• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Proses Pap Smear yang Dapat Mendeteksi Kanker Serviks

Proses Pap Smear yang Dapat Mendeteksi Kanker Serviks

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Proses Pap Smear yang Dapat Mendeteksi Kanker Serviks

“Pap smear adalah prosedur untuk memeriksa kanker serviks pada wanita. Pemeriksaan ini bisa mendeteksi perubahan pada sel serviks yang menunjukkan adanya calon kanker di masa depan. Meskipun proses pap smear terasa tidak nyaman, tapi durasinya berlangsung singkat dan manfaatnya lebih besar.”

Halodoc, Jakarta – Pap smear menjadi prosedur untuk memeriksa kanker serviks wanita. Pemeriksaan ini dilakukan pada sel-sel dari leher rahim, ujung rahim yang lebih rendah dan sempit yang berada di bagian atas vagina. Mendeteksi kanker serviks sejak dini dengan pap smear memberikan peluang lebih besar untuk sembuh. 

Pap smear juga bisa mendeteksi perubahan pada sel serviks yang menunjukkan apakah ada calon kanker yang bisa berkembang di kemudian hari. Mendeteksi sel-sel abnormal dengan pap smear sejak normal adalah langkah pertama untuk menghentikan kemungkinan perkembangan kanker serviks. Lantas, bagaimana proses pemeriksaan pap smear?

Baca juga: Mitos Tentang Ciri Kanker Serviks yang Terbukti Salah

Begini Proses Pemeriksaan Pap Smear

Dokter biasanya melakukan pap smear selama pemeriksaan panggul ginekologi. Sebuah alat yang dinamakan spekulum dimasukkan ke dalam vagina sehingga dokter bisa memeriksa serviks. Kemudian, sampel sel serviks diambil menggunakan kuas atau spatula dan diuji di laboratorium. 

Proses selama pemeriksaan pap smear mungkin terasa tidak nyaman, namun durasinya sangat cepat. Selama prosedur, pasien akan berbaring telentang di meja pemeriksaan dengan kaki terentang dan bertumpu pada penyangga yang disebut sanggurdi. 

Jika memungkinkan, hindari melakukan pap smear selama menstruasi, terutama jika alirannya sedang deras. Hal ini bisa mempengaruhi hasil tes. Namun, jika seseorang hanya memiliki kesempatan untuk menjalani pemeriksaan saat menstruasi, sebaiknya tetap lakukan daripada tidak sama sekali. 

Pasien tidak boleh melakukan douche atau memasukkan apa pun ke dalam vagina untuk membersihkannya sebelum pemeriksaan. Karena dokter tidak merekomendasikan douching setiap saat. 

Setelah pemeriksaan, kamu mungkin merasakan sedikit tidak nyaman akibat gesekan atau sedikit kram. Kamu juga bisa mengalami pendarahan vagina yang sangat ringan setelah pemeriksaan. Beri tahu dokter melalui aplikasi Halodoc  jika ketidaknyamanan atau pendarahan berlanjut beberapa hari setelah pemeriksaan.

Baca juga: Pentingnya Cek Kanker Serviks Setiap Tahun

Hasil Setelah Pemeriksaan Pap Smear

Hasil pemeriksaan pap smear akan diketahui setelah menunggu 1-3 minggu. Seseorang bisa mendapatkan hasil tes negatif, bisa juga positif. Berikut ini kemungkinan hasil yang keluar setelah pap smear:

  • Pap Smear Normal

Jika hasilnya normal, itu artinya tidak ada sel abnormal yang teridentifikasi. Hasil normal terkadang juga disebut negatif. Jika hasil pemeriksaan normal, kemungkinan tidak memerlukan pemeriksaan pap smear selama tiga tahun ke depan.

  • Tidak Jelas

Terkadang pemeriksaan pap smear menunjukkan hasil yang ambigu. Dokter kemungkinan akan meminta pasien untuk menjalani beberapa kali tes untuk memantau setiap perubahan. Tes tambahan ini biasanya dilakukan segera setelah tes pertama atau sekitar 6 bulan kemudian. 

  • Tidak Normal

Jika hasil tes menunjukkan tidak normal, ini bukan berarti kamu menderita kanker. Hal ini berarti ada sel-sel abnormal pada leher rahim, beberapa di antaranya bisa menjadi prakanker.

Ada beberapa tingkat sel abnormal, yaitu atypia, ringan, moderat, displasia parah, dan karsinoma in situ. Sel abnormal yang lebih ringan sering terjadi dibanding abnormalitas yang parah. 

Tergantung pada hasil tes, dokter akan merekomendasikan beberapa tindakan berikut setelahnya:

  • Meningkatkan frekuensi pap smear.
  • Melihat lebih dekat jaringan serviks dengan prosedur yang disebut kolposkopi. 

Baca juga: 7 Kelompok Wanita yang Berisiko Alami Kanker Serviks

Selama pemeriksaan kolposkopi, dokter akan menggunakan cahaya dan pembesaran untuk melihat jaringan vagina dan serviks dengan lebih jelas. Pada beberapa kasus, dokter juga mengambil sampel jaringan serviks untuk prosedur biopsi. 

Seberapa akurat hasilnya? Pap smear sangat akurat. Skrining ini bisa mengurangi tingkat kanker serviks dan kematian setidaknya 80 persen. Meskipun proses pemeriksaannya terasa tidak nyaman, namun ini hanya berlangsung singkat dan besar manfaatnya untuk melindungi kesehatan. 

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Pap Smear

Healthline. Diakses pada 2021. Pap Smear (Pap Test): What to Expect

WebMD. Diakses pada 2021. Pap Smear