• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Prosedur CPR untuk Selamatkan Pasien Henti Jantung

Prosedur CPR untuk Selamatkan Pasien Henti Jantung

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Prosedur CPR untuk Selamatkan Pasien Henti Jantung

“CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation merupakan prosedur pertolongan pertama yang sangat penting, untuk menyelamatkan pasien henti jantung. Prosedurnya terdiri dari kompresi dada, membuka jalur napas, dan memberi napas buatan.”

Halodoc, Jakarta – Jantung punya fungsi yang sangat vital, yaitu memompa darah ke seluruh organ tubuh. Jika jantung berhenti berdetak, aliran darah ke seluruh tubuh juga terhenti. Kondisi ini disebut dengan henti jantung atau cardiac arrest. 

Pertolongan pertama yang bisa diberikan pada pasien henti jantung adalah CPR atau Cardiopulmonary Resuscitation. Bila dilakukan dengan baik, prosedur CPR bisa menurunkan risiko kematian akibat henti jantung. Berikut ini pembahasannya.

Baca juga: Ini 5 Fakta Henti Jantung yang Perlu Diketahui

Begini Prosedur CPR sebagai Pertolongan Pertama Henti Jantung

Henti jantung terjadi ketika ada gangguan listrik pada jantung, sehingga proses memompa darah terhenti. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan otak permanen, bahkan kematian. 

Itulah sebabnya henti jantung perlu segera ditangani. Pertolongan pertama yang bisa diberikan segera adalah CPR. Prosedur yang dikenal juga dengan sebutan resusitasi jantung paru ini dapat mengembalikan kemampuan bernapas dan sirkulasi darah yang terhenti akibat henti jantung. 

Jadi, dapat dikatakan bahwa prosedur CPR perlu dilakukan secara cepat dan tepat, sebagai pertolongan pertama untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Selain karena henti jantung, CPR juga bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama untuk serangan jantung, kecelakaan, atau tenggelam. 

Sebelum melakukan CPR, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Pastikan lokasi aman untuk memberi pertolongan. Misalnya, jika pasien ditemukan di tengah jalan, pindahkan ke trotoar atau pinggir jalan yang aman. 
  • Periksa tingkat kesadaran pasien henti jantung, dengan cara memanggil atau menepuk-nepuk bahunya. Bila tidak ada respons, periksa apakah pasien masih bernapas.
  • Selanjutnya, periksa denyut nadi di pergelangan tangan atau sisi leher pasien, untuk mengetahui apakah jantung masih berdetak. 
  • Bila tidak ada respons, segera panggil ambulans, atau minta tolong pada orang di sekitar. 

Baca juga: Hati-Hati, Ini Gejala Penyakit Jantung yang Mesti Diwaspadai

Setelah memerhatikan hal-hal tersebut, langkah selanjutnya adalah melakukan prosedur CPR. Secara umum, prosedur CPR terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu compression, airways, dan breathing. Berikut ini langkah-langkahnya:

  1. Kompresi Dada (Compression)

Untuk melakukan kompresi dada, pertama-tama, letakkan salah satu telapak tangan di bagian tengah dada pasien, dan tangan yang satunya di atasnya. Lalu, tekan dada pasien henti jantung sebanyak 100-120 kali per menit.

Kecepatan tekanan adalah 1-2 tekanan per detik. Lakukan kompresi dada ini hingga pertolongan medis tiba, atau hingga pasien menunjukkan respons. 

  1. Membuka Jalur Napas (Airways)

Jika pasien henti jantung tidak kunjung menunjukkan respons, langkah selanjutnya adalah airways atau membuka jalur napas. Caranya, dongakkan kepala pasien dengan meletakkan tangan di dahinya, lalu angkat dagu pasien secara perlahan. 

  1. Bantuan Napas (Breathing)

Setelah dua langkah tadi, pasien belum menunjukkan tanda-tanda pernapasan? Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan adalah memberi bantuan napas dari mulut. 

Caranya, jepit hidung pasien henti jantung, lalu posisikan mulut kamu di mulutnya. Berikan napas dengan cara meniupkan udara dari mulut sebanyak dua kali. Lakukan ini sambil memerhatikan apakah dada pasien mengembang dan mengempis seperti sedang bernapas. 

Bila dada pasien tidak mengembang dan mengempis, berarti pemberian napas buatan belum benar. Cobalah perbaiki posisi leher pasien, atau periksa apakah ada sumbatan di jalan napasnya. 

Setelah itu, lakukan lagi kompresi dada sebanyak 30 kali, lalu selingi dengan 2 kali pemberian napas buatan. Lakukan siklus ini hingga bantuan medis atau ambulans datang, atau hingga pasien mulai bernapas dan bergerak. 

Penting untuk dipahami bahwa jika kamu belum terlatih atau belum menguasai prosedur CPR, sebaiknya lakukan kompresi dada saja (hands only CPR). Jangan memberikan napas buatan. 

Baca juga: Pola Makan Sehat Bagi Pengidap Jantung Koroner

Itulah pembahasan mengenai prosedur CPR sebagai pertolongan pertama untuk henti jantung. Prosedur ini sangat penting untuk dilakukan sesegera mungkin untuk meningkatkan peluang pasien untuk bertahan hidup. 

Jadi, penting untuk mempelajari prosedur ini, agar kamu bisa menyelamatkan nyawa orang terdekat yang mengalami henti jantung atau kondisi gawat darurat lainnya. 

Kondisi gawat darurat bisa terjadi kapan saja. Penting untuk selalu sedia peralatan P3K kapan saja. Bila kamu butuh beli peralatan P3K, misalnya perban untuk luka, kamu bisa download dan gunakan aplikasi Halodoc.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Cardiac Arrest.
WebMD. Diakses pada 2021. Sudden Cardiac Arrest: Why It Happens.
American Heart Association. Diakses pada 2021. What is CPR?
American Red Cross Training Services. Diakses pada 2021. CPR Steps.