• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Psoriasis, Gangguan Kulit yang Dapat Dipicu Faktor Genetik

Psoriasis, Gangguan Kulit yang Dapat Dipicu Faktor Genetik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Psoriasis, Gangguan Kulit yang Dapat Dipicu Faktor Genetik

Halodoc, Jakarta – Psoriasis adalah kondisi kulit yang ditandai dengan sisik gatal, peradangan, dan kemerahan dan biasanya terjadi di kulit kepala, lutut, siku, tangan, dan kaki. Psoriasis adalah penyakit autoimun di saat sel-sel kekebalan dalam darah secara keliru mengenali sel-sel kulit yang baru diproduksi sebagai penyerang asing dan menyerangnya. 

Kondisi ini dapat menyebabkan produksi sel kulit baru yang berlebihan di bawah permukaan kulit. Sel-sel baru ini bermigrasi ke permukaan dan memaksa keluar sel kulit sebelumnya. Akibatnya timbullah sisik, gatal, dan radang psoriasis. Kondisi genetik adalah salah satu pemicu gangguan ini.

Psoriasis Bisa Dipicu oleh Kondisi Genetik

Psoriasis biasanya muncul di rentang usia 15-35 tahun. Psoriasis dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarganya. Memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit tersebut dapat meningkatkan risiko kamu mengalaminya.

Namun, jika salah satu orangtua mengidap psoriasis, kamu memiliki sekitar 10 persen kemungkinan terkena psoriasis. Jika kedua orangtua mengidap psoriasis, risikonya meningkatnya menjadi 50 persen.

Baca juga: 7 Trik Agar Psoriasis Enggak Sering Kambuh

Sekitar sepertiga orang yang didiagnosis dengan psoriasis memiliki kerabat dengan psoriasis. Para ilmuwan yang meneliti penyebab genetik psoriasis juga mengasumsikan kalau kondisi psoriasis juga disebabkan oleh masalah dengan sistem kekebalan. 

Kalau kamu memiliki masalah gangguan kesehatan kulit seperti psoriasis, pakai Halodoc saja. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik, ini rekomendasi dokter yang bisa kamu chat:

  • dr. Regitta Agusni, SpKK (K), FINSDV, FAADV. Dokter Kulit dan Kelamin yang berpraktik di RS Mitra Keluarga Pondok Tjandra. Dokter Reggita Agusni menamatkan pendidikan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi di Universitas Airlangga, dan terhimpun dalam organisasi Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).
  • dr. Brahm Udumbara Pendit, SpKK, FINSDV. Dokter Kulit dan Kelamin yang berpraktik di RS Mitra Keluarga Kemayoran dan sebagai PNS di RSPAD Gatot Subroto. Dokter Brahm Udumbara menyelesaikan studi spesialis Kulit dan Kelamin di Universitas Indonesia, dan terhimpun dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia.

Kebanyakan orang dengan psoriasis mengalami kekambuhan yang datang dan pergi secara berkala. Pengidap psoriasis juga mengalami peradangan pada persendian yang menyerupai artritis. Ini disebut arthritis psoriasis.

Selain genetik, faktor lingkungan yang dapat memicu timbulnya psoriasis mulai dari kondisi cuaca, infeksi HIV, obat-obatan seperti litium, beta-blocker, dan antimalarial, dan penggunaan kortikosteroid.

Baca juga: Wanita yang Stres Lebih Rentan Alami Psoriasis

Cedera atau trauma pada sebagian kulit kadang-kadang bisa menjadi tempat munculnya psoriasis. Infeksi juga bisa menjadi pemicunya. Orang dengan psoriasis juga memiliki risiko mengalami:

1. Limfoma.

2. Penyakit jantung.

3. Diabetes tipe 2.

4. Sindrom metabolik.

5. Depresi dan bunuh diri.

6. Konsumsi alkohol karena stres.

Memahami Tingkat Keparahan Psoriasis

Psoriasis adalah kondisi sistemik yang memengaruhi berbagai sistem tubuh dan menyebabkan kerusakan pada sistem kekebalan. Sistem kekebalan ada untuk menyelesaikan masalah yang muncul ketika zat berbahaya, seperti infeksi atau virus, menyerang tubuh. 

Peradangan berperan dalam reaksi ini. Reaksi ataupun munculnya peradangan sebagai bentuk pertahanan tubuh dapat menyebabkan kerusakan di berbagai bagian tubuh. Tingkat keparahan psoriasis tidak dapat diprediksi. 

Baca juga: Kulit Kering Bersisik, Waspada Gangguan Psoriasis

Beberapa orang mengidap gejala ringan sepanjang hidup, tetapi sebagian lagi memiliki penyakit parah. Gejala psoriasis seperti perubahan pada kulit, rambut, kuku, dan persendian disebabkan oleh respons imunologis individu yang abnormal. 

Berat badan juga dapat berkontribusi pada risiko kekambuhan psoriasis. Tidak ada cara pasti untuk mencegah psoriasis. Namun, merawat diri sendiri dengan baik, mengenali dan mengobati infeksi sejak dini, mempertahankan gaya hidup sehat dan berat badan yang sehat, menghindari penggunaan tembakau, serta membatasi konsumsi alkohol dapat membantu.

Meskipun tidak ada obat permanen, pengobatan yang disebutkan tadi dapat mengontrol keparahan dan kekambuhan psoriasis. Perawatan terbaru adalah obat suntik yang dikenal sebagai biologics. 

Meskipun obat-obatan ini dapat memiliki beberapa efek samping yang serius, banyak orang yang menjalani pengobatan ini memperoleh respons yang sangat baik. Suntikan ini digunakan untuk mengobati penyakit psoriasis dengan memblokir protein dalam sistem kekebalan, seperti tumor necrosis factor-alpha (TNF-alpha) atau interleukin 12 dan 23. 

Sel dan protein ini berkontribusi pada perkembangan psoriasis dan arthritis psoriasis. Orang yang mengidap psoriasis atau radang sendi psoriasis memiliki produksi TNF-alpha berlebih pada persendian atau kulit. 



Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Is Psoriasis Hereditary?
Medical News Today. Diakses pada 2020. Is psoriasis hereditary?
Everydayhealth. Diakses pada 2020. What Your Genes Mean for Your Psoriasis Risk.