• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Radiologi: Tujuan, Jenis, dan Prosedur
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Radiologi: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Radiologi: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 14 Desember 2021
Radiologi: Tujuan, Jenis, dan Prosedur

“Radiologi adalah pemeriksaan yang menggunakan teknologi pencitraan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Jenis radiologi, mulai dari CT Scan, MRI, pencitraan ultrasound, hingga mamografi yang kesemuanya itu digunakan untuk mendeteksi dan mendiagnosis kondisi kesehatan tertentu. Pendeteksian ini dilakukan untuk mengetahui penanganan yang perlu dilakukan untuk kondisi penyakit tersebut.”

Radiologi adalah pemeriksaan yang menggunakan teknologi pencitraan untuk mendiagnosis suatu penyakit. Dengan begitu, penanganan tepat yang perlu dilakukan untuk jenis penyakit tersebut dapat diketahui. 

Radiologi dapat dibagi menjadi dua bidang yang berbeda, radiologi diagnostik dan radiologi intervensi. Pemeriksaan radiologi diagnostik dilakukan untuk membantu tim medis melihat struktur di dalam tubuh. Hasil dari rekam gambar diagnostik dapat membantu ahli radiologi atau dokter lain mengetahui :

1. Diagnosis penyebab gejala pasien.

2. Memantau seberapa baik tubuh merespons pengobatan yang diterima.

3. Skrining untuk berbagai penyakit, seperti kanker payudara, kanker usus besar, atau penyakit jantung.

Pemeriksaan radiologi intervensi dilakukan dengan menggunakan pencitraan seperti CT Scan, ultrasound, MRI, dan fluoroskopi untuk membantu memandu prosedur. Pencitraan sangat membantu dokter saat memasukkan kateter, kabel, dan instrumen serta alat kecil lainnya ke dalam tubuh ketika dilakukan pemeriksaan. 

Ahli radiologi intervensi sering kali terlibat dalam penanganan kanker atau tumor, penyumbatan di arteri dan vena, fibroid di rahim, sakit punggung, masalah hati, dan masalah ginjal. Biasanya dokter tidak akan membuat sayatan atau jika dilakukan pun hanya sayatan kecil. Prosedur ini tidak memerlukan rawat inap dan kebanyakan prosedur hanya membutuhkan sedasi sedang (obat-obatan untuk membantu rileks).

Tujuan Pemeriksaan Radiologi

Tujuan dari pemeriksaan radiologi adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien melalui teknologi radiologi. Dari hasil rekam gambar akan diketahui kondisi pasien. Dari rekam gambar tersebutlah akan ditentukan diagnosis dan rekomendasi penanganan atau pengobatan. 

Dalam kebanyakan kasus, dokter akan merujuk kamu untuk melakukan pemeriksaan radiologi sebagai informasi lebih lanjut untuk mendiagnosis atau mengesampingkan kondisi tertentu. Pemeriksaan radiologi juga digunakan untuk menentukan update dari penyakit yang sudah didiagnosis sebelumnya.

Pemeriksaan radiologi menjadi sesuatu yang krusial, bahkan menentukan hidup dan mati seorang pasien. Misalnya pada pemeriksaan mammogram dapat membantu mendeteksi perubahan pada payudara yang dapat mengindikasikan adanya kanker payudara. Dari hasil pemeriksaan radiologi inilah dokter akan memutuskan pengobatan apa yang sesuai. Penanganan dini dapat membantu menentukan kesuksesan pengobatan ke depannya. 

Jenis Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan radiologi memainkan peran penting dalam diagnosis dokter. Hasil dari pemeriksaan radiologi akan menentukan skrining, perawatan lanjutan, dan mendeteksi kondisi dan penyakit tertentu. Ada beberapa jenis pemeriksaan radiologi sesuai dengan tujuan dilakukannya pemeriksaan tersebut. Berikut adalah jenis pemeriksaan radiologi :

1. X-Ray atau Radiografi

Pemeriksaan ini dapat mendiagnosis patah tulang, mendeteksi cedera atau infeksi, atau menemukan benda asing pada jaringan lunak. Beberapa pemeriksaan X-Ray menggunakan bahan kontras berbasis yodium untuk memperjelas visibilitas organ tertentu seperti jantung, paru-paru, pembuluh darah, atau jaringan.

2. Computed tomography (CT) Scan 

CT Scan adalah pemeriksaan yang menciptakan gambar rinci organ internal, tulang, jaringan lunak, dan pembuluh darah. CT Scan digunakan dokter sebagai metode pilihan untuk mendeteksi kanker, karena dapat mengkonfirmasi keberadaan tumor dan menentukan ukuran dan lokasinya. Dalam kasus darurat, CT Scan dapat dengan cepat mengungkapkan cedera internal dan pendarahan untuk membantu menyelamatkan nyawa.

3. Magnetic Resonance Imaging (MRI) 

Teknik pemeriksaan ini menggunakan medan magnet yang kuat dan gelombang radio untuk mendeteksi kondisi seperti tumor dan penyakit hati, jantung, dan usus. MRI juga dapat digunakan untuk memantau janin di dalam kandungan. 

4. Pencitraan Ultrasound 

Ini adalah metode yang efektif untuk mendiagnosis nyeri, pembengkakan, dan infeksi yang tidak dapat dijelaskan. Metode radiologi ini dapat memberikan panduan pencitraan untuk biopsi jarum atau mengevaluasi kondisi yang berkaitan dengan aliran darah. Ultrasonografi juga merupakan metode pencitraan yang lebih disukai untuk memantau kehamilan dan janin dalam kandungan. 

5. Mammografi 

Metode ini menggunakan sinar-X dosis rendah untuk mendeteksi kanker sejak dini. Mammografi memainkan peran utama dalam deteksi dini, karena dapat menunjukkan perubahan pada payudara hingga dua tahun sebelum diketahui oleh pasien.

Untuk mengevaluasi kesehatan area tubuh tertentu, satu atau lebih teknik radiologi sering digunakan sebagai kombinasi. Jenis radiologi ini digunakan untuk mendeteksi :

Ada puluhan penyakit dan kondisi yang bisa dideteksi oleh pemeriksaan radiologi di seluruh tubuh. Berikut ini hanya sebagian kecilnya saja: 

  • Penyakit Alzheimer dan Demensia.
  • Anemia.
  • Radang usus buntu.
  • Radang sendi dan osteoporosis.
  • Gumpalan darah dan penyakit arteri perifer .
  • Tumor otak.
  • Jenis- jenis kanker.
  • Pneumonia dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).
  • Sirosis hati, penyakit hati berlemak, dan fibrosis hati.
  • Penyakit Crohn.
  • Batu ginjal dan kandung kemih.
  • Gagal ginjal.
  • Kista ginjal.
  • Stroke.

Persiapan Sebelum Melakukan Prosedur Radiologi

Persiapan yang dilakukan sebelum melakukan prosedur radiologi adalah membuat janji temu dokter radiologi dan pastikan kamu membawa surat rekomendasi dari dokter terkait. Jika kamu memiliki riwayat reaksi pada zat kontras, maka dokter akan mempersiapkan pra-obat yang diperlukan. 

Jika kamu pengidap diabetes yang mengonsumsi jenis obat apa pun yang mengandung Metformin (Glucophage, Glucovance, Metaglip, Actoplus, Prandimet, Kombiglyze, Janumet, Avandamet, Fortamet, Riomet) dan dijadwalkan untuk pemeriksaan yang memerlukan kontras IV (CT, IVP, atau Arthrogram) jangan minum obat tersebut di hari janji pemeriksaan radiologi dan selama 48 jam setelah selesainya pemeriksaan pencitraan.

Sebenarnya kamu dapat makan dan minum seperti biasa sebelum melakukan prosedur radiologi dan dapat melanjutkan minum obat seperti biasa. Namun, seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, kamu mungkin perlu berhenti minum obat tertentu dan menghindari makan dan minum selama beberapa jam jika hendak menjalani rontgen yang menggunakan zat kontras.

Jenis pemeriksaan radiologi ada banyak dan biasanya punya ketentuannya masing-masing. Untuk memastikannya, ada baiknya kamu bertanya pada petugas medis mengenai persiapan yang seharusnya dilakukan.

Prosedur Melakukan Radiologi

Prosedur radiologi dilakukan sesuai dengan jenis pemeriksaan radiologinya. Untuk pemeriksaan radiologi dengan sinar X, selama prosedur sinar X akan melewati tubuh dan melakukan perekaman. 

Daerah di mana radiasi mengalami kesulitan lewat akan tampak putih seperti tulang. Jaringan lunak dan organ akan tampak abu-abu. Area yang dipenuhi udara, seperti paru-paru, akan tampak gelap. Sinar-X biasanya digunakan untuk mendeteksi patah tulang, menemukan massa abnormal, dan menunjukkan hubungan tulang dan jaringan.

Pencitraan ultrasound memiliki prosedurnya sendiri. Adapun prosedurnya biasanya cepat, tanpa rasa sakit, non-invasif, dan lebih simpel. Pencitraan ultrasound adalah cara terbaik untuk mengevaluasi janin, memeriksa organ dalam, memandu biopsi jarum, dan mendiagnosis masalah pembuluh darah. 

Ultrasound, atau disebut sonografi, menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menampilkan gambar visual waktu nyata. Gema dihasilkan saat gelombang suara merambat melalui tubuh, yang mengidentifikasi jarak dan ukuran suatu objek.

Computed Tomography atau kerap disebut juga sebagai CT Scan, adalah prosedur radiologi khusus yang menggunakan peralatan x-ray dan komputer untuk membuat gambar pada penampang tubuh. Pemeriksaan CT digunakan untuk menunjukkan beberapa jenis jaringan (paru-paru, tulang, jaringan lunak, dan pembuluh darah) dan memungkinkan ahli radiologi untuk mendiagnosis kanker, penyakit kardiovaskular, penyakit menular, trauma, dan gangguan muskuloskeletal.

Hal yang Perlu Dilakukan setelah Melakukan Radiologi

Beberapa prosedur radiologi tidak memberikan efek apa-apa. Misalnya pemeriksaan sinar-X adalah tes cepat dan tanpa rasa sakit yang menghasilkan gambar struktur di dalam tubuh, terutama tulang. 

Sinar X-ray melewati tubuh dan akan diserap dalam jumlah yang berbeda tergantung pada kepadatan material yang dilewati. Untuk beberapa jenis tes sinar-X yang menggunakan media kontras, seperti yodium atau barium, dimasukkan ke dalam tubuh untuk memberikan detail yang lebih besar pada gambar.

Setelah pemeriksaan radiologi biasanya kamu dapat melanjutkan aktivitas normal. Namun, jika disuntik dengan media kontras, minumlah banyak cairan untuk membantu membersihkannya dari tubuh. Hubungi dokter jika mengalami rasa sakit, bengkak, atau kemerahan di tempat suntikan. Tanyakan kepada dokter tentang tanda dan gejala lain yang harus diperhatikan setelah dilakukannya prosedur radiologi.