• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Puasa Bikin Awet Muda? Ini Penjelasan Medisnya

Puasa Bikin Awet Muda? Ini Penjelasan Medisnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Puasa dinilai memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Selain membantu menurunkan berat badan, membantu proses detoksifikasi tubuh, melancarkan metabolisme tubuh, puasa juga membantu mengontrol gula darah dan menjaga jantung agar tetap sehat. 

Namun, studi terbaru yang dipublikasikan dalam Journal Scientific Reports menunjukkan bahwa pembatasan kalori dan puasa memiliki efek memperpanjangan umur. Lalu, benarkah demikian?

Apa yang Terjadi pada Tubuh Selama Berpuasa?

Selama berpuasa, terdapat sejumlah perubahan metabolisme dalam tubuh. Dilansir dari laman Medical News Today, ketika tersedia karbohidrat, tubuh menggunakannya sebagai bahan bakar untuk menciptakan energi. 

Baca juga: Puasa Beda Durasi di Setiap Negara, Ini Alasannya

Namun, saat pasokan ini tidak ada, tubuh akan mencarinya dari sumber lain. Melalui proses yang disebut dengan glukoneogenesis, tubuh memperoleh glukosa dari sumber non-karbohidrat, seperti asam amino. Setelah puasa, kadar metabolit tertentu dalam darah mengalami peningkatan. Namun, terjadi pula peningkatan yang mengejutkan, yaitu produk siklus asam sitrat.

Siklus ini terjadi di bagian mitokondria dengan fungsi melepaskan energi yang tersimpan. Lalu, ada pula peningkatan kadar purin dan pirimidin yang menunjukkan adanya kenaikan sintesis protein dan ekspresi gen. Ini artinya, puasa menyebabkan sel untuk mengganti jenis dan jumlah protein yang dibutuhkan agar tetap bisa berfungsi dengan optimal. 

Lalu, Bagaimana dengan Puasa Bikin Awet Muda?

Masih bersumber dari studi yang sama, meningkatkan kadar purin dan pirimidin menjadi petunjuk para peneliti bahwa tubuh mungkin meningkatkan kadar antioksidan tertentu. Ini dibuktikan dengan adanya peningkatan substansial antioksidan jenis karnosin dan ergotionein. 

Baca juga: Pemilik Kulit Kering, Ini Cara Jaga Kesehatan saat Puasa

Seiring dengan bertambahnya usia, sejumlah metabolit dalam tubuh mengalami penurunan, termasuk leusin, isoleusin, dan asam oftalmik. Namun, ketika berpuasa, kadar ketiga jenis metabolit ini mengalami peningkatan. Inilah yang menjadi penjelasan puasa bisa membantu memperpanjang usia. 

Para peneliti percaya bahwa kenaikan antioksidan kemungkinan menjadi respons kelangsungan hidup. Pasalnya, selama tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman atau berada pada kondisi lapar, akan terjadi stres oksidatif dengan kadar yang cukup tinggi. 

Adanya produksi antioksidan dalam tubuh selama berpuasa dapat membantu menghindari beberapa potensi kerusakan yang disebabkan karena radikal bebas, termasuk faktor penuaan dini. Inilah, alasan mengapa puasa bisa membuat kamu menjadi terlihat lebih awet muda. 

Baca juga: Jaga Kualitas Tidur saat Puasa dengan 5 Cara Ini

Dilansir dari studi yang dipublikasikan dalam Nutrients, disebutkan bahwa penuaan kulit adalah proses multi-faktorial yang kompleks yang ditandai dengan penurunan tingkat kolagen yang bisa memicu terjadinya penuaan dini. 

Namun, bukan berarti kamu hanya melakukan puasa agar bisa terlihat awet muda, ya! Masih banyak hal pendukung lain yang perlu kamu lakukan, seperti memastikan bahwa tubuh mendapatkan asupan nutrisi yang baik selama puasa dan tetap aktif berolahraga. Hindari kebiasaan buruk seperti begadang, merokok, atau terlalu banyak mengonsumsi makanan manis dan berlemak ketika berbuka. 

Jika kamu merasakan ada gejala medis yang tidak kamu ketahui pada tubuh, jangan langsung membeli obat sembarangan. Kenali dulu, siapa tahu kamu mengalami masalah kesehatan tertentu. Supaya informasi yang kamu dapat lebih akurat, tanya langsung ke dokter ahlinya, tentu saja pakai aplikasi Halodoc. Kapan saja, kamu bisa kok chat dengan dokter!



Referensi: 
Medical News Today. Diakses pada 2020. Fasting Boosts Metabolism and Fights Aging.
Journal Scientific Reports. Diakses pada 2020. Diverse Metabolic Reactions Activated During 58-hr Fasting are Revealed by Non-Targeted Metabolomic Analysis of Human Blood. 
Nutrients. Diakses pada 2020. Fasting and Its Impact on Skin Anatomy, Physiology, and Physiopathology: A Comprehensive Review of the Literature.