Purple Drank, Minuman Racikan Penyebab Mac Miller Meninggal

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Mac Miller, Mac Miller Meninggal, purple drank, overdosis

Halodoc, Jakarta - Musisi Mac Miller yang memiliki nama asli Malcolm McCormick, telah meninggal secara tragis pada usia 26 tahun. Mac Miller dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (7/9) malam waktu Amerika Serikat akibat overdosis. Miller telah lama terbuka mengenai masalah yang ia hadapi terkait kecanduan pada jenis obat yang dikenal sebagai purple drank. Jenis obat ini juga diketahui sebagai penyebab meninggalnya rapper asal Amerika Serikat ini.

Purple Drank adalah racikan dari obat demam dengan dosis tinggi yang dicampur dengan minuman soda, es, dan juga permen sebagai penambah rasa. Kandungan promethazine dan kodein yang tercampur ini akan membuatnya berubah warna menjadi ungu.

Minuman ini sering digunakan untuk mendapatkan sensasi euforia dan perasaan melayang bagi peminumnya. Mudahnya akses untuk mendapatkan bahan-bahan untuk meracik purple drank, membuat minuman ini sering memakan korban.

Dampak Negatif Purple Drank bagi Tubuh

1. Pupil Mata yang Tidak Dapat Merespon Cahaya.

Pupil mata seharusnya bereaksi pada cahaya, dengan ciri mengecil dan juga membesar. Namun karena konsumsi purple drank, penglihatan dan reaksi terhadap cahaya menjadi terganggu.

2. Kehilangan Kontrol akan Tubuh

Seseorang yang berada dalam pengaruh purple drank akan kesulitan untuk mengatur pergerakan tubuhnya. Disosiasi kesadaran akan membuat mereka sulit berbicara, fokus melihat, bahkan tidak dapat merasakan anggota tubuhnya sendiri.

3. Konstipasi

Konstipasi atau sembelit adalah kondisi sulit buang air besar atau tidak bisa sama sekali. Secara umum, seseorang bisa dianggap mengalami konstipasi apabila buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu. Kandungan berbagai macam zat dalam purple drank akan mengganggu sistem pencernaan dari peminumnya dan dapat menyebabkan konstipasi parah

4. Infeksi Saluran Kencing

Kandungan zat keras dalam purple drank akan membuat ginjal bekerja dengan sangat keras. Hal ini dapat menyebabkan luka di ginjal yang berimbas pada infeksi seluruh saluran kencing. Orang yang mengidap infeksi ini akan merasakan panas dan terbakar ketika buang air kecil

5. Gagal Hati

Purple Drank merupakan senyawa yang masuk dalam kategori racun seperti alkohol. Penggunaan purple drank dalam jumlah kecil setara dengan konsumsi alkohol secara berlebihan dan dilakukan secara terus-menerus. Kandungan racun dalam alkohol dapat membuat fungsi liver mengalami kerusakan.

Sebenarnya, liver mempunyai kemampuan untuk regenerasi. Namun, jika konsumsi toksin dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus dapat mengganggu kemampuan regenerasi hati. Sehingga, semakin lama seseorang mengonsumsi toksin seperti purple drank secara berlebihan, akan menyebabkan kegagalan fungsi hati secara cepat.

6. Kecanduan

Kandungan kodein tinggi dalam purple drank dapat menyebabkan ketergantungan dan kecanduan. Zat yang berfungsi untuk meredam rasa sakit ini akan membuat tubuh anda ketagihan untuk merasakan sensasi ringan dan kebal secara terus menerus. Berhenti mendapat asupan zat ini secara tiba-tiba akan membuat orang menjadi agresif.

7. Overdosis

Mengonsumsi purple drank secara sembrono memiliki risiko yang sama dengan penggunaan narkoba jenis lain. Promethazine dan kodein yang masuk ke dalam tubuh secara terus menerus akan menghancurkan sistem tubuh. Jika purple drank ini telah melewati ambang batas ketahanan tubuh dalam mentoleransi zat kodein dan promethazine yang bercampur dengan soda serta gula, hal ini dapat menyebabkan kematian.

Itulah efek berbahaya dari purple drank penyebab kematian rapper Mac Miller. Dapatkan info penting lainnya seputar kesehatan di Halodoc, dengan cara download aplikasi Halodoc di smartphone kamu. Selain bisa mengobrol langsung dengan dokter ahli, kamu juga bisa membeli obat langsung melalui apotek antar di aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya di smartphone kamu!

Baca Juga :