Prosedur Cuci Darah Jika Alami Gagal Ginjal

Ditinjau oleh  dr. Verury Verona Handayani   06 Juni 2019
Prosedur Cuci Darah Jika Alami Gagal GinjalProsedur Cuci Darah Jika Alami Gagal Ginjal

Halodoc, Jakarta - Proses cuci darah sebenarnya tidak menyebabkan seseorang yang melakukannya merasa kesakitan atau tidak nyaman. Namun, selama beberapa dari mereka mungkin akan mengalami sakit kepala, mual, muntah, kram, tekanan darah turun, mudah lelah, dan kulit menjadi kering atau gatal.

Baca juga: Cuci Darah Bisa Sebabkan Kerusakan Tulang, Benarkah?

Walaupun hal di atas bisa saja terjadi, cuci darah tidak akan mengganggu aktivitas pengidap. Banyak pengidap yang melakukan cuci darah, tetapi tetap memiliki kualitas hidup yang baik. Mereka masih bisa bekerja atau melanjutkan sekolah. Dengan kata lain, cuci darah bukanlah halangan untuk melakukan berbagai aktivitas seperti berenang, berolahraga, mengemudi, atau bahkan berlibur, jika tidak ada keluhan setelah menjalani cuci darah.

Cuci darah merupakan tindakan pertolongan terhadap kerusakan organ ginjal. Pada pengidap gagal ginjal, cuci darah juga bisa membantu mengendalikan tekanan darah serta mengatur kadar mineral dan elektrolit dalam tubuh.

Prosedur Cuci Darah

Tahap pertama yang akan dilakukan dokter untuk memulai prosedur cuci darah adalah memeriksa kondisi kesehatan tubuh pengidap. Pemeriksaan fisik seperti tekanan darah, suhu tubuh, dan berat badan akan dilakukan. Kemudian akses cuci darah yang sudah dibuat sebelumnya dibersihkan untuk pemasangan jarum.

Dua buah jarum yang terhubung dengan selang cuci darah kemudian dipasang pada titik akses yang sebelumnya sudah dibuat pada tahap persiapan. Satu buah jarum akan mengalirkan darah ke mesin cuci darah, sedangkan satu jarum lainnya akan mengalirkan darah dari mesin cuci darah ke dalam tubuh.

Baca juga: Pengidap Gagal Ginjal Kronis Juga Bisa Bertahan Lebih Lama

Darah akan mengalir melalui selang steril tersebut menuju alat cuci darah. Kelebihan cairan pada tubuh serta zat-zat sisa metabolisme akan dibuang setelah melewati membran khusus. Darah yang sudah mengalami proses cuci darah lalu dikembalikan pada tubuh menggunakan pompa khusus.

Selama prosedur berlangsung, pengidap diperbolehkan untuk melakukan kegiatan santai seperti menonton televisi, membaca, atau tidur. Meski begitu, pengidap harus tetap berada di tempat tidur. Pengidap pun dapat memberitahukan dokter atau perawat jika ada hal yang tidak nyaman dirasakan selama prosedur cuci darah berlangsung.

Durasi cuci darah biasanya berlangsung sekitar 2,5 sampai 4,5 jam, dan dilakukan 2-3 kali seminggu. Setelah cuci darah selesai, jarum akan dicabut dari lokasi akses cuci darah, serta bekas tusukan jarum ditutup rapat dan diikat kencang supaya pengidap tidak mengalami pendarahan. Untuk memastikan berapa banyak cairan yang dibuang, dokter dan perawat akan menimbang kembali berat badan pengidap.

Baca juga: Gagal Ginjal Kronis Perlu Cuci Darah

Cuci darah adalah salah satu dari 3 terapi pengganti ginjal, di samping continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) atau cuci darah melalui perut, dan transplantasi ginjal. Pada orang yang mengalami kerusakan ginjal yang tidak bisa diperbaiki kembali (gagal ginjal kronis), diberikan 3 terapi pengganti ginjal tersebut.

Beberapa orang yang masih memenuhi syarat untuk transplantasi ginjal, bisa menjalani prosedur cuci darah sebagai pengobatan sementara hingga mendapatkan donor ginjal. Setelah mendapatkan donor ginjal, pengidap tersebut akan menjalani operasi transplantasi atau cangkok ginjal, supaya tidak perlu menjalani prosedur cuci darah kembali.

Nah, itulah prosedur cuci darah yang dijalani oleh pengidap gagal ginjal. Kamu dapat berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai gangguan gagal ginjal yang kamu alami untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google.



Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan