• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Produk Perawatan Bayi Low Hazard dan Organic, Mana Lebih Baik?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Produk Perawatan Bayi Low Hazard dan Organic, Mana Lebih Baik?

Produk Perawatan Bayi Low Hazard dan Organic, Mana Lebih Baik?

7 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 18 Agustus 2022

“Orangtua perlu mencermati setiap komposisi pada produk perawatan kulit bayi. Pastikan produk memiliki formula low hazard sekaligus hypoallergenic, dan pastikan juga tidak mengandung deterjen SLS.”

Produk Perawatan Bayi Low Hazard dan Organic, Mana Lebih Baik?Produk Perawatan Bayi Low Hazard dan Organic, Mana Lebih Baik?

Halodoc, Jakarta –  Memilih produk perawatan bayi sebaiknya jangan sembarangan. Terlebih jika bayi atau newborn memiliki kulit sensitif dan rentan dengan alergi.

Nah, belakangan ini, produk perawatan bayi berbahan low hazard dan organik sering menjadi pilihan ibu. Namun sebelum memutuskan untuk menggunakan produk low hazard dan organik, sebaiknya pahami perbedaan fungsi keduanya.

Baca juga: Tips Memilih Produk Perawatan Tubuh untuk Si Kecil 

Ketahui Bahan Low Hazard dan Organik

Pengertian hazard dalam sebuah produk perawatan yaitu suatu bahan kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan apabila bersentuhan atau masuk ke dalam tubuh. Kandungan hazard atau bahan kimia berbahaya dapat menimbulkan efek biologis pada tubuh. 

Hal ini terjadi karena zat tersebut didistribusikan oleh aliran darah dan dapat menyerang dan merusak organ-organ tubuh.

Beberapa jenis bahan kosmetik yang berpotensi menjadi hazard yaitu:

  • Paraben
  • Fragrance
  • Phthalates
  • Formaldehyde.

Perlu dipahami, hazard merupakan parameter untuk mengetahui tingkat kandungan sebuah produk perawatan (termasuk produk perawatan kulit bayi) aman atau berbahaya di kulit. 

Melansir U.S. Occupational Safety and Health Administration, hazard memberikan klasifikasi tingkat bahaya pada bahan kimia suatu produk. Selain itu ia juga memberikan informasi dan pemahaman pada produsen produk mengenai bahaya dari suatu bahan kimia. 

Ini berarti, jika produk perawatan kulit bayi diklaim low hazard, maka sudah dipastikan tidak menggunakan bahan kimia. Oleh karena itu, produk tersebut sudah terjamin keamanannya untuk digunakan oleh bayi dengan kulit sensitif maupun newborn

Sementara itu, dalam produk perawatan kulit, istilah “organik” berarti bahwa sebagian atau semua bahan dalam produk berasal dari sumber organik.

Misalnya, kandungan lidah buaya dalam pelembap, yang berasal dari pertanian lidah buaya organik. Bahan organik mengacu pada bahan yang ditanam petani tanpa menggunakan bahan buatan, seperti pestisida atau pupuk kimia. 

Kemudian dari tanaman tersebut diambil ekstrak yang sudah berbentuk senyawa kimia alami sebagai bahan pembuatan produk perawatan kulit. Produk perawatan yang menggunakan bahan organik juga bermanfaat untuk kulit, karena mengandung antioksidan alami dari tanaman organik. 

Maka, produk perawatan bayi dengan bahan low hazard dan organik merupakan produk yang dapat dipastikan keamanannya untuk kulit bayi. Produk yang aman digunakan setiap hari oleh bayi dengan kulit sensitif ataupun newborn.

Baca juga: Cara Cerdas Memilih Sabun Bayi untuk Kulit Sensitif

Pahami Arti Kandungan Bahan Low Hazard Vs Organik di Kulit Bayi

Bahan low hazard dan organik sebenarnya memiliki arti kandungan yang berbeda. Mengingat kulit bayi jauh lebih tipis dibandingkan kulit orang dewasa, maka kulit mereka rentan terkena infeksi akibat kuman, bakteri, dan reaksi kimia yang berlebihan.

Penggunaan produk dengan bahan low hazard pada bayi dapat dipastikan aman, meski digunakan setiap hari dalam jangka waktu yang panjang.

Perlu diketahui, low hazard termasuk menggunakan bahan alami murni tanpa ada penambahan bahan kimia dan bahan lainnya dengan kategori moderate & high hazard, juga sudah dipastikan tidak mengandung paraben.

Sedangkan produk organik masih menggunakan bahan pengawet (paraben) dan tidak 100 persen organik. Maka dari itu, sebaiknya pilih produk perawatan kulit bayi yang berlabel low hazard dan teruji hypoallergenic

Melansir Healthline, kata “hypoallergenic” pada label produk perawatan kulit bayi, bukan berarti produk tersebut tidak akan menimbulkan reaksi alergi pada beberapa pengguna. Mengingat setiap orang memiliki tingkat kepekaan yang berbeda-beda terhadap bahan penyebab alergi (alergen). 

Ada orang yang kebal dengan bahan alergen, namun ada juga yang langsung menunjukkan reaksi alergi meski hanya sedikit terpapar alergen. Terkadang, memiliki produk perawatan bayi yang hypoallergenic saja belum cukup. Hal tersebut karena masih ada kemungkinan reaksi alergi.

Jadi sebaiknya, pilih produk bukan hanya berlabel hypoallergenic, tapi juga sudah low hazard. Selain itu, pastikan juga produk tersebut tidak mengandung deterjen SLS.

World Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences melaporkan, SLS diuji untuk iritasi kulit manusia pada konsentrasi mulai dari 0,1% hingga 10%. Hasilnya, iritasi meningkat secara langsung dengan konsentrasi sekecil apa pun. Artinya,  penggunaan SLS pada produk perawatan tubuh pada manusia tidak dianjurkan. 

Lebih lanjut lagi, dalam jurnal Environmental Health Insights melaporkan, SLS adalah surfaktan yang dapat diterima untuk digunakan dalam formulasi produk pembersih rumah tangga. Namun, akan menimbulkan kekhawatiran dipakai untuk produk pembersih tubuh, karena berpotensi mengiritasi mata dan kulit.

Perlu diketahui, SLS sering terkontaminasi dengan 1,4 dioksan, yang merupakan produk sampingan dari proses manufaktur yang dapat menyebabkan efek negatif pada ginjal, hati, dan sistem saraf pusat.

Baca juga: Begini Cara Tepat Merawat Kulit Bayi Baru Lahir

Mengenal Kandungan Deterjen SLS dan Bahayanya pada Produk Bayi

SLS (sodium lauryl sulfate) biasa digunakan pada produk pembersih, termasuk pada produk sabun dan sampo bayi. SLS biasanya digunakan agar tekstur produknya lebih berbusa. 

Namun, melansir dari World Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences, produk dengan kandungan SLS dapat memicu terjadinya iritasi kulit kepala, pembengkakan pada tangan dan wajah, sehingga penggunaannya sebaiknya dihindari.

Selain itu, SLS yang tidak diencerkan dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata, di samping itu dampak lainnya berupa mual, muntah, dan diare jika tertelan. Kemudian dapat berlanjut pada dampak jangka panjang pada fungsi ginjal, hati, dan sistem saraf pusat. 

Penting bagi orangtua untuk mencermati setiap kandungan pada produk perawatan yang aman untuk kulit bayi, ya! Hindari produk yang masih ada kandungan SLS dan untuk bayi newborn atau kulit sensitif sebaiknya menggunakan produk yang didalamnya terdapat kandungan oat kernel. 

Melansir dari Journal of Drugs in Dermatology, oat kernel telah lama digunakan untuk pengobatan topikal untuk masalah kulit. Seperti kulit kering, ruam, dan eksim yang rentan dialami oleh bayi. 

Maka dari itu, produk yang mengandung oat kernel dapat menenangkan kulit Si Kecil dari rasa gatal dan perih akibat peradangan atau masalah kulit lainnya. Terutama yang memiliki kulit sensitif.

Nah, untuk produk perawatan kulit bayi yang aman, ibu bisa memilih PUREBB Liquid Soap & PUREBB Soothing Moisturizer Cream, ini memiliki formula low hazard dan tanpa deterjen SLS. Penasaran manfaat kedua produk tersebut untuk kulit bayi?

Beberapa manfaat dari PUREBB Liquid Soap:

  • Perawatan untuk kulit sensitif bayi
  • Sabun mandi yang bukan hanya membersihkan, tapi juga merawat kulit dari iritasi dan masalah kulit lainnya, jika terjadi dan tetap dibutuhkan untuk mandi. Hanya mandi dengan PUREBB Liquid Soap dapat membantu merawat kulit dari iritasi dan masalah kulit.
  • Tidak mengandung deterjen SLS (Sodium Lauryl Sulfate) atau Anionik Surfaktan yang mempunyai banyak nama lainnya (cermat baca label)
  • Cocok untuk bayi newborn, prematur, kulit sensitif dan yang mengalami masalah kulit.
  • Dengan formula Low Hazard, sehingga produk dibuat menggunakan bahan alami dan material yang aman.
  • Sudah teruji dermatologically tested, natural fragrance, pH 5.5, non alcohol, dan tidak mengandung paraben.
  • Mengandung Oat Kernel yang menenangkan kulit dari rasa gatal dan perih akibat iritasi.

Sementara itu, manfaat PUREBB Soothing Moisturizer Cream antara lain:

  • Pelembap untuk kulit sensitif, bayi newborn, atau dengan gangguan kulit.
  • Dapat melembabkan kulit seharian
  • Dapat digunakan di seluruh tubuh dan juga wajah, bisa sebagai pengganti bedak tabur.
  • Sudah teruji Hypoallergenic tested, natural fragrance, pH 5.5, non alcohol, dan tidak mengandung paraben.
  • Mengandung Oat Kernel yang menenangkan kulit dari rasa gatal dan meredakan perih akibat iritasi.
  • PUREBB Liquid Soap & PUREBB Soothing Moisturizer Cream diproduksi di perusahaan farmasi GMP terpercaya

Baca juga: Ini Barang Wajib untuk Bayi Baru Lahir 

PUREBB Liquid Soap & PUREBB Soothing Moisturizer Cream dengan kandungan Oat Kernel, dan dengan pemakaian keduanya setiap hari menjadikan kulit si kecil tetap lembap dan terhindar dari masalah kulit, seperti iritasi, peradangan, eksim, kering, gatal, atau masalah kulit lainnya. 

Nah, jadi itulah yang perlu diketahui mengenai produk perawatan kulit yang aman untuk kulit bayi. Nah, ibu bisa temukan PUREBB Liquid Soap & PUREBB Soothing Moisturizer Cream di toko kesehatan dari aplikasi Halodoc. Tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Journal of Drugs in Dermatology. Diakses pada 2022. Colloidal Oatmeal (Avena Sativa) Improves Skin Barrier Through Multi-Therapy Activity.
Occupational Safety and Health Administration. DIakses pada 2022. Occupational Safety and Health Administration.
Live Strong. Diakses pada 2022. Dangers of Sodium Lauryl Sulfate
Medical News Today. Diakses pada 2022. What is organic skin care and how is it different?
Food and Drugs Administration. Diakses pada 2022. “Hypoallergenic” Cosmetics
Healthline. Diakses pada 2022. Hypoallergenic: Is There Really Such a Thing?
World Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. Diakses pada 2022. Hazardous Effects of Sodium Lauryl Sulfate and Sodium Laureth Sulfate, An Overview
Environmental Health Insights. Diakses pada 2022. Human and Environmental Toxicity of Sodium Lauryl Sulfate (SLS): Evidence for Safe Use in Household Cleaning Products