Pria Lebih Rentan Terkena Limfogranuloma Venereum

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Pria Lebih Rentan Terkena Limfogranuloma Venereum

Halodoc, Jakarta - Semua orang yang aktif secara seksual berisiko mengalami infeksi menular seksual. Gangguan ini terbilang fatal karena melibatkan bagian penting pada tubuh kamu. Hal ini dapat terjadi dapat menyebar melalui hubungan intim baik secara vaginal, anal, maupun oral.

Terdapat banyak gangguan yang timbul ketika infeksi menular seksual terjadi. Salah satu gangguan yang termasuk dalam penyakit menular seksual adalah limfogranuloma venereum. Hal ini dapat menyebabkan hal yang serius apabila tidak ditangani. Terdapat beberapa faktor risiko terhadap gangguan ini, berikut pembahasannya!

Baca juga: Awas, Limfogranuloma Venereum Muncul Bersama IMS

Limfogranuloma Venereum Lebih Rentan Terhadap Pria

Limfogranuloma venereum adalah sebuah gangguan infeksi menular seksual dalam bentuk klamidia yang umum terjadi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan lebih masif dibandingkan jenis yang biasa. Gangguan ini pernah mewabah di daerah Eropa pada 2003.

Gangguan pada alat kelamin ini lebih umum menyerang laki-laki yang positif terserang HIV, dan pria yang berhubungan seks dengan pria. Hampir semua kasus dari penyakit kelamin ini terjadi pada pria yang berhubungan seks dengan pria. Umumnya, LGV didiagnosis bersamaan dengan gangguan kelamin lainnya yang ditularkan melalui darah.

Limfogranuloma Venereum hanya dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Bakteri dapat masuk melalui permukaan mukosa yang lembap, seperti dubur atau vagina. Walau begitu, infeksi yang terjadi pada penis atau mulut juga mungkin terjadi. LGV dapat terjadi jika berhubungan melalui anal tidak menggunakan kondom.

Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal penyakit ini, dokter dari Halodoc siap membantu. Selain itu, kamu juga dapat bertanya tentang penyakit lainnya hanya dengan download aplikasi Halodoc yang berada di Apps Store atau Play Store.

Baca juga: Penularan Limfogranuloma Venereum yang Perlu Diwaspadai

Gejala yang Ditimbulkan Limfogranuloma Venereum

Gangguan yang terjadi karena hubungan seksual ini terjadi dalam 3 tahap, yaitu:

Tahap 1: Tahap ini dimulai setelah masa inkubasi sekitar 3 hari dengan lesi kulit kecil di dubur. Hal ini dapat menyebabkan kulit mengalami borok, tetapi sembuh dengan sangat cepat sehingga tidak terlihat.

Tahap 2: Pada tahap ini biasanya terjadi pada pria setelah masa inkubasi sekitar 2 hingga 4 minggu. Kelenjar getah bening inguinalis pada satu atau kedua sisi akan membesar dan membentuk massa yang besar, lunak, kadang-kadang berfluktuasi (bubo). Bubo menempel pada jaringan yang lebih dalam dan menyebabkan kulit di atasnya meradang, kadang-kadang disertai demam dan malaise. 

Pada wanita, sakit punggung atau nyeri panggul dapat menjadi gejala yang umum. Lesi awal mungkin terjadi pada serviks atau vagina bagian atas. Hal ini mengakibatkan pembesaran dan peradangan pada kelenjar getah bening perirectal dan pelvis yang lebih dalam. Beberapa saluran sinus yang mengering dapat berkembang dan mengeluarkan nanah atau darah.

Tahap 3: Lesi yang terjadi dapat sembuh dengan jaringan parut. Namun, saluran sinus dapat bertahan atau berulang. Peradangan yang terus-menerus karena infeksi yang tidak diobati menghalangi pembuluh limfatik, sehingga menyebabkan pembengkakan dan luka pada kulit.

Seseorang yang melakukan hubungan intim melalui anal mungkin mengeluarkan nanah berdarah melalui dubur pada tahap pertama. Pada tahap kronis, gangguan ini dapat menyebabkan nyeri akibat radang kelenjar getah bening panggul. Hal ini dapat dideteksi dengan proktoskopi.

Baca juga: Gejala Limfogranuloma Venereum yang Perlu Diwaspadai

Referensi:
BCCDC (2019). Lymphogranuloma Venereum (LGV)
MSD Manuals (2019). Lymphogranuloma Venereum (LGV)