• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Rutin Lakukan Radioterapi Bisa Terkena Avascular Necrosis?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Rutin Lakukan Radioterapi Bisa Terkena Avascular Necrosis?

Rutin Lakukan Radioterapi Bisa Terkena Avascular Necrosis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 25 Juni 2020
Rutin Lakukan Radioterapi Bisa Terkena Avascular Necrosis?

Halodoc, Jakarta – Menurut data kesehatan dari Science Direct, disebutkan kalau radioterapi merupakan bagian pengobatan yang dilakukan untuk terapi penyembuhan pasien kanker. Bahkan, radioterapi disinyalir memberikan hasil yang efektif pada pengidap kanker serviks, kanker kandung kemih, kanker prostat, dan kanker rektum. 

Namun, dibalik manfaatnya, radioterapi dapat memberikan efek samping yang salah satunya adalah avascular necrosis. Avascular necrosis adalah kematian jaringan tulang karena kurangnya suplai darah. Kondisi ini juga disebut dengan osteonekrosis, sebuah kondisi yang dapat menyebabkan kerusakan kecil pada tulang dan akhirnya kolaps tulang.

Radioterapi dapat Melemahkan Tulang

Radioterapi atau terapi radiasi adalah yang dapat memengaruhi area tubuh tempat tumor berada. Sebagai contoh, orang biasanya tidak kehilangan rambut karena radioterapi, tetapi radioterapi pada kulit kepala dapat menyebabkan rambut rontok.

Terkait nekrosis avaskular, radioterapi dapat memicu kondisi ini. Tulang yang patah atau sendi yang terkilir dapat mengganggu aliran darah ke bagian tulang. Data yang dipublikasikan oleh National Institute for Health Research, menyebutkan kalau radioterapi pelvis dapat menyebabkan perubahan pada tulang panggul yang memicu terjadinya fraktur.

Baca juga: Ini Cara Mencegah Avascular Necrosis pada Rahang

Fraktur ini ini disebabkan oleh kerusakan permanen pada tulang akibat dari gangguan pasokan darah (disebut avascular necrosis). Kondisi ini dapat mengakibatkan rasa sakit, masalah dengan mobilitas, kebutuhan rawat inap, bahkan operasi. 

Avascular necrosis mengacu pada kematian osteosit dan osteoblas. Penipisan komponen seluler tulang yang disebabkan langsung oleh radiasi yang diinduksi radioterapi. Pengalaman setiap orang dengan perawatan kanker pastilah berbeda. 

Sebelum perawatan, tanyakan kepada tim perawatan kesehatan apa efek samping yang mungkin bisa terjadi. Jika kamu butuh saran dan informasi lebih detail mengenai radioterapi, bisa ditanyakan lewat aplikasi Halodoc.   

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Mengenal Gejala Avascular Necrosis

Banyak orang tidak memiliki gejala pada tahap awal avascular necrosis. Namun begitu kondisinya memburuk, persendian yang sakit tidak hanya akan terasa sakit hanya ketika kamu memberi beban,  tetapi juga ketika sedang berbaring. 

Nyeri bisa ringan atau berat dan biasanya berkembang secara bertahap. Nyeri yang terkait dengan avascular nekrosis pada pinggul mungkin berpusat pada pangkal paha, paha, atau bokong. Selain pinggul, area yang kemungkinan terkena adalah bahu, lutut, tangan, dan kaki.

Baca juga: Penggunaan Steroid Berlebihan Berisiko Avascular Necrosis?

Beberapa orang mengembangkan kondisi ini di kedua sisi (bilateral) seperti di kedua pinggul atau di kedua lutut. Avascular necrosis tidak hanya disebabkan karena radioterapi, tetapi juga beberapa kondisi seperti:

  1. Trauma sendi atau tulang

Cedera, seperti sendi yang terkilir, dapat merusak pembuluh darah di sekitarnya. Sama halnya seperti perawatan kanker yang melibatkan radiasi juga dapat melemahkan tulang dan merusak pembuluh darah.

  1. Deposito lemak di pembuluh darah

Lemak (lipid) dapat menyumbat pembuluh darah kecil, mengurangi aliran darah yang memberi makan tulang.

  1. Penyakit tertentu

Kondisi medis, seperti anemia sel sabit dan penyakit Gaucher, juga dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah ke tulang. Avascular necrosis juga dapat dikaitkan dengan penggunaan jangka panjang obat steroid dosis tinggi dan konsumsi alkohol berlebihan.

Referensi:
National Institute for Health Research. Diakses pada 2020. Do medicinal interventions reduce radiation-related bone fractures and risk of avascular necrosis in adults undergoing pelvic radiotherapy?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Avascular Necrosis.
WebMD. Diakses pada 2020. Avascular Necrosis.