• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Risiko Nyeri Sendi Meningkat Karena 5 Faktor Ini

Risiko Nyeri Sendi Meningkat Karena 5 Faktor Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Risiko Nyeri Sendi Meningkat Karena 5 Faktor Ini

Halodoc, Jakarta - Nyeri sendi merupakan rasa sakit pada sendi, yang bertugas untuk membantu pergerakan antara dua tulang. Jaringan yang menghubungkan dua tulang ini dapat ditemukan di seluruh tubuh, termasuk siku, lutut, jari-jari, leher, pinggul, juga rahang. Nyeri sendi bisa menjadi gejala kondisi medis tertentu. Tingkat keparahannya sendiri akan berbeda-beda pada masing-masing pengidap. Lantas, apa saja faktor risiko nyeri sendi yang perlu diketahui?

Baca juga: Ketahui Perbedaan Radang Sendi dan Pegal Linu

1.Cedera pada Sendi

Cedera pada sendi menjadi salah satu faktor risiko nyeri sendi. Kondisi ini biasanya terjadi saat seseorang berolahraga, kecelakaan, atau melakukan aktivitas fisik berat. Salah satu penyebab umum cedera pada sendi adalah chondromalacia, yang diakibatkan terlalu sering berolahraga.

Chondromalacia merupakan kondisi yang terjadi saat ditemukan adanya kerusakan pada tulang rawan di tulang tempurung lutut. Selain berolahraga, kondisi ini juga rentan dialami oleh orang lanjut usia yang juga mengidap arthritis.

2.Infeksi Bakteri, Virus, atau Jamur

Faktor risiko nyeri sendi selanjutnya adalah infeksi bakteri, virus atau jamur. Ketiga penyebab infeksi tersebut biasanya masuk ke dalam tubuh melalui hidung, kulit, telinga, tenggorokan, atau luka terbuka. Infeksi bakteri yang biasanya menyerang persendian dikenal dengan istilah arthritis septik. Dalam kasus yang parah, arthritis septik dapat menyebabkan kerusakan tulang rawan dan kerusakan tulang yang terjadi dengan sangat cepat.

Kondisi tersebut akan memicu munculnya pembengkakan, bahkan mati rasa pada sendi, sehingga sendi kehilangan kekuatannya untuk bergerak. Jika kamu mengalami masalah yang satu ini, segera temui dokter di rumah sakit terdekat untuk segera melakukan perawatan, ya! Jika tidak segera diatasi, kamu akan kehilangan kekuatan untuk bergerak karena sendi yang membengkak dan mati rasa.

Baca juga: Apakah Nyeri Sendi merupakan Gejala Awal Chikungunya?

3.Keseleo atau Terkilir

Keseleo atau terkilir menjadi salah satu faktor risiko nyeri sendi yang sangat umum terjadi. Dalam kasus yang parah, keseleo atau terkilir dapat memicu terjadinya tegang otot. Hal tersebut terjadi karena robeknya ligamen di area keseleo. Ligamen sendiri merupakan jaringan yang menghubungkan tulang ke persendian. Sebagai langkah awal penanganan, kamu bisa mengistirahatkan bagian kaki yang terkilir, dan mengompres bagian tersebut dengan es batu.

4.Dislokasi Sendi

Dislokasi sendi menjadi faktor risiko nyeri sendi selanjutnya. Kondisi ini bisa terjadi karena kecelakaan yang membuat bergesernya sendi atau retaknya tulang sendi. Beberapa area tubuh yang biasanya terjadi dislokasi adalah bahu, jari, siku, lutut, serta pinggul. Dislokasi sendi dapat melumpuhkan sendi untuk sementara waktu. Untuk mengatasinya, kamu bisa mengonsumsi obat anti nyeri yang dijual bebas di pasaran.

Setelah itu, kamu bisa mengompres area dislokasi sendi dengan menggunakan es batu, kemudian beristirahat. Jika kamu pernah mengalami penyebab nyeri sendi yang satu ini, kamu disarankan untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoartritis. Pastikan untuk mendapatkan penanganan guna mengembalikan posisi sendi ke posisi semula.

5.Mengidap Penyakit Tertentu

Selain beberapa kondisi yang telah disebutkan, nyeri sendi juga dapat terjadi karena adanya gangguan pada otot, tulang, serta persendian. Berikut ini sejumlah kondisi yang menjadi faktor risiko nyeri sendi:

  1. Tumor tulang.
  2. Fibromyalgia, yaitu penyakit yang ditandai dengan nyeri kronis pada seluruh tubuh serta gangguan tidur.
  3. Osteoporosis, yaitu kondisi yang terjadi saat menurunnya kepadatan tulang dalam tubuh.
  4. Tendinitis, yaitu kondisi yang terjadi saat terjadinya peradangan pada tendon. Tendon sendiri merupakan jaringan yang menghubungkan otot ke tulang.

Baca juga: Usia Muda Juga Bisa Alami Nyeri Sendi

Faktor risiko nyeri sendi yang perlu kamu waspadai adalah obesitas. Kamu perlu mengetahui jika obesitas akan memberikan banyak tekanan pada sendi, sehingga beban sendiri menjadi lebih berat. Nah, jika kamu memiliki kelebihan berat badan, menurunkan berat badan adalah langkah paling tepat guna mengurangi tekanan pada sendi yang memicu terjadinya nyeri sendi.

Referensi:
Medicine Net. Diakses pada 2020. Joint Pain: Symptoms & Signs.
WebMD. Diakses pada 2020. Joint Pain.