• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Risiko Kardiomiopati Meningkat karena 11 Faktor Ini

Risiko Kardiomiopati Meningkat karena 11 Faktor Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Istilah kardiomiopati merujuk pada kondisi saat otot jantung mengalami kelainan fungsional atau struktural, tanpa adanya penyakit jantung koroner, hipertensi, atau kelainan katup jantung. Jika penyakitnya hanya sebatas pada kerusakan atau kelainan otot jantung, kondisi ini disebut dengan kardiomiopati primer.

Sedangkan jika kardiomiopati disebabkan oleh adanya penyakit lain yang menyebabkan kelainan pada otot jantung, kondisi ini disebut dengan kardiomiopati sekunder. Untuk mencegah dan mengatasinya berikut faktor risiko kardiomiopati yang perlu diwaspadai!

Baca juga: Kenali Gejala yang Disebabkan Kardiomiopati

Waspadai Faktor Risiko Kardiomiopati

Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab dari kardiomiopati. Selain merupakan penyakit genetik yang diwariskan dari kedua orangtua, berikut faktor risiko kardiomiopati yang perlu kamu ketahui:

  1. Mengidap tekanan darah tinggi.

  2. Mengidap serangan jantung.

  3. Memiliki detak jantung yang sangat cepat.

  4. Mengidap kelainan katup jantung

  5. Obesitas.

  6. Mengidap diabetes.

  7. Defisiensi vitamin dan mineral.

  8. Banyak mengonsumsi alkohol.

  9. Menjalani kemoterapi.

  10. Mengidap infeksi dalam tubuh.

  11. Zat besi yang menumpuk pada otot jantung.

Segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc jika kamu memiliki sejumlah faktor risiko kardiomiopati. Jika kondisi ini disebabkan oleh genetika dari kedua orangtua, maka penyakit tidak dapat dicegah dengan apapun. Namun, dengan penerapan pola hidup sehat, gejala kardiomiopati tidak akan muncul.

Penerapan pola hidup sehat yang dapat dilakukan, yaitu konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, mengurangi berat badan, olahraga dengan teratur, berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol, cukup waktu tidur, kelola stres dengan baik, serta rutin melakukan check up guna memantau dan mengendalikan kondisi yang berkaitan dengan penyebab faktor risiko yang telah disebutkan.

Baca juga: Atur Pola Makan untuk Mencegah Kardiomiopati 

Lakukan Langkah yang Tepat

Setelah memiliki sejumlah faktor risikonya, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan fisik berikut ini guna memastikan jika kamu benar mengidap kardiomiopati. Berikut sejumlah test yang akan dijalani:

  • Rontgen yang dilakukan untuk melihat adanya pembengkakan pada organ jantung.

  • MRI yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit jantung dengan gelombang radio dan medan magnet yang divisualisasikan.

  • CT scan yang digunakan untuk memvisualisasikan organ jantung dan dada guna melihat fungsi jantung dan katup jantung.

  • Echocardiogram (ECG) yang digunakan untuk memperlihatkan ukuran dan gambar dari organ jantung dengan menggunakan gelombang suara.

  • Elektrokardiogram (EKG) yang digunakan untuk mengetahui detak jantung yang tidak normal, serta adanya gangguan pada jantung.

  • Tes darah yang digunakan untuk memastikan fungsi tiroid, ginjal, dan hati berjalan dengan baik. Tes ini juga dilakukan untuk mengukur kadar zat besi dalam tubuh.

Baca juga: Olahraga Teratur Dapat Mencegah Kardiomiopati, Benarkah?

Setelah mengetahui bahwa pengidap positif mengidap kardiomiopati, pengobatan akan dilakukan sejalan dengan intensitas penyakit yang dialami. Jika penyakit masih tergolong ringan, kardiomiopati dapat diobati dengan mengonsumsi obat oral yang telah diresepkan dokter. Namun, ketika penyakit sudah dalam intensitas yang parah, gejala yang muncul dapat ditekan dengan beberapa langkah berikut:

  • Melakukan pola hidup sehat, seperti makan makanan bergizi, serta berolahraga.

  • Mengonsumsi obat guna mencegah terjadinya tekanan darah tinggi, denyut jantung tidak teratur, penggumpalan darah, serta peradangan dalam tubuh.

  • Menggunakan alat pacu jantung dan defibrilator.

Ketika sejumlah langkah pengobatan tersebut tidak membuatmu membaik, transplantasi jantung menjadi pilihan terakhir. Proses transplantasi jantung sendiri berfungsi untuk menggantikan jantung yang rusak dengan organ jantung yang sehat atau jantung buatan.

Referensi:

American Heart Association. Diakses pada 2020. Understand Your Risk for Cardiomyopathy

NHS. Diakses pada 2020. Cardiomyopathy.

Mayoclinic. Diakses pada 2020. Cardiomyopathy.