• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Rutin Ganti Kaus Kaki Bisa Cegah Onychomycosis Jamur Kuku
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Rutin Ganti Kaus Kaki Bisa Cegah Onychomycosis Jamur Kuku

Rutin Ganti Kaus Kaki Bisa Cegah Onychomycosis Jamur Kuku

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 24 Agustus 2020
 Rutin Ganti Kaus Kaki Bisa Cegah Onychomycosis Jamur Kuku

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar keluhan kesehatan bernama onychomycosis? Kalau belum, bagaimana dengan jamur kuku? Jamur kuku adalah infeksi jamur yang bisa terjadi pada kuku tangan atau kaki. Di dunia medis, jamur kuku disebut onychomycosis

Meski bukan kondisi yang berbahaya, tapi jamur kuku bisa membuat pengidapnya tidak pede. Pasalnya, jamur ini bisa menyebabkan perubahan warna pada kuku, menjadi putih kuning kecokelatan, atau kehitaman. Jamur kuku juga bisa menimbulkan bau yang tak sedap pada kuku. Tuh, bikin risih kan? 

Lantas, bagaimana sih cara mencegah jamur kuku? Benarkah rutin mengganti kaus kaki bisa mencegah terjadinya onychomycosis?

Baca juga: Ini 6 Cara Merawat Kuku Kaki Agar Terhindar dari Onychomycosis

Beragam Cara Mencegah Jamur Kuku

Meski jamur kuku atau onychomycosis terbilang umum terjadi, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Nah, bagi pengidap diabetes rasanya harus lebih ekstra hati-hati.Jurnal di PLOS Pathogens - Fungal Nail Infections (Onychomycosis): A Never-Ending Story? mengungkapkan, pengidap diabetes lebih berisiko mengalami infeksi jamur. 

Oleh sebab itu, mereka harus lebih sering memeriksakan kaki bila mengalami luka, robek, atau adanya perubahan pada kuku. Selain itu, untuk mencegah jamur kuku pengidap diabetes juga perlu mengadopsi pola hidup sehat.Contohnya rutin berolahraga, mengonsumsi makan bergizi seimbang, menghindari makanan yang bisa memicu lonjakan gula darah, mengonsumsi obat sesuai resep dokter, dan rutin memeriksakan kadar gula darah.

Lantas, benarkah rutin mengganti kaus kaki bisa mencegah jamur kuku? Ternyata tindakan ini bisa mencegah terjadinya onychomycosis. Rutin mengganti kaus kaki bisa membuat kondisi kaki tetap kering, alias tidak lembap. Ingat, jamur suka sekali tinggal di tempat yang hangat dan lembap. 

Selain hal-hal di atas, ada pula cara lain untuk mencegah jamur kuku. Nah, berikut ini tipsnya menurut ahli di National Health Service UK dan sumber lainnya:

  • Obati tinea pedis, athlete’s foot, atau kutu air sesegera mungkin agar tak menyebar ke kuku.
  • Jaga kondisi kaki agar tetap bersih dan kering.
  • Kenakan kaus kaki yang mampu menyerap keringat dan bersih. 
  • Kenakan sandal jepit saat mandi di gym atau tempat pemandian di kolam renang. 
  • Jangan memakai sepatu yang membuat kaki terasa panas dan berkeringat.
  • Jangan berbagi handuk dengan orang lain.
  • Jangan memakai sepatu orang lain.
  • Jangan berbagi gunting kuku dengan orang lain.
  • Rutinlah mencuci tangan dan kaki dan lap hingga benar-benar kering.
  • Hindari menggunakan kuteks atau kuku palsu.
  • Pilih salon kuku yang menggunakan alat manikur yang sudah disterilisasi.

Baca juga: Malu karena Kuku Kaki Rusak Akibat Jamur Kuku? Ini Cara Obatinya

Nah, tidak sulit kan untuk mencegah jamur kuku? Bagi kamu yang memiliki masalah jamur kuku, bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui cara mengobatinya. 

Gegara Diabetes sampai Kutu Air

Kira-kira kondisi apa yang menyebabkan atau memicu jamur kuku? Menurut jurnal di National Institutes of Health (NIH) - Onychomycosis: A Review, ada beragam faktor yang memicu jamur kuku atau onychomycosis. Contohnya diabetes, penyakit arteri perifer, atau imunosupresi akibat HIV. 

Masih menurut jurnal di atas, jamur kuku atau onychomycosis adalah penyakit yang berhubungan dengan jenis kelamin dan usia. Pasalnya, onychomycosis lebih umum terjadi pada pria, dan risikonya semakin meningkat seiring bertambahnya usia pada kedua jenis kelamin. Jamur kuku juga bisa dipicu kondisi lainnya, seperti:

  • Mengeluarkan banyak keringat.
  • Mengidap psoriasis.
  • Memiliki pekerjaan atau hobi yang sering bersentuhan dengan air.
  • Sering berjalan di tempat lembab atau kerumunan orang banyak (seperti kolam renang atau kamar mandi umum) tanpa alas kaki.
  • Mengidap kutu air.

Baca juga: Hati-Hati, Perawatan Kuku Bisa Sebabkan Paronikia

Mau tahu lebih jauh tentang onychomycosis? Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2020. Onychomycosis: A Review
PLOS Pathogens. Diakses pada 2020. Fungal Nail Infections (Onychomycosis): A Never-Ending Story? 
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Fungal Nail 
Infection. Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Nail Fungus