Begini Prosedur Pemeriksaan Kanker oleh Spesialis Radiologi

Radiologi

Halodoc, Jakarta - Radiologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari organ dalam tubuh manusia menggunakan teknik pencitraan dengan gelombang elektromagnetik atau gelombang mekanik. Sedangkan radiolog merupakan dokter atau ahli radiologi yang khusus mempelajari ilmu radiologi. Radiolog akan bertindak sebagai konsultan ahli guna menentukan pemeriksaan yang dibutuhkan.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini Langkah-Langkah Pemeriksaan X-Ray

Setelah hasil pemeriksaan telah keluar, radiolog akan mengevaluasi hasil dari pencitraan yang dilakukan. Setelah mengevaluasi, kemudian ahli radiologi akan memutuskan pengobatan apa yang sesuai dengan kondisi peserta. Pemeriksaan radiologi dikhususkan untuk penyakit-penyakit yang membutuhkan pemeriksaan cepat, dan tepat, seperti kanker. Ketahui prosedur pemeriksaan kanker oleh spesialis radiologi berikut!

Begini Prosedur Pemeriksaan Kanker oleh Spesialis Radiologi

Sebelum melakukan pemeriksaan, peserta diwajibkan untuk mengikuti saran dokter guna mendapatkan hasil pemeriksaan yang maksimal. Prosedur pemeriksaan akan  tergantung dari jenis pemeriksaan yang dijalani. Begini masing-masing prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan oleh spesialis radiologi:

  • Pemeriksaan Foto Rontgen

Dalam pemeriksaan ini, bagian dalam tubuh peserta akan dipindai dalam bentuk gambar dua dimensi dengan menggunakan mesin dengan radiasi sinar-X.

  • Pemeriksaan Fluoroskopi

Sama halnya dengan pemeriksaan foto rontgen, pemeriksaan fluoroskopi juga dilakukan dengan menggunakan sinar-X guna menampilkan gambar bagian dalam tubuh. Bedanya, pada pemeriksaan fluoroskopi akan menampilkan bagian dalam tubuh peserta dalam bentuk video.

Baca juga: Rontgen Dada untuk Pemeriksaan Infeksi Saluran Pernapasan

  • Pemeriksaan Ultrasound (USG)

Dalam pemeriksaan USG, pemeriksaan akan dilakukan dengan menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi yang diarahkan ke bagian tubuh yang akan diperiksa. Kemudian, gelombang suara tersebut akan memantul saat mengenai objek padat, seperti organ dalam tubuh atau tulang. 

Pantulan gelombang suara yang memantul tersebut kemudian akan ditangkap oleh alat yang bernama probe yang ditempelkan ke permukaan tubuh peserta. Pantulan gelombang suara ini kemudian diolah dengan komputer menjadi gambar dua dimensi atau tiga dimensi. Umumnya pemeriksaan USG berlangsung selama 20-40 menit.

  • Pemeriksaan CT Scan

Pemeriksaan CT scan bertujuan menampilkan gambar bagian dalam tubuh peserta dengan lebih jelas dari berbagai sudut. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan mesin pemancar sinar-X yang dilengkapi dengan sistem komputer khusus yang akan menampilkan gambar organ tubuh yang dipindai secara detail. Pemeriksaan ini umumnya memakan waktu selama 20-60 menit.

  • Pemeriksaan MRI

Pemeriksaan MRI merupakan salah satu metode yang dapat digunakan guna melihat kondisi organ-organ dalam tubuh. MRI sendiri akan berbeda dengan pemeriksaan lain yang dilakukan dengan menggunakan mesin yang dilengkapi dengan medan magnet kuat. Medan magnet kuat ini yang akan menghasilkan gambar bagian dalam tubuh peserta secara detail. Pemeriksaan ini memakan waktu yang cukup lama, yaitu satu jam lebih.

Pemeriksaan-pemeriksaan di atas tidak hanya dilakukan sekali saja, apalagi jika kamu tengah mengidap penyakit berbahaya, seperti kanker. Pemeriksaan bisa saja dilakukan beberapa kali guna memantau pertumbuhan kanker dalam tubuh peserta, serta mempercepat proses penyembuhan peserta.

Baca juga: Bisakah X-Ray Sebabkan Efek Samping?

Meskipun pemeriksaan radiologi dinilai cukup aman dijalani karena jarang menimbulkan efek samping setelahnya, tidak menutup kemungkinan bagi peserta untuk mengalami efek samping dari pemeriksaan ini. Di antaranya adalah mual, muntah, gatal, pusing, adanya sensasi rasa logam di mulut, serta menurunnya tekanan darah dengan drastis. 

Untuk lebih jelasnya mengenai prosedur pemeriksaan radiologi, lebih baik kamu berdiskusi langsung dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Penanganan yang tepat bisa mencegah kamu dari komplikasi berbahaya. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk,  download aplikasinya segera!