pun akan sering merasakan gatal saat mengalaminya. Selanjutnya, stretch mark akan mengalami perubahan warna menjadi putih atau cenderung tidak berwarna dan mungkin akan terlihat lebih rendah dari kulit yang ada di sekitarnya. Saat fase ini terjadi, stretch mark akan lebih sulit ditangani. 

Hingga kini, belum bisa dipastikan apa yang menjadi penyebab munculnya stretch mark pada pria dan wanita. Namun, ada dugaan bahwa eksistensinya ada kaitannya dengan gabungan antara tiga hal, yaitu hormon, terjadinya peregangan kulit, dan perubahan pada sel-sel kulit.

Baca juga: 7 Tips Menghilangkan Stretch Mark Setelah Kehamilan

Tidak hanya itu, kemunculan stretch mark juga bisa terjadi karena adanya faktor genetik. Jadi, apabila anggota keluarga memiliki gangguan kulit ini, kamu juga memiliki risiko untuk mengalami masalah yang sama. Faktor lain yang turut meningkatkan risiko terjadinya stretch mark pada kulit, yaitu: 

  • Penggunaan Krim Kortikosteroid

Pria yang menggunakan krim kortikosteroid dalam waktu yang lama sangat berisiko mengalami stretch mark. Biasanya, krim yang memiliki kandungan ini sangat mudah ditemukan pada obat hidrokortison yang diresepkan dokter guna mengatasi penyakit eksim.

  • Bertambahnya Berat Badan

Lebih sering terjadi, stretch mark muncul karena pertambahan berat badan atau mengidap obesitas. Saat seseorang mengalami obesitas, akan terjadi penumpukan lemak pada tubuh secara drastis sehingga mengakibatkan garis halus pada kulit.

  • Mengidap Penyakit Adrenal

Stretch mark juga bisa terjadi pada pria yang mengidap penyakit adrenal, seperti sindrom Cushing, skleroderma, sindrom Marfan, sindrom Ehlers Danlos, dan diabetes. Ini karena masalah kesehatan tersebut dihubungkan dengan dugaan terjadinya kelebihan hormon kortikosteroid pada tubuh. 

Kortikosteroid sendiri merupakan hormon yang bertugas mengatur produksi sel kulit atau keratinosit pada epidermis dan fibroblas di bagian dermis. Fibroblas menjadi komponen yang sangat penting dalam menghasilkan kolagen yang nantinya akan digunakan tubuh untuk mempertahankan dan menjaga elastisitas kulit.

Apabila tubuh memproduksi hormon kortikosteroid secara berlebihan, kolagen yang terbentuk justru akan menjadi lebih sedikit sehingga kulit menjadi kurang elastis dan stretch mark sangat mudah terbentuk.

Baca juga: Kaum Hawa Lebih Mudah Mengalami Selulit, Ini Faktanya

  • Pembentukan Otot pada Tubuh

Beberapa jenis olahraga, terlebih yang menggunakan beban akan membuat pembentukan otot terjadi dengan cepat sehingga sangat berisiko menimbulkan garis halus. Biasanya, kemunculan stretch mark karena pembentukan otot ini berada pada bagian tepi luar otot dada atau lekukan bahu. 

  • Pesatnya Pertumbuhan Tubuh saat Pubertas

Masa pubertas juga sangat rentan menyebabkan remaja pria mengalami stretch mark pada tubuhnya. Saat seorang anak laki-laki memasuki masa pubertas, terjadi peregangan horizontal pada kulit bagian lengan atas, punggung, bokong, dan paha.

Kapan Harus Diperiksakan ke Dokter?

Sebenarnya, stretch mark bukan menjadi masalah kesehatan yang membahayakan. Namun, sudah pasti kemunculannya akan mengganggu penampilan dan mengurangi rasa percaya diri seseorang. 

Jika kamu mengalaminya dan merasa tidak percaya diri atau sangat mengganggu karena rasa gatalnya, kamu bisa segera memeriksakan kondisi tersebut ke dokter spesialis kulit. Kamu bisa lebih mudah tanya jawab dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Kapan saja kamu punya masalah kesehatan, langsung saja tekan aplikasi Halodoc dan tanyakan solusinya pada dokter. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya, ya!


Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Stretch Marks In Men: Causes, Treatments, And More.
Verywell Health. Diakses pada 2021. Treatment Options For Men With Stretch Marks.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Stretch Marks: Causes And Treatments.