• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Puasa Beda Durasi di Setiap Negara, Ini Alasannya

Puasa Beda Durasi di Setiap Negara, Ini Alasannya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Bulan puasa akan tiba sebentar lagi. Banyak orang yang bersukacita dengan tibanya bulan tersebut. Banyak orang yang telah membuat rencana untuk berbuka bersama, baik dengan keluarga, teman, hingga rekan kerjanya. Tidak heran banyak orang yang sangat bahagia dengan tibanya bulan ini.

Pada bulan puasa, setiap muslim wajib menahan haus dan lapar selama satu bulan dari fajar hingga matahari terbenam. Namun, tahukah kamu apabila waktu puasa di setiap negara dapat berbeda-beda durasinya? Ada yang hanya berdurasi 9 jam dan ada pula yang lamanya hingga 20 jam. Untuk mengetahui alasannya, baca penjelasannya di bawah ini!

Baca juga: Jangan Khawatir Sakit, 6 Manfaat Berpuasa

Penyebab Puasa Beda-Beda Durasinya di Tiap Negara

Di Indonesia, semua muslim wajib menahan haus dan lapar dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari, yang umumnya berkisar 13 jam lamanya. Di negara lain, lamanya seseorang untuk melakukan puasa ada yang hanya berdurasi 9 jam, seperti di Chili. Namun, ada juga yang lamanya hingga harus menahan haus dan lapar selama 21 jam. Durasi puasa di Indonesia termasuk yang berada di pertengahan.

Banyak orang yang bingung mengapa setiap negara mempunyai durasi puasa yang berbeda-beda. Nah, untuk mengetahui penyebab beda durasi dalam berpuasa pada setiap negara, berikut adalah beberapa alasan yang dapat menyebabkan hal tersebut:

  • Patokan Waktu Puasa Adalah Fenomena Alam

Alasan pertama penyebab puasa di tiap negara dapat berbeda durasinya adalah karena patokan seseorang untuk melakukan puasa adalah terbitnya fajar hingga tenggelamnya matahari. Selama itu juga, semua Muslim wajib menahan haus dan lapar. Maka dari itu, lama puasa seseorang di tiap negara dapat berbeda satu sama lain.

Lalu, apa yang menyebabkan pergantian waktu di suatu daerah dapat berbeda? Pada dasarnya, hal ini disebabkan oleh gerakan bumi yang disebut rotasi dan revolusi. Gerakan-gerakan ini dipengaruhi oleh putaran bumi dan juga matahari. Dengan begitu, lamanya sinar matahari dapat timbul di suatu daerah dapat berbeda, layaknya juga waktu shalat.

Baca juga: Puasa Bermanfaat Bagi Kesehatan, Ini Buktinya

  • Cara Rotasi dan Revolusi Memengaruhi Durasi Puasa

Rotasi bumi terjadi karena perputaran dari bumi terhadap porosnya. Bumi akan terus berotasi terhadap orbitnya, sehingga memengaruhi terjadinya siang dan malam. Saat sinar matahari menyinari suatu bagian bumi, maka hal tersebut disebut siang hari. Jika sedang tidak mendapatkannya, maka malam hari yang terjadi. Lalu, revolusi bumi adalah gerakan bumi saat memutari matahari yang dapat memengaruhi lamanya siang dan malam.

Meski begitu, semakin lama puasa yang dilakukan, maka semakin banyak pahala yang didapatkan karenanya. Selain itu, hal tersebut juga dapat meningkatkan iman jika dilakukan tanpa ada rasa paksaan. Puasa yang dilakukan secara rutin juga dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat. Maka dari itu, cobalah untuk memaksimalkan hal tersebut dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan berolahraga rutin.

Baca juga: Ini 4 Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Selain itu, kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc terkait manfaat yang didapatkan saat melakukan puasa secara rutin. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan sehari-hari!

Referensi:
The Live Mirror. Diakses pada 2020. Ramadan 2019: Longest And Shortest Fasting Hours In The World.
Al Jazeera. Diakses pada 2020. Ramadan 2017: Fasting hours around the world.