• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Rebahan dan Malas Mandi Tanda Gangguan Jiwa? Ini Faktanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Rebahan dan Malas Mandi Tanda Gangguan Jiwa? Ini Faktanya

Rebahan dan Malas Mandi Tanda Gangguan Jiwa? Ini Faktanya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 01 September 2022

“Tanda gangguan jiwa bukan sekadar suka rebahan dan malas mandi. Ingat, hanya psikolog atau psikiater yang boleh menetapkan diagnosis.”

Rebahan dan Malas Mandi Tanda Gangguan Jiwa? Ini FaktanyaRebahan dan Malas Mandi Tanda Gangguan Jiwa? Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Belum lama ini, sempat viral video TikTok yang menyebut bahwa rebahan dan malas mandi adalah tanda gangguan jiwa tahap awal. Unggahan ini sontak membuat warganet panik, terutama yang sering menyebut diri mereka “kaum rebahan”.

Kebenaran dari fakta yang dituliskan dalam video pun menuai kontroversi dari berbagai pihak, termasuk para ahli. Benarkah apa yang dikatakan dalam video tersebut? Yuk simak faktanya berikut ini!

Tanda Gangguan Jiwa Bukan Sekadar Malas

Faktanya, kemalasan bukanlah gejala gangguan kesehatan mental. Sayangnya, ada beberapa gejala yang mungkin disalahartikan dengan kemalasan adalah:

  • Kurangnya minat pada hal-hal yang dulu disukai.
  • Energi dan motivasi rendah.
  • Perubahan kebiasaan tidur.
  • Kesulitan berkonsentrasi.
  • Kesulitan memulai dan menyelesaikan tugas.

Banyak orang dengan gangguan jiwa seperti depresi mengalami kelelahan. Hal ini juga bisa disalahartikan sebagai kemalasan, seperti suka rebahan dan malas mandi. 

Kesalahpahaman tentang tanda-tanda gangguan jiwa terutama dapat terjadi jika mengalami kesulitan dengan:

  • Bangun dari tempat tidur atau dari sofa.
  • Melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti memasak, membersihkan rumah, dan mencuci piring.
  • Mandi dan kebiasaan kebersihan pribadi lainnya.
  • Menyelesaikan pekerjaan atau tugas akademik.
  • Berolahraga.

Berbagai kegiatan tersebut mungkin membuat seseorang terlihat malas, padahal hal tersebut lebih dari sekadar pilihan pribadi. Beberapa orang juga dapat bekerja terlalu keras sampai kelelahan dan akibatnya dapat mengalami depresi.

Kemalasan yang nyata juga bisa menjadi tanda ketidakmauan. Misalnya avolition, atau kurangnya motivasi untuk menyelesaikan semua jenis tugas menantang atau hampir tidak mungkin. Terkadang ini merupakan tanda depresi dan kondisi lain seperti skizofrenia.

Jadi, bukan sekadar suka rebahan atau malas mandi, beberapa ciri utama seseorang mengalami masalah kesehatan mental adalah:

  • Perubahan Drastis. Misalnya, orang yang dulunya energik dan bersemangat, jadi merasa kesulitan untuk melakukan tugas-tugas yang sederhana sekali pun.
  • Mengabaikan Tanggung Jawab. Tanda penting adalah ketika seseorang mengalami kesulitan merawat diri sendiri atau anak-anak mereka, tidak menyelesaikan pekerjaan sehari-hari.

Singkatnya, tanda gangguan jiwa tertentu mungkin tampak seperti kemalasan bagi orang lain. Namun, itu bisa menjadi manifestasi dari gangguan suasana hati yang dialami, dan hanya profesional kesehatan mental yang dapat memberikan diagnosis yang akurat.

Jangan Self-Diagnosis!

Ingat, hanya profesional kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater, yang bisa memberi diagnosis dan rencana perawatan yang akurat. Inilah pentingnya tidak mendiagnosis diri sendiri atau self-diagnosis, ketika mengalami tanda gangguan jiwa apapun. 

Ketika kamu mendiagnosis diri sendiri, kamu pada dasarnya berasumsi bahwa kamu mengetahui seluk-beluk kondisi tersebut. Ini bisa sangat berbahaya, karena bisa kehilangan nuansa diagnosis. 

Misalnya, orang dengan perubahan suasana hati sering berpikir bahwa mereka mengalami gejala manik dari gangguan bipolar. Padahal, perubahan suasana hati adalah gejala yang dapat menjadi bagian dari banyak skenario klinis yang berbeda. 

Psikolog atau psikiater dapat membantu membedakan apakah yang dialami merupakan tanda gangguan jiwa. Misalnya dengan mempertimbangkan berapa lama perubahan suasana hati berlangsung, sehingga mereka dapat membuat diagnosis yang tepat. 

Bahaya lain dari self-diagnosis adalah kamu bisa saja berpikir bahwa ada yang lebih salah dengan diri sendiri daripada yang sebenarnya. Misalnya, jika mengalami insomnia, kurang perhatian, dan depresi, kamu mungkin yakin bahwa kamu memiliki gangguan tidur dan depresi berat. 

Namun, depresi berat dapat menjelaskan semua gejala tersebut. Dengan demikian, kamu dapat memperburuk keadaan dengan khawatir berlebihan.

Self-diagnosis juga merupakan masalah ketika kamu berada dalam keadaan denial tentang gejala yang dialami. Kamu mungkin berpikir bahwa nyeri tubuh terjadi akibat suasana hati yang memburuk. Padahal mungkin ada kondisi kesehatan yang lebih serius, misalnya penyakit arteri koroner. 

Itulah pembahasan mengenai rebahan dan malas mandi yang ternyata belum tentu tanda gangguan jiwa. Jika kamu mengalami keluhan kesehatan apapun, jangan self diagnosis, ya! Download Halodoc saja untuk bicara pada dokter atau psikolog melalui chat.

Referensi:
Psych Central. Diakses pada 2022. Laziness and Depression: Why Some People Get Them Mixed Up.
Psychology. Diakses pada 2022. The Dangers of Self-Diagnosis.