• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Prosedur USG Payudara untuk Deteksi Kista Payudara

Begini Prosedur USG Payudara untuk Deteksi Kista Payudara

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Payudara menjadi salah satu anggota tubuh pada wanita yang begitu berharga. Tidak hanya anggota tubuh yang lain, wanita dapat melakukan pemeriksaan USG payudara untuk memastikan kesehatan payudara. USG payudara, yang dikenal dengan USG Mammae adalah cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi gangguan payudara sejak dini.

Baca juga: Usia yang Tepat untuk Menjalani Tes Mammografi

Banyak gangguan pada payudara yang bisa dideteksi dengan melakukan USG payudara, salah satunya adalah kista payudara. Dilansir dari American Cancer Society, USG payudara dapat dilakukan ketika wanita mengalami perubahan payudara, seperti munculnya kista yang berisi cairan yang sulit diidentifikasi melalui mammogram. USG payudara bekerja menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi atau ultrasonik. Gelombang ini akan muncul dari mesin khusus yang menghasilkan gambar mengenai jaringan dan struktur dalam bagian payudara.

Prosedur USG Payudara untuk Deteksi Kista Payudara

Tidak hanya wanita yang mengalami perubahan atau dideteksi adanya gangguan pada payudara, beberapa kelompok wanita juga disarankan untuk melakukan USG payudara, seperti wanita yang memiliki usia di bawah 25 tahun, wanita yang hamil dan menyusui, serta wanita dengan implan silikon. Dilansir dari Medical News Today, kelompok wanita tersebut disarankan untuk menggunakan USG payudara untuk melakukan pengecekan kesehatan payudara dan sebaiknya menghindari pemeriksaan dengan menggunakan sinar radiasi.

Baca juga: USG di Payudara, Ini Kegunaan Mammografi

Ada beberapa prosedur yang perlu diketahui para wanita sebelum melakukan USG payudara, di antaranya:

1. Persiapan USG Payudara

Sebelum melakukan USG payudara, hindari penggunaan krim atau losion pada area payudara. Selain itu, hindari penggunaan perhiasan ketika kamu akan melakukan USG payudara. Benda logam yang digunakan saat melakukan USG payudara dapat sebabkan hasil USG kurang akurat. Sebaiknya gunakan kemeja atau pakaian yang memiliki kancing depan untuk memudahkan proses USG payudara dilakukan.

2. Pemeriksaan USG Payudara

Sebelum melakukan USG payudara, biasanya dokter melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. USG payudara umumnya berlangsung tidak terlalu lama, yaitu sekitar 15-20 menit. Selama menjalani proses pemeriksaan, pasien akan tidur miring dan diminta untuk mengangkat lengan pada bagian payudara yang diperiksa di atas kepala. Proses pemeriksaan juga tidak berbeda dengan USG kehamilan, dokter akan mengoleskan gel pada area payudara yang diperiksa. Setelah itu, transduser akan bekerja dan memperlihatkan hasil USG payudara pada monitor.

Segera Lakukan Pemeriksaan Payudara Sedari Dini

Jika pemeriksaan menunjukkan adanya kista, tumor, atau pertumbuhan jaringan lain dalam payudara, kondisi ini akan terlihat sebagai titik hitam pada payudara. Namun perlu diperhatikan, benjolan yang muncul pada payudara bukan berarti kamu mengalami kanker payudara. Ada kondisi yang menyebabkan munculnya benjolan pada hasil USG payudara, seperti adanya tumor jinak, perubahan hormon, dan lemak pada payudara.

Baca juga: Bolehkah Ibu Menyusui Menjalani Tes Mammografi?

Jika benjolan yang dialami disertai dengan gejala lain yang merujuk pada penyakit kanker payudara, tentu dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti MRI. Tidak ada salahnya untuk lakukan pemeriksaan payudara sendiri sejak dini, kebiasaan ini tentunya akan menghindari kamu dari berbagai gangguan yang muncul pada payudara. 

Selain itu, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghindari adanya gangguan kesehatan pada payudara, seperti hindari gaya hidup yang kurang baik dan lakukan pola makan sehat serta rutin lakukan olahraga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Breast Ultrasound
American Cancer Society. Diakses pada 2020. Breast Ultrasound
Medical News Today. Diakses pada 2020. What to Expect During a Breast Ultrasound