• Home
  • /
  • Risiko Fibrilasi Atrium saat Terkena Penyakit Jantung

Risiko Fibrilasi Atrium saat Terkena Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Risiko Fibrilasi Atrium saat Terkena Penyakit Jantung

Halodoc, Jakarta – Ada banyak risiko yang terjadi ketika seseorang mengidap penyakit jantung, salah satunya adalah fibrilasi atrium. Kondisi ini termasuk salah satu jenis aritmia, ketika ruang atrium atau bilik jantung bagian atas berdenyut tidak teratur. Denyutan bisa jauh lebih cepat, bahkan mencapai lebih dari 300 denyut per menit yang membuat peredaran darah dari atrium menuju ke ventrikel mengalami hambatan. Fibrilasi atrium bisa terjadi berulang, bersifat sementara, bahkan permanen. 

Sebagian besar masalah fibrilasi atrium dihubungkan dengan masalah kesehatan yang memengaruhi struktur dari jantung dalam kurun waktu tahunan. Inilah mengapa kondisi tersebut lebih sering menyerang orang-orang berusia lanjut. Misalnya, tekanan darah tinggi yang terjadi menahun dan tidak segera mendapatkan penanganan, sehingga mengakibatkan otot jantung bekerja lebih keras dalam memompa darah ke seluruh bagian tubuh. 

Akibatnya, ukuran otot jantung mengalami pembengkakan atau membesar, yang dikenal dengan kardiomegali. Seiring dengan kondisi ini, otot menjadi lebih kaku, dan risiko fibrilasi atrium juga meningkat. Gangguan kesehatan lainnya yang memicu fibrilasi atrium adalah penyakit katup jantung, penyakit jantung rematik dan perikarditis atau pembengkakan karena adanya cairan pada sekitar jantung. 

Baca juga: Pengidap Fibrilasi Atrium Tetap Berolahraga, Bolehkah?

Fibrilasi Atrium dan Stroke

Namun, tidak semua masalah yang menjadi penyebab fibrilasi atrium juga memengaruhi jantung. Seperti misalnya, hipertiroidisme memicu fibrilasi atrium, juga penyakit yang menyerang paru karena infeksi, seperti pneumonia. Namun, masalah kesehatan tersebut tidak berkaitan dengan jantung secara langsung. Kondisi lainnya termasuk stres secara emosional maupun fisik, konsumsi alkohol, kafein, dan nikotin. 

Lalu, apa kaitan antara fibrilasi atrium dengan stroke? Sebenarnya, kasus stroke yang terjadi karena fibrilasi atrium ini bergantung pada penyebab terjadinya masalah kesehatan ini dan usia pengidapnya. Namun, stroke yang terjadi karena fibrilasi atrium memiliki angka yang lebih tinggi sekitar 5 hingga 17 kali lipat dibandingkan dengan stroke yang terjadi tanpa kondisi tersebut. 

Baca juga: Tekanan Darah Tinggi Tingkatkan Risiko Fibrilasi Atrium

Secara umum, fibrilasi atrium mengakibatkan stroke kardioemboli karena gumpalan darah yang menyumbat dan terlepas dari jantung dan menyumbat serta menghambat pembuluh darah pada otak. Gumpalan darah yang terjadi karena aliran darah yang tidak baik atau aliran darah statis dan terjadi dalam jangka waktu lama ini bisa terjadi karena tidak menentunya detak jantung dan fibrilasi atrium. 

Mengenali Gejala dan Pengobatan Fibrilasi Atrium

Palpitasi menjadi gejala khas dari fibrilasi atrium, kondisi ketika detak jantung menjadi sangat cepat dan tidak beraturan. Kecepatan detaknya bisa sangat ekstrem karena aliran darah yang menuju ke bagian jantung terhalang. Akibatnya, pengidap bisa mengalami nyeri pada dada, sensasi seperti tersedak, hingga pingsan. 

Jika kamu merasakan gejala tersebut, segera lakukan pengobatan ke rumah sakit, karena fibrilasi atrium harus segera mendapatkan penanganan medis. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc agar proses berobat ke rumah sakit menjadi lebih mudah dan tidak perlu mengantre lama. Setelah melakukan pemeriksaan kondisi tubuh secara menyeluruh, barulah pengobatan dilakukan. 

Baca juga: Jantung Berdenyut Tak Beraturan, Perlukah Waspada?

Pengobatan yang dilakukan biasanya berfokus untuk mengendalikan denyut jantung, karena irama jantung yang tidak terkendali bisa menyebar dari bagian atrium menuju ke bagian bilik dan mengancam kesehatan otot jantung.

Pada pengidap penyakit jantung yang telah akut, fibrilasi atrium bahkan bisa memicu terjadinya serangan jantung. Pada beberapa kondisi, dokter bisa saja menggunakan alat kejut jantung dan menghentikan masalah yang menjadi penyebab fibrilasi atrium. 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Atrial Fibrillation.
WebMD. Diakses pada 2020. Atrial Fibrillation.
Heart.org. Diakses pada 2020. Atrial Fibrillation.