• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Retardasi Mental Bisa Terjadi karena Kelainan Genetik

Retardasi Mental Bisa Terjadi karena Kelainan Genetik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Retardasi Mental Bisa Terjadi karena Kelainan Genetik

Halodoc, Jakarta - Retardasi mental adalah istilah yang mengacu pada keterbatasan substansial dalam fungsi sehari-hari. Kondisi ini bisa dimulai sebelum usia 18 tahun dan ditandai dengan fungsi intelektual yang secara signifikan berada di bawah rata-rata (disabilitas intelektual). Alhasil, orang yang mengidap kondisi ini akan mengalami keterbatasan dalam dua atau lebih bidang keterampilan hidup. 

Saat anak mengalami retardasi mental, otaknya tidak berkembang dengan baik atau mengalami cedera. Di masa lalu, ahli medis menyebut kondisi ini sebagai "keterbelakangan mental". Kondisi ini pun memiliki empat tingkatan, yaitu ringan, moderat, berat, dan mendalam. Retardasi mental bisa melibatkan baik IQ rendah dan masalah menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari. Anak dengan kondisi ini juga mungkin memiliki ketidakmampuan untuk belajar, berbicara, menjalin hubungan sosial, dan keterbatasan fisik.

Baca juga: Ini Fakta-Fakta Lengkap Mengenai Retardasi Mental


Penyebab Retardasi Mental

Dokter tidak selalu dapat mengidentifikasi penyebab spesifik dari kondisi ini. Namun, retardasi mental juga telah lama dikenal sebagai penyakit akibat kelainan genetik yang bisa terjadi akibat dari Down syndrome. Ada juga beberapa penyebab dari retardasi mental lain yang sejauh ini telah diketahui, antara lain: 

Mengalami trauma sebelum lahir, seperti infeksi atau paparan alkohol, obat-obatan, atau racun lainnya.


  • Mengalami trauma saat lahir, seperti kekurangan oksigen atau persalinan prematur.
  • Memiliki kelainan bawaan, seperti fenilketonuria (PKU) atau penyakit Tay-Sachs.
  • Memiliki kelainan kromosom, seperti Down syndrome.
  • Mengalami keracunan timbal atau merkuri.
  • Malnutrisi parah atau masalah diet lainnya
  • Kasus penyakit anak usia dini yang parah, seperti batuk rejan, campak, atau meningitis
  • Kerusakan otak.

Baca juga: 5 Tips bagi Orangtua untuk Menghadapi Retardasi Mental


Gejala Retardasi Mental

Ada banyak tanda kecacatan intelektual pada anak-anak. Tanda mungkin muncul selama masa bayi, atau mungkin tidak terlihat sampai seorang anak mencapai usia sekolah. Sering kali gejala juga akan bergantung pada tingkat keparahan kecacatan. Beberapa tanda cacat intelektual yang paling umum antara lain: 


  • Kemampuan untuk berguling, duduk, merangkak, atau berjalan yang terlambat.
  • Berbicara terlambat atau kesulitan berbicara.
  • Lambat untuk menguasai hal-hal seperti latihan pispot, berpakaian, dan makan sendiri.
  • Kesulitan mengingat sesuatu.
  • Ketidakmampuan untuk menghubungkan tindakan dengan konsekuensi.
  • Masalah perilaku seperti ledakan amarah.
  • Kesulitan dengan pemecahan masalah atau pemikiran logis.

Pada anak-anak dengan disabilitas intelektual yang parah atau berat, mungkin ada masalah kesehatan lain juga yang terjadi bersamaan. Masalah ini mungkin termasuk kejang, gangguan suasana hati (kecemasan, autisme, dan lain-lain), gangguan keterampilan motorik, masalah penglihatan, atau masalah pendengaran.

Kamu juga bisa tanyakan kepada dokter di Halodoc mengenai gejala retardasi mental pada anak. Ingat, semakin cepat anak didiagnosis, maka perawatan akan lebih cepat dilakukan sehingga ini akan mendukung kesejahteraan anak.

Baca juga: Benarkah Retardasi Mental Picu Autisme


Pilihan Perawatan untuk Retardasi Mental

Anak dengan kondisi ini mungkin membutuhkan konseling berkelanjutan untuk membantu mereka mengatasi kecacatannya. Orangtua juga perlu mendapatkan konseling keluarga yang bisa menggambarkan kebutuhan anak. Rencana tersebut juga akan merinci layanan yang dibutuhkan anak untuk membantu mereka dengan perkembangan normal. Kebutuhan keluarga juga akan dibahas dalam rencana tersebut.

Ketika anak siap untuk bersekolah, Program Pendidikan Luar Biasa akan disiapkan untuk membantu mereka memenuhi kebutuhan pendidikan mereka. Semua anak dengan retardasi mental mendapatkan manfaat dari pendidikan khusus.

Tujuan utama pengobatan adalah membantu anak mencapai potensi sepenuhnya dalam hal:


  • Pendidikan.
  • Keterampilan sosial.
  • Kemampuan hidup.


Sementara itu, perawatan bisa melingkupi: 


  • Terapi perilaku.
  • Tugas yang berhubungan dengan terapi.
  • Penyuluhan.
  • Pengobatan (hanya dalam beberapa kasus).



Referensi:
Department of Pediatrics - Emory University School of Medicine. Diakses pada 2020. What is Mental Retardation?
Healthline. Diakses pada 2020. Intellectual Disability.
WebMD. Diakses pada 2020. Intellectual Disability.