Prosedur Pemeriksaan Polip Hidung dengan Nasal Endoskopi

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Prosedur Pemeriksaan Polip Hidung dengan Nasal Endoskopi

Halodoc, Jakarta - Penyakit polip hidung bisa berkembang dari selaput lendir di hidung atau sinus yang mengalami peradangan dan membengkak. Kondisi ini umumnya berkembang dalam jangka waktu yang cukup panjang. Polip yang tumbuh cukup besar pada permukaan lapisan saluran napas bisa sebabkan gangguan napas atau infeksi. Oleh karena itu, lakukan beberapa langkah ini untuk mencegah komplikasi.

Salah satu pengobatan yang bisa dilakukan adalah nasal endoskopi. Prosedur medis ini dilakukan oleh seorang otolaringologi atau ahli THT. Prosedur bisa dilakukan dengan menggunakan alat berupa tabung tipis dan kaku dengan serat kabel optik. Alat ini juga terhubung dengan kamera video dan sumber cahaya yang akan menampilkan gambar pada layar. 

Baca juga: Bahayakah Polip Hidung Bagi Pernapasan?

Mengapa Seseorang Perlu Melakukan Nasal Endoskopi?

Nasal endoskopi penting dilakukan untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan pada bagian telinga, hidung, maupun tenggorokan. Pemeriksaan ini juga penting dilakukan untuk mengatasi penyumbatan pada hidung, mimisan, rhinosinusitis, tumor pada hidung, atau kondisi saat seseorang kehilangan kemampuan untuk mencium. Melalui prosedur ini, dokter bisa mendapatkan perincian spesifik seperti area pembengkakan jaringan hidung atau terjadinya perdarahan.

Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Operasi Polip Hidung

Bagaimana Prosedur Melakukan Nasal Endoskopi?

Sebelum melakukan prosedur ini, pengidap polip hidung terlebih dulu diberikan anestesi. Atau bisa juga disemprotkan cairan dekongestan topikal pada bagian hidung. Setelahnya, dokter memasukkan alat endoskop melalui satu sisi hidung.

Saat alat masuk ke dalam lubang hidung, rasa tidak nyaman pasti dirasakan pengidapnya. Apabila hal ini terjadi, penting untuk memberitahukannya pada dokter. Dokter akan memberikan lebih banyak anestesi lokal atau ukuran alat endoskopi yang lebih kecil. Alat akan didorong lebih dalam untuk melihat bagian rongga hidung dan sinus dan mengulangi pemeriksaan yang sama untuk lubang hidung lainnya. Jika diperlukan, dokter akan melakukan biopsi atau pengambilan sampel jaringan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Usai pemeriksaan ini, tidak jarang terjadi mimisan. Penting untuk segera memeriksa kembali ke dokter jika mimisan tidak kunjung berhenti. Minta juga pada dokter untuk menjelaskan instruksi spesifik apa yang harus diikuti, termasuk apa yang harus dilakukan, dan hal yang harus dihindari saat beraktivitas sehari-hari.

Apakah Nasal Endoskopi Aman Dilakukan?

Nasal endoskopi umumnya aman dilakukan. Tetapi, tidak menutup kemungkinan akan terjadi komplikasi akibat prosedur ini. Beberapa komplikasi yang muncul adalah mimisan, pingsan, reaksi alergi, atau reaksi lain terkait anestesi atau dekongestan. Risiko perdarahan bisa jadi lebih besar apabila sebelum pemeriksaan, seseorang mengonsumsi obat pengencer darah atau memiliki riwayat kelainan darah.

Siapa yang Memerlukan Endoskopi Hidung?

Tidak hanya pengidap polip hidung saja yang disarankan melakukan pemeriksaan ini, terdapat beberapa kondisi lain yang perlu melakukan nasal endoskopi, yaitu: 

  • Mereka yang mengeluhkan hidung tersumbat atau terasa penuh;

  • Pengidap sinusitis (radang pada saluran sinus, ditandai dengan sering timbulnya nyeri pada daerah wajah);

  • Tumor hidung (benjolan abnormal pada rongga hidung);

  • Mimisan.

Baca juga: 7 Gangguan Hidung yang Perlu Kamu Ketahui 

Jika kamu ingin  mendiskusikan lebih lanjut mengenai nasal endoskopi atau pengobatan lain untuk atasi polip hidung, kamu bisa chat dengan dokter di aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Nasal polyps.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2019. Nasal Endoscopy.