• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pria Lanjut Usia Lebih Rentan Mengalami Penyakit Peyronie

Pria Lanjut Usia Lebih Rentan Mengalami Penyakit Peyronie

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pria Lanjut Usia Lebih Rentan Mengalami Penyakit Peyronie

Halodoc, Jakarta – Penyakit Peyronie bisa menyerang pria pada usia berapa saja, tapi risikonya disebut lebih tinggi pada lansia. Meski hingga kini penyebab pastinya belum diketahui, penyakit peyronie disebut lebih rentan terjadi pada pria yang berusia di atas 50 tahun atau 60 tahun. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang disebut bisa meningkatkan risiko penyakit ini. 

Penyakit peyronie menyebabkan pria memiliki bentuk penis yang terlihat menekuk, biasanya ke atas atau ke samping. Biasanya, perubahan bentuk Mr P akan terlihat jelas pada saat ereksi. Kondisi ini terjadi akibat ada pembentukan plak fibrosa atau jaringan parut di sepanjang batang penis. Selain perubahan bentuk, penyakit ini juga sering ditandai dengan beberapa gejala lainnya. Apa saja? 

Baca juga: Pria Wajib Tahu Peyronie, Penyakit pada Mr. P

Penyakit Peyronie dan Gejala yang Mungkin Muncul

Penyakit peyronie adalah penyakit yang dialami pria lanjut usia dan menyebabkan pengidapnya memiliki bentuk penis yang melengkung. Kondisi tersebut disebabkan oleh terbentuknya plak fibrosa atau jaringan parut di sepanjang batang penis. Biasanya, penyakit ini menyebabkan Mr P menekuk ke atas atau ke samping. 

Hingga kini, masih belum diketahui apa penyebab terbentuknya jaringan parut di batang penis. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan cedera saat beraktivitas, berolahraga, atau saat berhubungan intim. Cedera yang terjadi bisa menyebabkan perdarahan di dalam penis kemudian memicu pembentukan jaringan parut. Penyakit peyroni juga sering dikaitkan dengan faktor genetik. 

Baca juga: Inilah Penanganan Tepat Penyakit Peyronie

Ada beberapa gejala yang bisa muncul sebagai tanda penyakit ini, bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan. Gejala penyakit peyronie meliputi: 

  • Bentuk penis yang bengkok atau melengkung, biasanya ke atas, bawah, atau salah satu sisi (kiri atau kanan). 
  • Terdapat jaringan parut atau plak di bawah lapisan kulit penis. Saat disentuh, plak akan terasa seperti benjolan atau jaringan padat. 
  • Penyakit peyronie bisa menyebabkan penis memendek. Hal ini bisa menjadi salah satu gejala penyakit tersebut. 
  • Disfungsi ereksi juga menjadi gejala penyakit peyronie. Pengidap penyakit ini mungkin mengalami gangguan ereksi dan mempertahankannya.
  • Nyeri pada penis, biasanya terjadi saat ereksi. Namun, nyeri juga bisa saja muncul saat penis tidak sedang ereksi. 

Usia dan Faktor Pemicu Penyakit Peyronie

Pertambahan usia disebut menjadi salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit peyronie. Pria yang sudah berusia lanjut (lansia) lebih rentan mengalami penyakit ini. Sebab, pertambahan usia bisa meningkatkan risiko terbentuknya jaringan parut pada penis. Penyakit peyronie rentan menyerang pria yang berusia di atas 50 tahun atau 60 tahun. 

Faktor genetik juga disebut berpengaruh. Penyakit peyronie disebut rentan terjadi pada pria yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit sama. Faktor lainnya adalah kelainan pada jaringan ikat. Pada beberapa kasus, pengidap penyakit peyronie juga mengalami Dupuytren’s contracture, yaitu penyakit yang terjadi akibat terbentuknya jaringan keras terbentuk di bawah telapak tangan.

Baca juga: Penyakit Peyronie Bisa Disembuhkan, Benarkah?

Kondisi ini perlu segera mendapatkan penanganan medis untuk menghindari munculnya komplikasi. Salah satu cara pengobatan penyakit ini adalah dengan konsumsi obat-obatan. Setelah melakukan pemeriksaan dan dokter memberi resep obat, kamu bisa membelinya melalui aplikasi Halodoc. Lebih mudah belanja obat dan produk kesehatan lain hanya dengan satu aplikasi. Melalui layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah. Ayo, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Understanding ED: Peyronie’s Disease.
WebMD. Diakses pada 2021. What is Peyronie’s Disease?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Peyronie's disease.