• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Prosedur Pemasangan Gigi Palsu Berdasar Jenisnya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Prosedur Pemasangan Gigi Palsu Berdasar Jenisnya

Prosedur Pemasangan Gigi Palsu Berdasar Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 02 Desember 2021
Prosedur Pemasangan Gigi Palsu Berdasar Jenisnya

“Gigi palsu atau gigi tiruan memiliki fungsi yang sama dengan gigi asli. Jenis gigi ini biasanya dipasang untuk menggantikan gigi asli yang tanggal, patah, atau rusak. Jika area gigi yang ompong dibiarkan saja, maka struktur tulang rahang akan berubah, sehingga wajah jadi asimetris.”

Halodoc, Jakarta – Selain memiliki fungsi yang sama dengan gigi asli, gigi tiruan mampu mengembalikan bentuk asli pipi dan mulut. Selain itu, senyum tampak lebih indah dipandang, sehingga penampilan terlihat lebih muda bagi orang tua. Adanya gigi membuat kemampuan bicara menjadi lebih baik.

Pemasangan Gigi Palsu Sesuai dengan Jenisnya

Langkah menentukan jenis gigi tiruan akan disesuaikan dengan kondisi rongga mulut pasien. Oleh karena itu, prosedurnya harus dilakukan oleh dokter ahli, karena berkaitan dengan mulut dan gigi secara menyeluruh. Secara umum, gigi tiruan dibedakan menjadi dua, yaitu lepas pasang dan permanen.

Kemudian, kedua kelompok tersebut dibedakan berdasarkan beberapa jenis. Jika masih bingung, berikut ini penjelasan masing-masing, di mulai dari proses pemasangan gigi tiruan yang dapat dilepas pasang.

1. Gigi Berbahan Dasar Akrilik

Gigi jenis ini biasa dipasang pada geraham kiri dan kanan atas. Gigi berbahan dasar akrilik ini termasuk gigi tiruan sebagian. Dipasang menggunakan kawat untuk menyambungkan gigi-gigi yang masih tersisa pada rahang. Gigi berbahan akrilik ini biasanya dipasang jika hanya 1-2 gigi yang hilang.

2. Gigi Berbahan Lentur

Gigi berbahan lentur terbuat dari valplast, yang umumnya dipakai untuk gigi geraham kiri dan kanan bagian bawah. Gigi ini tidak membutuhkan kawat untuk menempel di gusi. Warnanya pun lebih mudah disesuaikan dengan warna gusi, dan memiliki bentuk yang lebih tipis ketimbang akrilik.

3. Gigi Tiruan Lengkap

Gigi lepas pasang ini bisa menjadi pilihan oleh orang yang tidak memiliki satu gigi pun alias ompong. Dipasang di seluruh bagian gigi, dan dapat terbuat dari bahan akrilik atau valplast. Gigi tiruan jenis ini umumnya dipakai oleh lansia, baik wanita atau pria.

Itulah beberapa jenis gigi palsu yang dapat dilepas pasang. Nah, berikut ini adalah jenis gigi palsu permanen:

1. Dental Implant

Prosedurnya dilakukan menggunakan sekrup implan, yang lebih dulu ditanamkan dalam rahang lewat prosedur operasi pembedahan. Jenis gigi palsu permanen ini dapat digunakan untuk mengganti satu gigi, atau seluruh gigi yang tanggal.

2. Dental Bridge

Jenis gigi palsu permanen selanjutnya digunakan untuk menggantikan gigi geraham bagian bawah. Prosedurnya dilakukan dengan cara merekatkan gigi dengan gigi-gigi asli di sebelahnya.

Butuh Waktu untuk Beradaptasi

Jika dipakai dengan posisi yang tepat dan nyaman, gigi tiruan tidak akan terdeteksi, karena sekilas terlihat sama persis dengan gigi asli. Jika menggunakan gigi tiruan lepas pasang, membutuhkan beberapa waktu untuk membiasakan diri, karena gusi akan terasa sakit saat selama proses lepas pasang.

Menggunakan gigi tiruan permanen pun membutuhkan sedikit waktu agar mulut terasa nyaman saat digunakan untuk beraktivitas. Mulailah konsumsi makanan dengan tekstur lunak, kemudian dipotong dalam ukuran kecil. Setelah terbiasa, kamu bisa kembali ke pola makan normal.

Jangan konsumsi makanan dengan tekstur keras dan lengket. Kamu juga tidak bisa mengunyah permen karet. Di awal penggunaan, gigi tiruan akan rentan copot jika tidak hati-hati menggunakannya. Produksi air liur pun meningkat, tetapi akan kembali normal seiring dengan waktu.

Segera Periksakan Diri ke Dokter Jika Mengalaminya

Selama masih menggunakan gigi tiruan, kamu disarankan untuk melakukan pemeriksaan berkala. Tujuannya adalah memantau kondisi gigi dan mulut, serta mengetahui adanya masalah terkait yang ditimbulkan oleh gigi palsu. Jika dirawat dengan cara yang benar, gigi tiruan dapat bertahan beberapa tahun.

Namun, gigi dan tulang rahang bisa saja menyusut. Hal tersebut membuat gigi tiruan akan goyang karena tempatnya yang menjadi longgar atau aus. Segera buat janji temu dengan dokter gigi di rumah sakit terdekat lewat aplikasi Halodoc jika kamu mengalami sejumlah keluhan ini, ya:

  • Gigi terasa tidak pas pada tempatnya.
  • Gigi terasa tidak nyaman.
  • Gigi palsu terlihat aus.
  • Mengalami sakit pada gusi.
  • Mengalami bau mulut akibat penggunaan gigi tiruan.

Sejumlah kondisi tersebut menandakan jika gigi tiruan harus segera diganti, dengan menyesuaikan kondisi gusi saat ini. Rasa tidak nyaman dan posisi yang salah dapat memicu sariawan, yang berujung pada bau mulut dan gangguan kesehatan lainnya. Untuk informasi kesehatan gigi lainnya, segera download Halodoc sekarang!

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2021. Dental Health and Dentures.
NHS UK. Diakses pada 2021. Dentures (false teeth).
Medicine Net. Diakses pada 2021. Dentures.