6 Faktor Risiko Limfoma yang Harus Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
6 Faktor Risiko Limfoma yang Harus Diketahui

Halodoc, Jakarta – Faktor risiko adalah segala sesuatu yang dapat menempat kamu mengidap kanker. Jenis kanker yang berbeda memiliki faktor risiko yang berbeda pula. Beberapa faktor risiko, seperti merokok, dapat diubah. Lainnya, seperti usia seseorang atau riwayat keluarga, tidak bisa.

Para peneliti telah menemukan beberapa faktor yang dapat memengaruhi peluang seseorang untuk mendapatkan limfoma. Ada banyak jenis limfoma, dan beberapa faktor ini hanya dikaitkan dengan jenis tertentu. Ingin tahu lebih lanjut mengenai faktor risiko limfoma, baca informasi lengkapnya di sini!

 

Limfoma dan Faktor Risiko

 

Ternyata, pertambahan usia adalah faktor risiko yang kuat untuk risiko terkena limfoma secara keseluruhan. Sebagian besar kasus terjadi pada orang berusia 60-an atau lebih. Namun, beberapa jenis limfoma lebih sering terjadi pada orang yang lebih muda. Hal-hal apalagi yang memicu seseorang mengidap limfoma? 

Baca juga: Kenali Gejala Kanker Limfoma pada Anak

 

  1. Jenis kelamin

 

Secara keseluruhan, risiko limfoma lebih tinggi pada pria daripada wanita, tetapi ada beberapa jenis limfoma yang jauh lebih umum terjadi pada wanita. Alasannya, tidak diketahui secara jelas.

 

  1. Ras, Etnis, dan Geografi

 

Di Amerika Serikat, orang kulit putih lebih mungkin mengembangkan limfoma daripada orang Afrika-Amerika dan Asia-Amerika. Di seluruh dunia, kanker limfoma NHL lebih umum terjadi di negara-negara maju, dengan Amerika Serikat dan Eropa memiliki beberapa tingkat tertinggi. Beberapa jenis limfoma terkait dengan infeksi tertentu lebih umum terjadi di beberapa bagian dunia.

 

  1. Riwayat Genetik

 

Memiliki kerabat tingkat pertama (orang tua, anak, dan saudara kandung) dengan kanker limfoma dapat meningkatkan kamu pada risiko mengidap penyakit ini juga. 

 

  1. Paparan Bahan Kimia dan Obat-Obatan Tertentu

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia, seperti benzena dan herbisida dan insektisida tertentu (zat pembunuh gulma dan serangga) dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko limfoma. 

Beberapa obat kemoterapi yang digunakan untuk mengobati kanker lain dapat meningkatkan risiko pengembangan limfoma bertahun-tahun kemudian. Sebagai contoh, pasien yang telah dirawat untuk limfoma Hodgkin memiliki peningkatan risiko limfoma non-Hodgkin. Namun, tidak sepenuhnya jelas apakah ini terkait dengan penyakit itu sendiri atau apakah itu efek dari perawatan.

Baca juga: Jumlah Pengidap Limfoma Terus Meningkat, Apa Penyebabnya?

 

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis (RA), seperti methotrexate dan penghambat faktor nekrosis tumor (TNF), dapat meningkatkan risiko limfoma. 

 

  1. Paparan Radiasi

 

Orang-orang yang selamat dari bom atom dan kecelakaan reaktor nuklir telah menunjukkan bahwa mereka memiliki peningkatan risiko mengembangkan beberapa jenis kanker, termasuk limfoma, leukemia, dan kanker tiroid.

Pasien yang diobati dengan terapi radiasi untuk beberapa kanker lain, seperti limfoma Hodgkin, memiliki risiko sedikit lebih tinggi untuk mengalami kanker non-Hodgkin di kemudian hari. Risiko ini lebih besar untuk pasien yang diobati dengan terapi radiasi dan kemoterapi.

 

  1. Memiliki Sistem Kekebalan yang Melemah

 

Orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah memiliki peningkatan risiko. Sebagai contoh orang yang menerima transplantasi organ menerima perawatan dengan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh mereka untuk mencegahnya menyerang organ baru. Orang-orang ini memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker limfoma.

Human immunodeficiency virus (HIV) dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan orang yang terinfeksi HIV berada pada peningkatan risiko. Pun, beberapa sindrom genetik (bawaan), seperti ataxia-telangiectasia (AT) dan sindrom Wiskott-Aldrich, anak-anak dilahirkan dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang juga  risiko lebih tinggi terkena limfoma.

Punya masalah dengan kesehatan, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu kapan dan di mana saja. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hodgkin’s vs Non-Hodgkin’s Lymphoma: What’s the Difference?
Web MD. Diakses pada 2019. What is Lymphoma?