• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Prosedur Bedah Medis untuk Tangani Pterygium

Prosedur Bedah Medis untuk Tangani Pterygium

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Prosedur Bedah Medis untuk Tangani Pterygium

Halodoc, Jakarta - Salah satu langkah mengatasi pterygium adalah melakukan prosedur operasi yang bertujuan untuk menghilangkan pertumbuhan konjungtiva non-kanker (pterygia) dari mata. Konjungtiva sendiri merupakan jaringan bening yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. Jika dibiarkan tanpa penanganan, pertumbuhan berlebihan pada jaringan konjungtiva dapat menutupi kornea dan mengganggu penglihatan. Begini prosedur untuk mengatasi pterygium.

Baca juga: Ketahui Penyebab dan Pengobatan Pterygium

Prosedur yang Dilakukan untuk Mengatasi Pterygium

Operasi pterygium merupakan prosedur operasi invasif minimal, yang dilakukan selama 30–45 menit. Sebelum melakukan prosedur, dokter akan memberikan petunjuk umum apa yang harus kamu lakukan untuk mempersiapkan operasi. Salah satunya adalah, kamu akan diminta untuk berpuasa tanpa makan sama sekali, atau hanya diperbolehkan konsumsi makanan ringan. Selain itu, kamu akan diminta untuk tidak memakai softlens, setidaknya selama 24 jam sebelum prosedur dilakukan.

Baca juga: Ada Selaput Segitiga pada Mata, Waspada Gejala Pterygium

Selama prosedur dilakukan, pasien akan dibius ringan, sehingga kamu tidak diperbolehkan untuk membawa kendaraan pribadi. Prosedur bedah pterygium dinilai cukup cepat dan memiliki risiko yang rendah untuk mengalami kegagalan atau efek samping. Berikut ini hal-hal yang dilakukan saat prosedur pelaksanaan operasi:

  • Dokter akan membius pasien, sehingga membuat mata mati rasa atau kebas. Hal tersebut dilakukan guna mencegah ketidaknyamanan selama operasi. 
  • Sebelum melakukan pengangkatan pterygium, dokter akan membersihkan area sekitar mata terlebih dulu. Operasi pengangkatan dilakukan bersamaan dengan beberapa jaringan konjungtiva yang terkait.
  • Setelah pterygium diangkat, dokter akan menggantinya dengan cangkok jaringan membran terkait untuk mencegah pertumbuhan pterygium secara berulang.
  • Untuk mengamankan cangkok jaringan konjungtiva tetap pada posisinya, dokter menggunakan jahitan atau lem fibrin. Kedua teknik tersebut mengurangi risiko kambuhnya pterygium.

Prosedur perekatan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu jahitan dan lem. Namun, menjahit akan menimbulkan rasa tidak nyaman pasca operasi. Belum lagi membutuhkan waktu pemulihan yang lebih panjang, yaitu selama beberapa minggu. Sebaliknya, menggunakan lem fibrin telah terbukti mengurangi peradangan dan ketidaknyamanan, sekaligus mengurangi waktu pemulihan dibanding menggunakan jahitan.

Namun, karena lem fibrin adalah produk yang diturunkan dari darah, pasien berisiko tertular infeksi virus dan penyakit dari pendonor. Bukan itu saja, menggunakan lem fibrin juga dikenai biaya yang lebih mahal ketimbang jahitan. Sampai di sini, silahkan pilih prosedur yang cocok untuk kamu, ya. Jika masih bingung, kamu bisa menanyakan hal-hal yang ingin kamu ketahui dengan dokter di aplikasi Halodoc

Baca juga: Harus Tahu, Ini Cara Diagnosis Pterygium

Pasca operasi, dokter akan memasang penutup mata agar kamu merasa nyaman, dan mencegah dari infeksi. Hal yang perlu diingat adalah, kamu tidak diperbolehkan untuk menggosok atau mengucek mata setelah prosedur dilakukan. Hal tersebut berguna untuk menghindari jaringan yang menempel agar tidak terlepas. Terlepas dari itu, dokter akan memberikan instruksi perawatan yang harus dilakukan, termasuk prosedur pembersihan, antibiotik, dan jadwal kunjungan selanjutnya.

Waktu pemulihan pasca operasi bisa memakan waktu selama beberapa minggu hingga beberapa bulan sampai mata benar-benar sembuh total, tanpa kemerahan atau rasa tidak nyaman. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. What to Expect with Pterygium Surgery.
Lasik2020.com. Diakses pada 2021. Pterygium Surgery.