• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pria atau Wanita yang Lebih Rentan Batu Ginjal?

Pria atau Wanita yang Lebih Rentan Batu Ginjal?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan rutin memenuhi kebutuhan cairan untuk tubuh perharinya, salah satunya terhindar dari gangguan kesehatan. Ada banyak gangguan kesehatan yang disebabkan karena kurang minum air putih setiap harinya, salah satunya adalah penyakit batu ginjal.

Baca juga: Awas, Ini 4 Gejala Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal adalah pembentukan materi keras yang menyerupai batu dan disebabkan oleh mineral dan garam yang berasal dari darah dan menumpuk dalam ginjal. Lama-kelamaan limbah yang menumpuk pada ginjal mengeras hingga menyerupai batu. Batu ginjal dapat berpindah dan berada di sepanjang saluran urine, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.

Pria Lebih Rentan Alami Batu Ginjal

Ada beberapa pemicu yang menyebabkan seseorang alami batu ginjal, seperti kurang minum air putih setiap harinya, berat badan yang berlebihan, atau efek samping dari operasi yang dilakukan. Dilansir dari National Kidney Foundation, pria lebih berisiko 19 persen lebih tinggi mengalami batu ginjal dibandingkan wanita.

Pria yang memiliki usia di atas 30 tahun lebih berisiko alami batu ginjal. Tidak hanya itu, pria yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas rentan alami batu ginjal dibandingkan pria yang memiliki kesehatan optimal.

Tidak hanya pria, sebaiknya para wanita juga memiliki gaya hidup yang lebih sehat. Caranya dengan memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi yang seimbang di dalam tubuh. Adanya riwayat keluarga dengan batu ginjal dapat meningkatkan risiko kamu mengalami kondisi yang sama. 

Baca juga: Batu Ginjal Bisa Berakhir pada Gagal Ginjal, Benarkah?

Mengetahui tanda-tanda awal yang menjadi gejala dari penyakit batu ginjal cukup penting agar penanganan dapat segera dilakukan. Umumnya, batu ginjal yang masih kecil tidak menimbulkan gejala apapun pada pengidapnya. Penyakit batu ginjal menunjukkan gejala ketika batu ginjal yang membesar tertahan pada ginjal dan menimbulkan infeksi.

Kondisi ini bisa menyebabkan nyeri pada punggung. Umumnya, pria yang alami batu ginjal mengalami nyeri pada area testis hingga skrotum. Rasa nyeri akan meningkat ketika batu ginjal berpindah pada kandung kemih. Nah, perhatikan kesehatan kamu jika frekuensi buang air kecil meningkat yang tidak disertai dengan minum air putih yang cukup. Kondisi ini bisa menjadi tanda lain dari penyakit batu ginjal.

Jumlah urine yang dikeluarkan sedikit namun terasa nyeri juga menjadi gejala lain dari batu ginjal. Jika kamu memiliki urine dengan warna lebih pekat cenderung gelap, disertai dengan mual, muntah, dan demam, segera kunjungi rumah sakit terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat. Kini membuat janji dengan dokter akan lebih mudah dengan aplikasi Halodoc.

Ketahui Pencegahan yang Tepat untuk Penyakit Batu Ginjal

Komplikasi yang muncul akibat batu ginjal dapat sebabkan perdarahan atau menghambat buang air kecil. Tidak ada salahnya mencegah penyakit batu ginjal dengan cara yang tepat. Dilansir dari National Kidney Foundation, pengobatan dan pencegahan yang dilakukan untuk batu ginjal disesuaikan dengan jenis batu ginjal.

Baca juga: Begini Metode untuk Mengobati Batu Ginjal

Ada beberapa jenis batu ginjal, seperti calcium oxalate, uric acid, struvite, dan cysteine namun salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah semua jenis batu ginjal adalah minum air putih yang cukup setiap harinya. Selain itu, hindari terlalu lama melakukan sauna. Sauna dapat menghilangkan kandungan air dalam tubuh dan meningkatkan risiko batu ginjal.

Dilansir dari National Kidney Foundation, batu ginjal calcium oxalate atau kalsium oksalat dapat dicegah dengan melakukan diet yang tepat, sebaiknya hindari makanan yang mengandung kalsium dan batasi pengonsumsian garam. Selain itu, perhatikan juga asupan makanan yang mengandung purin untuk mencegah batu ginjal.

Referensi:
National Kidney Foundation. Diakses pada 2020. Kidney Stone Diet Plan and Prevention
National Kidney Foundation. Diakses pada 2020. Kidney Stones
Harvard Medical School. Diakses pada 2020. Kidney Stones
UCLA Health. Diakses pada 2020. Kidney Stone Symtomps and Diagnosis