Rutin Olahraga Bisa Cegah Fibrilasi Ventrikel, Benarkah?

Rutin Olahraga Bisa Cegah Fibrilasi Ventrikel, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Sebagai salah satu gangguan pada irama jantung, fibrilasi ventrikel menyebabkan bilik jantung yang seharusnya berdenyut, menjadi hanya bergetar. Akibatnya, jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh, dan pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke organ-organ tubuh pun terhenti. Benarkah rutin olahraga bisa cegah fibrilasi ventrikel? Atau ada metode lain yang dapat dilakukan untuk menghindarinya?

Perlu diketahui bahwa fibrilasi ventrikel merupakan kondisi serius yang tidak bisa dianggap sepele. Fibrilasi ventrikel paling banyak ditemui pada orang dewasa berusia 45-75 tahun dan merupakan gangguan irama jantung yang sering dijumpai saat serangan jantung. Di samping itu, fibrilasi ventrikel juga merupakan penyebab utama dari kematian akibat henti jantung mendadak.

Gejala utama fibrilasi ventrikel adalah penurunan kesadaran. Selain itu, pengidap juga akan terlihat megap-megap atau berhenti bernapas. Namun, sebelum terjadi penurunan kesadaran dan megap-megap, fibrilasi ventrikel dapat menimbulkan gejala berupa:

  • Mual.
  • Pusing.
  • Nyeri dada.
  • Jantung berdebar.

Baca juga: Henti Jantung Mendadak Rentan Dialami Pengidap Fibrilasi Ventrikel, Kenapa?

Harus Ditangani dengan Cepat

Pada keadaan darurat, penanganan fibrilasi ventrikel berfokus untuk menjaga darah tetap mengalir ke seluruh tubuh. Terdapat 2 macam penanganan yang perlu dilakukan secara bersamaan, yaitu:

  • Resusitasi jantung paru atau CPR. Prosedur CPR dilakukan untuk memompa jantung dari luar, yaitu dengan memberi tekanan dari dinding luar dada (kompresi).
  • Alat kejut jantung (defibrilasi). Di negara maju, terutama di area publik, tersedia alat kejut jantung otomatis (AED). Bila jantung seseorang berhenti, alat ini dapat langsung dipasang pada dinding dada untuk menganalisis listrik jantung, dan akan otomatis memberikan kejut listrik bila memang diperlukan, untuk mengembalikan irama normal jantung.

Baca juga: Kondisi Darurat, Seberapa Perlu CPR Dilakukan pada Pengidap Fibrilasi Ventrikel?

Kedua tindakan tersebut sangat perlu dipelajari, karena dapat menyelamatkan nyawa pengidap sambil menunggu bantuan medis datang. Di rumah sakit, pengidap biasanya akan diberikan pertolongan darurat hingga kondisinya stabil. Setelah itu, dokter akan memberikan pengobatan untuk ventrikel fibrilasi, yang meliputi:

  • Pemberian obat-obatan pengatur irama jantung. Dapat berupa obat jenis penghambat beta, contohnya bisoprolol.
  • Pasang ring jantung. Prosedur ini dilakukan pada kasus yang disebabkan oleh serangan jantung, sekaligus untuk mengurangi risiko terjadinya serangan lanjutan. Pasang ring bertujuan untuk membuka pembuluh darah jantung yang tersumbat dan menjaganya tetap terbuka.
  • Operasi bypass jantung. Operasi ini juga dilakukan bila kondisi disebabkan oleh penyakit jantung koroner. Pada operasi bypass jantung, akan dibuat pembuluh darah baru sebagai jalur alternatif untuk pembuluh darah yang tersumbat.
  • Pemasangan implan alat kejut jantung (ICD). Implantable cardioverter-defibrillator (ICD) akan mendeteksi gangguan irama jantung, dan memberikan kejut listrik secara otomatis untuk mengembalikan irama normal jantung.

Dapat Dicegah dengan Olahraga Rutin dan Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup sehat dapat menjaga kesehatan jantung dan mencegah serangan jantung yang dapat berujung pada fibrilasi ventrikel. Mulailah melakukan beberapa perubahan pada gaya hidup dengan berolahraga teratur minimal 30 menit per hari, dan beberapa kebiasaan baik berikut:

  • Menerapkan pola makan dengan gizi yang seimbang.
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal, sesuai dengan indeks massa tubuh (IMT).
  • Jika merokok, mulailah berhenti. Sebab, tidak hanya fibrilasi ventrikel, rokok dapat menyebabkan banyak sekali gangguan kesehatan, terutama pada jantung dan paru-paru.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Kenali 7 Komplikasi Akibat Fibrilasi Ventrikel

Itulah sedikit penjelasan tentang fibrilasi ventrikel. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!