Adakah Pengobatan Rumahan untuk Atasi Perforasi Membran Timpani?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Adakah Pengobatan Rumahan untuk Atasi Perforasi Membran Timpani?

Halodoc, Jakarta – Perforasi membran timpani alias gendang telinga pecah terjadi ketika jaringan tipis yang memisahkan saluran telinga dari telinga tengah mengalami lubang atau sobekan. Gendang telinga yang pecah dapat menyebabkan gangguan pendengaran. 

Kondisi ini tidak bisa diobati dengan cara rumahan karena bisa mengakibatkan infeksi dan cedera lebih serius bila tanpa perawatan medis. Butuh prosedur medis atau perbaikan bedah untuk memperbaikinya. Dapatkan informasi lebih jelas mengenai hal ini di sini.

Perawatan untuk Perforasi Membran Timpani

Ketika kamu mengalami perforasi membran timpani, ada baiknya langsung melakukan pemeriksaan sehingga dokter bisa merekomendasikan pengobatan yang tepat. Umumnya, pemberian antibiotik akan dilakukan terlebih bila ditemukan infeksi. 

Baca juga: Apa yang Terjadi Saat Gendang Telinga Pecah?

Jika cukup parah, ada beberapa prosedur yang akan dilakukan dokter untuk menutup gendang yang pecah, yaitu: 

  1. Menambal

Jika robekan atau lubang di gendang telinga tidak menutup dengan sendirinya, spesialis THT dapat menutupnya dengan tambalan. Prosedur ini melibatkan Dengan prosedur kantor ini, dokter THT akan menggunakan bahan kimia di tepi robekan untuk merangsang pertumbuhan, sehingga bagian yang robek menyatu kembali. Prosedur ini mungkin perlu diulang lebih dari satu kali sebelum lubang ditutup.

  1. Operasi

Jika tambalan tidak menghasilkan penyembuhan yang tepat, dokter THT akan merekomendasikan operasi. Prosedur bedah yang paling umum disebut tympanoplasty. Dokter bedah akan mencangkok sepetak kecil jaringan sendiri dari yang melakukan sendiri untuk menutup lubang di gendang telinga. 

Jika tidak terlalu parah, setelah melalui pemeriksaan dari dokter, kamu bisa melakukan perawatan sendiri dengan cara: 

Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Tentang Gendang Telinga Pecah

  1. Menjaga agar telinga kering. Letakkan ear plug silikon tahan air atau bola kapas yang dilapisi petroleum jelly di telinga saat mandi atau berenang.

  2. Jangan membersihkan telinga. Berikan waktu untuk gendang telinga sembuh sepenuhnya dengan tidak mengutak-atiknya.

  3. Hindari membuang ingus. Tekanan yang tercipta saat membuang ingus dapat mengganggu proses penyembuhan gendang telinga.

Bagaimana bisa tahu kalau kamu mengalami perforasi membran timpani? Berikut ini tanda dan gejalanya:

  1. Nyeri telinga yang mereda namun datang sesekali;

  2. Keluarnya cairan bening penuh nanah dan kadang berdarah dari telinga;

  3. Terjadi gangguan pendengaran (tinnitus);

  4. Dering di telinga (tinnitus);

  5. Sensasi berputar (vertigo); dan

  6. Mual atau muntah.

Nah, jika kamu merasakan salah satu gejala di atas, dan ragu apakah kamu mengalami perforasi membran timpani atau tidak, bisa tanyakan langsung ke ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Komplikasi Gendang Telinga Sobek

Gendang telinga memiliki fungsi penting, dua peranan utamanya, yaitu:

  1. Pendengaran

Ketika gelombang suara menyerang, gendang telinga bergetar. Di sini struktur telinga tengah dan dalam menerjemahkan gelombang suara menjadi impuls saraf.

  1. Perlindungan

Gendang telinga juga bertindak sebagai penghalang, untuk melindungi telinga tengah dari air, bakteri, dan zat asing lainnya.

Bayangkan jika gendang telinga pecah, sehingga kehilangan dua fungsi utama tersebut, besar kemungkinan pengidapnya mengalami: 

  • Gangguan pendengaran

Biasanya, gangguan pendengaran bersifat sementara, hanya berlangsung sampai robekan, ataupun lubang di gendang telinga sembuh. Ukuran dan lokasi robekan dapat memengaruhi tingkat gangguan pendengaran.

Baca juga: Gendang Telinga Pecah, Apakah Bisa Normal Kembali?

  • Infeksi Telinga Tengah (Otitis Media) 

Gendang telinga berlubang dapat memungkinkan bakteri memasuki telinga. Jika gendang telinga berlubang tidak sembuh atau tidak diperbaiki, pengidapnya mungkin rentan terhadap infeksi kronis yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

  • Kista Telinga Tengah (Kolesteatoma) 

Kolesteatoma adalah kista di telinga tengah yang terdiri dari sel-sel kulit mati, lendir, atau kotoran telinga. Biasanya, kumpulan kotoran-kotoran ini berpindah ke telinga luar dengan bantuan kotoran telinga. Jika gendang telinga pecah, kotoran ini bisa semakin masuk ke telinga tengah dan membentuk kista.

Referensi:

Mayo Clinic (Diakses pada 2019). Ruptured Eardrum (Perforated Eardrum)
WebMD (Diakses pada 2019). Ruptured Eardrum : Symptoms and Treatments
Stanford Children’s Health (Diakses pada 2019). Ruptured Eardrum