Rangkaian Tes Kesuburan Pria yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Rangkaian Tes Kesuburan Pria yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Kamu sudah tahu belum? Sulitnya mendapatkan kehamilan bukan hanya disebabkan oleh ketidaksuburan wanita saja, lho. Sebab, pria juga bisa mengalami penurunan kesuburan, sehingga pembuahan saat berhubungan intim sulit terjadi. Nah, untuk mengetahui tingkat kesuburan pria, ada serangkaian tes yang dinamakan tes kesuburan pria.

Dalam prosedurnya, tes kesuburan pria tidak melibatkan adegan sayat-menyayat yang dikhawatirkan para pria, kok. Pemeriksaannya cenderung sederhana. Jadi, tidak usah takut untuk menjalaninya, ya. Ketahui tahap-tahapnya berikut.

Baca juga: Serba-Serbi Kesuburan Pada Pria yang Harus Diketahui

Sebelum Pemeriksaan

Sebelum melakukan pemeriksaan kesuburan pria, agar hasilnya akurat, ada beberapa hal yang boleh dilakukan pria dan tidak boleh dilakukan oleh pria, yaitu:

  • Tidak disarankan untuk mengalami ejakulasi selama 1-3 hari. Hal ini bertujuan agar sperma yang diperiksa akan matang dan jumlah aslinya terlihat.

  • Mengonsumsi alkohol dan minuman berkafein selama 2-5 hari sebelum pemeriksaan. Dua zat ini bisa memengaruhi produksi sperma.

  • Jangan merokok terlebih dahulu, meski hanya satu batang saja.

  • Hindari penggunaan obat-obatan tertentu yang menyebabkan terjadinya perubahan pada sperma.

  • Jangan melakukan pemeriksaan saat sedang sakit. Baik itu sakit ringan maupun kondisi serius lainnya. Pria juga tidak dianjurkan memeriksakan diri saat stres karena produksi sperma bisa berkurang dan hasilnya tidak akurat.

Saat Pemeriksaan

Karena yang diperiksa adalah sperma, pria harus mengalami ejakulasi terlebih dahulu untuk diambil sampel spermanya. Sampel ini diambil dengan cara melakukan masturbasi. Beberapa klinik atau laboratorium biasanya menyediakan ruangan untuk masturbasi dan sperma bisa ditampung di wadah yang sudah disediakan.

Sebelum melakukan masturbasi, diwajibkan untuk mencuci tangan dan Mr P hingga bersih. Pencucian ini dilakukan untuk mengurangi risiko masuknya bakteri atau virus, yang akan membuat hasil pemeriksaan tidak maksimal. Setelah tangan dan Mr P bersih, mulailah melakukan masturbasi. Penting juga diperhatikan untuk tidak menggunakan pelumas.

Baca juga: Belum Punya Anak, Periksa Kesuburan dengan Cara Ini

Kemudian setelah mendekati waktu ejakulasi, segera dekatkan wadah untuk menampung sperma. Wadahi semua sperma yang keluar dan jangan mewadahi sperma yang jatuh ke bawah. Setelah semua sperma keluar saat ejakulasi segera tutup wadah dan cuci tangan serta Mr P hingga bersih.

Waktu pemeriksaan sperma biasanya adalah 30-60 menit, setelah sperma dimasukkan ke dalam wadah. Sebab jika lebih dari waktu itu dikhawatirkan sperma akan mati. Selain itu udara di sekitar juga dapat memengaruhi kondisi sperma. Usahakan wadah sperma berada pada suhu ruangan. Beri label nama dan tanggal pengambilan agar hasil tidak tertukar.

Hasil Pemeriksaan

Setelah tes kesuburan pria selesai dilakukan, hasil biasanya akan keluar dan terdapat beberapa kriteria kesuburan. Pertama adalah normal dan yang kedua adalah abnormal. Sperma normal memiliki 20-200 juta sel dalam setiap mililiter air mani.

Bentuk dari sperma normal lebih dari separuh. Pergerakan sperma normal berjalan dengan cepat, dan memiliki skala 3 atau 4. Sperma akan mencair pada dalam waktu 30-45 menit, volume 1,5-5 mililiter, dan tingkat keasaman sekitar 7,2-7,8.

Baca juga: 4 Hal yang Mengharuskan Laki-Laki Periksa Sperma

Sementara itu, sperma abnormal memiliki jumlah kurang dari 20 juta per mililiter air mani, dan bentuknya banyak yang tidak normal atau cacat. Pergerakan sperma juga lambat dan berada pada skala 0 atau 1. Selanjutnya keasaman sperma di atas 8 dan volumenya kurang dari 1,5 militer. Sperma jenis ini mudah mencair dalam waktu 15 menit.

Itulah sedikit penjelasan tentang rangkaian tes kesuburan pria yang perlu diketahui. Jangan takut untuk memeriksakan kesuburan demi masa depan yang lebih baik. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!