Saat Puasa, Ini yang Terjadi pada Organ Tubuh

Saat Puasa, Ini yang Terjadi pada Organ Tubuh

Halodoc, Jakarta - Bila berbicara mengenai kondisi fisik, puasa sebenarnya enggak hanya identik dengan mulut kering atau perut yang terasa keroncongan saja. Sebab, organ tubuh lainnya juga ikut mengalami dan “merasakan” kondisi tubuh yang selama kurang lebih 14 jam tak mendapatkan sari-sari makanan. Lalu, apa sih yang terjadi pada tubuh saat puasa?

Baca juga: Puasa Bermanfaat Bagi Kesehatan, Ini Buktinya

Hari-Hari Awal Jadi Bagian Tersulit

Kalau ditelisik lebih jauh, secara teknis tubuh kita tak berada dalam “kondisi berpuasa” sampai sekitar delapan jam setelah mengonsumsi makanan terakhir. Sebab, setelah lewat dari delapan jam, usus akan berhenti menyerap gizi dari makanan yang dikonsumsi.

Setelah itu untuk menghasilkan energi tubuh mulai mengandalkan glukosa yang disimpan di hati dan otot. Andaikan cadangan glukosa ini sudah habis, tubuh akan menggunakan lemak sebagai sumber energi tubuh. Nah, ketika tubuh mulai membakar lemak, kondisi ini akan mendorong pengurangan berat badan, tingkat kolesterol, dan mengurangi risiko diabetes.

Namun, turunnya kadar gula darah bisa saja menyebabkan beberapa masalah. Misalnya, lesu, sehingga menyebabkan sakit kepala, pusing, hingga bau mulut. Ini bisa terjadi pada sebagian orang di tingkat kelaparan yang sedang pada masa terberatnya.

Baca juga: 5 Makanan yang Dihindari saat Puasa

Kondisi Tubuh Selama 1-30 Hari Berpuasa

Selama berpuasa selama kurang lebih 30 hari, kira-kira apa yang terjadi pada tubuh saat puasa? Pertama-tama pada periode 1–2 hari kadar gula darah akan menurun, denyut jantung dan tekanan darah menurun, serta glikogen dari hati dan otot digunakan, sehingga tubuh terasa lemas.

Selanjutnya pada hari 3–7, tubuh mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi, sistem pencernaan beristirahat, dan aktivitas sel darah putih dan sistem imun meningkat.

Sedangkan yang terjadi pada tubuh saat puasa masuk pada periode 8–15 hari lain lagi. Di masa ini tubuh akan efisien dalam detoksifikasi dan memungkin tubuh untuk penyembuhan secara alami. Di masa ini juga, energi akan meningkat dan pikiran lebih jernih.

Terakhir, pada periode 16–30 hari tubuh berhasil beradaptasi pada keadaan puasa. Di masa ini pula, kemampuan memori dan konsentrasi akan meningkat. Ketika detoksifikasi selesai, maka tubuh akan bekerja maksimal dalam proliferasi jaringan untuk mengganti jaringan yang rusak.

Perubahan pada Organ-Organ Tubuh

Saat berpuasa organ-organ tubuh juga akan mengalami beberapa perubahan. Nah, berikut beberapa perubahan fungsi organ selama puasa.

    • Mulut. Produksi kelenjar air tetap bekerja untuk mencegah kemungkinan bau mulut. Meski begitu, kadarnya tak sebanyak saat tidak berpuasa.

    • Lambung. Untuk mencegah terkikisnya dinding asam lambung, produksi asam lambung akan menurun, sehingga luka lambung dapat terhindarkan.

    • Kantung empedu. Organ yang satu ini akan memekatkan cairan empedu untuk mempersiapkan metabolisme lemak pada saat berbuka.

    • Liver. Organ ini akan memecah penyimpanan glukosa sebagai sumber energi pertama.

    • Usus besar. Penyerapan air akan dikolonnya, tujuannya untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.

    • Usus kecil. Proses penyerapan nutrien akan berhenti, dan hanya terdapat gerakan reguler usus kecil setidaknya setiap 4 jam.

Baca juga: 5 Buah yang Direkomendasikan Dimakan saat Puasa

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!