• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Prosedur Rontgen Dada untuk Deteksi Gagal Jantung Kongestif

Prosedur Rontgen Dada untuk Deteksi Gagal Jantung Kongestif

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Prosedur Rontgen Dada untuk Deteksi Gagal Jantung Kongestif

Halodoc, Jakarta - Gagal jantung atau heart failure adalah kondisi saat pompa jantung melemah, sehingga ia tak mampu mengalirkan darah yang cukup ke seluruh tubuh. Dalam dunia medis, kondisi ini juga dikenal dengan istilah gagal jantung kongestif. Ada beberapa hal yang menjadi pemicu seseorang bisa alami gagal jantung, misalnya hipertensi, anemia, dan penyakit jantung.  

Sebagai langkah awal, ada beberapa tes penunjang yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis gagal jantung pada seseorang. Salah satu tes tersebut adalah rontgen dada atau disebut juga dengan X-ray. Sementara jika kondisi terjadi secara tiba-tiba, dokter akan melakukan tindakan penanganan terlebih dahulu untuk menstabilkan kondisi pasien, baru melakukan tes penunjang. Yuk, pahami seluk beluk rontgen dada untuk deteksi gagal jantung kongestif melalui ulasan berikut!

Baca juga: Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Gagal Jantung Kongestif

Rontgen Dada untuk Deteksi Gagal Jantung

Rontgen dada adalah prosedur yang memanfaatkan radiasi ion dosis kecil untuk menghasilkan gambar bagian dalam dada. Secara umum prosedur ini bisa digunakan untuk mengevaluasi kinerja paru-paru, jantung, dan dinding dada. Sehingga, prosedur ini yang hanya bisa deteksi gagal jantung kongestif saja, ia juga bisa membantu mendiagnosis gejala seperti sesak napas, batuk terus-menerus, demam, nyeri atau cedera dada. 

Prosedur Ini juga dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis dan memantau pengobatan untuk berbagai kondisi paru-paru seperti pneumonia, emfisema dan kanker. Karena rontgen dada cepat dan mudah dilakukan, ia sangat berguna dalam diagnosis dan perawatan darurat.

Fungsi lain dari rontgen dada adalah untuk melihat ukuran dan bentuk jantung. Kelainan ukuran dan bentuk jantung bisa mengindikasikan masalah fungsi jantung. Dokter juga menggunakan prosedur rontgen dada untuk memantau jantung setelah operasi. Dokter dapat memeriksa untuk melihat apakah ada bahan yang ditanamkan di tempat yang tepat, dan mereka dapat memastikan kamu tidak mengalami kebocoran udara atau penumpukan cairan.

Sementara itu, gagal jantung kongestif dapat terlihat dari pembesaran jantung, bayangan dapat menunjukkan dilatasi/hipertrofi bilik atau perubahan pembuluh darah yang kemudian mencerminkan peningkatan tekanan pulmonalis.

Kamu juga bisa berdiskusi dengan dokter di Halodoc mengenai prosedur rontgen dada untuk deteksi penyakit jantung atau cara lain yang bisa diagnosis penyakit jantung. Terlebih jika kamu mengalami gejala gangguan pada jantung seperti sesak napas atau detak jantung terasa lebih cepat. Ingat, penanganan awal adalah hal yang penting untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Baca juga: 7 Penyakit Ini Bisa Diketahui dari Rontgen Dada

Seperti Apa Prosedur Pemeriksaan Rontgen Dada?

Tak banyak persiapan yang perlu kamu lakukan untuk melakukan rontgen dada. Kamu mungkin hanya perlu harus melepas perhiasan, kacamata, tindikan badan, atau logam lainnya. Beri tahu dokter juga jika kamu memiliki alat implan bedah, seperti katup jantung atau alat pacu jantung. Dokter mungkin memilih rontgen dada jika memiliki implan logam. Pasalnya pemindaian lain, seperti MRI, dapat berisiko bagi orang yang memiliki implan logam di tubuhnya.

Sebelum melakukannya, kamu akan menggunakan pakaian khusus. Rontgen dada pun akan dilakukan di ruangan khusus dengan kamera bergerak yang terpasang pada lengan logam besar. Kamu akan berdiri di samping "piring". Pelat ini dapat berisi film sinar-X atau sensor khusus yang merekam gambar pada komputer. Kamu juga akan diminta mengenakan celemek timah untuk menutupi alat kelamin. Ini karena sperma dan sel telur wanita bisa rusak akibat radiasi.

Teknisi akan memberi tahu cara berdiri dan akan merekam tampilan depan dan samping dada. Saat gambar diambil, kamu harus menahan napas agar dada tetap diam. Jika kamu bergerak, gambar mungkin menjadi buram. Ketika radiasi melewati tubuh dan ke piring, bahan yang lebih padat, seperti tulang dan otot-otot jantung akan tampak putih. Pemeriksaan ini memakan waktu kurang lebih 2p menit. 

Baca juga: Disebut Silent Killer, Seberapa Bahaya Gagal Jantung Kongestif?

Dokter biasanya akan menjamin keamanan dari prosedur ini karena efek paparan radiasi cukup kecil. Manfaat diagnostik dari pemeriksaan ini pun jauh lebih besar. Namun, dokter tidak merekomendasikan rontgen dada jika kamu sedang hamil. Ini karena radiasi dapat membahayakan bayi di dalam kandungan. 

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2020. Heart Failure.
Healthline. Diakses pada 2020. Chest X-Ray.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Heart Failure.