Rajin Berolahraga Bisa Mencegah Liposarkoma

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Rajin Berolahraga Bisa Mencegah Liposarkoma

Halodoc, Jakarta - Himbauan untuk rajin berolahraga dan menjaga berat badan tetap ideal memang ada benarnya. Sebab, ketika mengalami obesitas, ada banyak sekali gangguan kesehatan yang mengintai. Salah satu kondisi medis yang cukup langka, tetapi perlu diwaspadai oleh orang dengan obesitas adalah liposarkoma. 

Kondisi medis tersebut adalah kanker yang terjadi di jaringan lemak, dan dapat muncul pada berbagai bagian tubuh, seperti perut, lengan, dan tungkai. Pada awalnya, liposarkoma mungkin tidak menimbulkan gejala yang berarti, tetapi ketika tumor sudah membesar seiring waktu ada berbagai gejala yang mungkin akan terasa.  

Baca juga: Ketahui 4 Jenis Liposarkoma yang Dapat Menyerang

Gejala liposarkoma dapat berbeda-beda, tergantung lokasi kanker terbentuk. Liposarkoma yang terbentuk di lengan dan tungkai dapat menimbulkan benjolan di bawah lapisan kulit, nyeri, bengkak, serta penurunan fungsi lengan dan tungkai. 

Sementara itu, jika liposarkoma terbentuk di perut, gejala yang mungkin muncul adalah:

  • Sakit dan kram perut;

  • Pembengkakan perut;

  • Sembelit;

  • Merasa lebih cepat kenyang dari biasanya;

  • Muncul darah pada tinja;

  • Muntah darah.

Jika kamu mengalami berbagai gejala yang telah dipaparkan tadi, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter, supaya penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin. Sekarang, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan juga bisa dilakukan di aplikasi Halodoc, lho. Lewat fitur Talk to a Doctor, kamu bisa obrolkan langsung gejalamu melalui Chat atau Voice/Video Call.

Baca juga: Pentingnya MRI untuk Deteksi Liposarcoma

Berbagai Faktor yang Sebabkan Liposarkoma

Umumnya, liposarkoma terjadi akibat mutasi genetik pada jaringan lemak. Mutasi ini kemudian menyebabkan pertumbuhan atau pembelahan sel-sel, sehingga membentuk tumor. Meski belum diketahui pasti apa yang menyebabkan terjadinya mutasi ini, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, yaitu:

  • Gangguan organ.

  • Pernah menjalani radioterapi untuk mengobati kanker.

  • Memiliki riwayat liposarkoma atau kanker lain di dalam keluarga.

  • Terpapar bahan kimia yang diduga menyebabkan kanker, contohnya vinyl chloride (bahan untuk pembuatan plastik), arsenik, dioksin (asap hasil pembakaran sampah), serta insektisida dan herbisida (pembunuh gulma).

Diagnosis dan Pengobatannya

Proses diagnosis liposarkoma dilakukan untuk mencari tahu lokasi tumor dan memastikan apakah jaringan tersebut kanker atau bukan. Pada tahap awal pemeriksaan, dokter akan menanyakan gejala yang dirasakan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik terhadap benjolan yang muncul di permukaan kulit.

Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Jadi, pastikan kamu sudah download aplikasinya di ponselmu, ya. 

Selain itu, ada beberapa pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk mendiagnosis liposarkoma, seperti:

  • Pencitraan. Dokter akan meminta pasien menjalani tes pencitraan, seperti foto Rontgen, CT scan, dan MRI. Pemeriksaan ini akan memberikan gambaran yang jelas mengenai ukuran dan penyebaran liposarkoma.

  • Biopsi. Dokter akan mengambil sebagian jaringan tumor sebagai sampel untuk diperiksa di laboratorium.

Baca juga: Dapatkah Kondisi Liposarcoma Dicegah?

Selanjutnya, ketika diagnosis sudah ditetapkan, pengobatan akan dilakukan. Pengobatan liposarkoma akan dilakukan berdasarkan letak dan stadiumnya (tingkatan keganasan). Beberapa pilihan pengobatan yang mungkin akan dijalani dokter adalah:

  • Operasi. Dilakukan untuk mengangkat seluruh jaringan kanker. Operasi merupakan metode yang paling sering digunakan untuk mengobati liposarkoma.

  • Radioterapi. Prosedur ini dilakukan dengan penggunaan sinar khusus untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi juga dapat digunakan untuk mengecilkan ukuran tumor sebelum diangkat melalui operasi.

  • Kemoterapi. Dilakukan untuk membunuh sel kanker dengan obat-obatan. Kemoterapi dilakukan sebelum atau sesudah operasi, dan terkadang dilakukan bersamaan dengan radioterapi.

Referensi:
Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Liposarcoma
WebMD (Diakses pada 2019). Liposarcoma
Medical News Today (Diakses pada 2019). Liposarcoma: Symptoms, Diagnosis, and Treatment