• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pria, Waspadai Ereksi yang Terlalu Lama

Pria, Waspadai Ereksi yang Terlalu Lama

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Normalnya, ereksi pada pria terjadi saat ada rangsangan seksual atau saat berhubungan intim. Ereksi biasanya akan berlangsung dalam jangka waktu tertentu, biasanya hanya beberapa menit. Namun hati-hati, ternyata ada kondisi yang bisa menyebabkan pria mengalami ereksi terlalu lama dan terjadi bahkan tanpa ada rangsangan seksual. 

Kondisi itu disebut dengan istilah priapismus alias priapism. Pada pengidap priapismus, ereksi bisa berlangsung bahkan hingga 4 jam. Tak hanya itu, gangguan ini juga bisa menimbulkan rasa nyeri pada penis. Ereksi yang terlalu lama sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mencegah terjadinya komplikasi permanen. 

Baca juga: Mr. P Terasa Sakit, Mungkin Saja Terkena 7 Penyakit Ini

Komplikasi Priapismus yang Harus Diwaspadai

Dalam kondisi normal, pria mengalami ereksi saat melakukan aktivitas seksual dan berhenti saat tidak lagi melakukannya. Namun, ada kelainan bernama priapismus yang bisa menyebabkan ereksi pada pria terjadi dalam jangka waktu lama, bahkan saat tidak ada rangsangan seksual. Kabar buruknya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa penyebab kondisi ini. 

Namun secara umum, priapismus muncul akibat ada gangguan pada aliran darah di penis. Jika dilihat dari gejala dan pemicunya, priapismus dibagi menjadi dua, yaitu priapismus iskemik dan priapismus noniskemik. Pada priapismus iskemik, ereksi berkepanjangan terjadi karena ada penyumbatan pada pembuluh darah penis. Hal itu menyebabkan darah tidak dapat mengalir dan menumpuk di area tersebut. 

Priapismus iskemik adalah jenis yang paling sering terjadi serta muncul berulang. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kondisi ini muncul, yaitu mengidap penyakit tertentu, seperti anemia sel sabit, leukemia, thalasemia, dan multiple myeloma. Kondisi ini juga bisa muncul saat seseorang mengonsumsi obat pengencer darah atau jenis obat lain yang bisa memengaruhi pembuluh darah. 

Baca juga: Bisakah Disfungsi Ereksi Disembuhkan?

Sementara priapismus noniskemik terjadi dikarenakan robeknya pembuluh darah di dalam penis. Alhasil, darah mengalir ke penis dalam jumlah yang terlalu banyak. Kondisi ini disebabkan oleh cedera di beberapa bagian, yaitu penis, panggul, dan perineum (area antara penis dan anus). Selain itu, priapismus noniskemik juga bisa disebabkan oleh gangguan saraf, gangguan metabolisme, hingga kanker yang terletak di sekitar penis, misalnya kanker prostat. 

Selain ereksi terlalu lama, priapismus biasanya juga ditandai dengan gejala lain. Pada priapismus iskemik, gejala yang muncul dapat berupa rasa nyeri di penis yang meningkat secara bertahap, ereksi berlangsung hingga lebih dari 4 jam, batang penis menjadi kaku tetapi bagian ujungnya lunak. Gejala serupa juga akan dirasakan pengidap priapismus noniskemik, bedanya pada priapismus noniskemik tidak muncul rasan nyeri dan batang penis tidak sepenuhnya kaku. 

Jika mengalami gejala ereksi terlalu lama, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. Pasalnya, priapismus yang tidak ditangani dengan tepat bisa menimbulkan komplikasi permanen dan bersifat serius. Darah yang terperangkap akibat ereksi terlalu lama akan kekurangan oksigen. Kemudian, darah yang kekurangan oksigen bisa merusak dan menghancurkan jaringan pada organ intim pria tersebut. 

Baca juga: Waspada Mr. P Bengkok Tanda Mengidap Peyronie

Dalam jangka panjang, kondisi itu bisa semakin parah dan berujung pada disfungsi ereksi. Selain itu, penanganan juga perlu dilakukan untuk mengatasi pemicu priapismus, seperti cedera. Cedera panggul atau penis yang menyebabkan priapismus noniskemik bisa memicu terjadi infeksi pada jaringan dalam Mr.P. 

Jika ragu dan butuh saran dokter, kamu bisa bertanya seputar priapismus dan ereksi yang terlalu lama melalui aplikasi Halodoc. Dokter di Halodoc bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2020. Priapism (Painful Erections). 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Priapism. 
Healthline. Diakses pada 2020. Priapism. 
Web MD. Diakses pada 2020. Erectile Dysfunction and Priapism.