• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Radiasi Sinar Handphone Berdampak pada Otak Anak, Ini Faktanya

Radiasi Sinar Handphone Berdampak pada Otak Anak, Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Di era yang serba digital seperti sekarang ini, tidak asing lagi kalau melihat anak-anak yang sudah mahir bermain gadget. Para orangtua jaman sekarang pun tidak ragu memfasilitasi handphone untuk anak-anak mereka. Padahal, sudah banyak berita, bahkan penelitian-penelitian terbaru mengenai dampak penggunaan handphone sejak masa kanak-kanak. Mulai dari masalah kecanduan, sampai dampak radiasi yang dipancarkan dari handphone. 

Sayangnya, dampak radiasi handphone masih sering diabaikan oleh para orangtua. Ini karena efek yang ditimbulkan mungkin tidak langsung terlihat maupun terasa seperti saat anak sudah kecanduan bermain handphone. Untuk meningkatkan awareness, orangtua mungkin perlu tahu lebih dalam efek radiasi handphone yang mampu memengaruhi perkembangan otak anak. 

Baca juga: Gadget atau Mainan, Hadiah Terbaik untuk Anak

Waspada Dampak Radiasi Handphone pada Otak Anak

Dilansir dari laman Penn State Edu, Profesor Dr. Henry Lai dari Universitas Washington mengatakan bahwa frekuensi radio dalam dosis kecil sekalipun dapat menumpuk seiring waktu dan menyebabkan efek yang berbahaya. Oleh sebab itu, Prof. Henry memperingatkan bahwa paparan terhadap radiasi dari pemancar nirkabel tetap harus dibatasi seminimal mungkin. 

Salah satu efek berbahaya yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan gawai dalam jangka waktu lama pada tubuh termasuk, kerusakan saraf di kulit kepala, kehilangan ingatan, kebingungan mental, nyeri sendi, kejang otot, dan lain-lain tutur Prof. Henry. 

Peneliti imajinasi otak untuk National Institute of Health, Nora D. Volkow menyimpulkan bahwa seseorang yang menggunakan gawai selama 50 menit, radiasi yang dipancarkan oleh gawai ini mampu meningkatkan aktivitas sel otak di wilayah yang paling dekat dengan antena ponsel. Hal ini dapat memberikan efek kesehatan yang sangat berbahaya. 

Profesor Lennart Hardell, ahli Onkologi dari Universitas Orebro Swedia, pun menambahkan bahwa seseorang yang mulai banyak menggunakan gawai saat remaja punya peluang sebesar 4-5 kali lebih besar mengidap kanker otak ketika dewasa. Jadi, bisa dibayangkan apa jadinya bila penggunaan gawai ini sudah dilakukan sejak masa kanak-kanak kan? 

Baca juga: Kecanduan Game Bisa Timbulkan Kejang pada Anak

Melansir dari WebMD, otak anak-anak mampu menyerap sinyal radiasi dari gawai lebih tinggi daripada orang dewasa karena jaringan otak mereka lebih menyerap, tengkorak yang lebih tipis, dan ukuran otak yang relatif lebih kecil. Itulah mengapa, efek radiasi dari gawai bisa sangat berbahaya pada anak-anak, terutama apabila penggunaannya tidak dibatasi. 

Pada kenyataannya, kemajuan teknologi saling beriringan dengan ketergantungan pada teknologi tersebut. Masalah ini tentu menjadi ancaman besar bagi masyarakat modern, terutama pada anak-anak. Oleh sebab itu, orangtua seharusnya harus punya pertimbangan yang matang saat memutuskan untuk memberi handphone kepada anak. 

Baca juga: Tips Bijak Mengatur Penggunaan Gadget pada Anak

Apabila ayah dan ibu punya kesulitan dalam mengatasi kecanduan bermain handphone pada anak yang bisa membahayakan kesehatan otaknya, hubungi dokter atau psikolog di Halodoc untuk mencari tahu tips menanganinya. Lewat fitur fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc, ayah dan ibu dapat menghubungi dokter atau psikolog kapan dan di mana saja via Chat atau Voice/Video Call.

Referensi:
Penn State Edu. Diakses pada 2020. Do cellphones shrink brain cells?
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Cell phone use stimulates brain activity.
WebMD. Diakses pada 2020. Children Face Higher Health Risk From Cell Phones.