30 January 2018

Saat Wanita Hamil Mengalami Bulimia

Saat Wanita Hamil Mengalami Bulimia

Halodoc, Jakarta – Selama hamil wanita sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang bergizi guna memenuhi nutrisi untuk tubuh. Baik nutrisi untuk sang ibu maupun calon bayi. Namun bagaiaman jika ternyata ibu memiliki riwayat bulimia?

Bulimia nervosa adalah satu jenis gangguan makan yang cukup serius dan berbahaya. Pasalnya para pengidap bulimia memilki kebiasaan yang cukup ekstrem saat makan. Orang dengan kelainan bulimia biasanya takut dengan kenaikan berat badan, sehingga akan melakukan segala hal untuk menurunkan atau mempertahankan bobot tubuh.

Berbeda dengan anoreksia, biasanya pengidap bulimia berusaha menjaga berat badan dengan cara tidak makan atau memilih makan dengan porsi kecil. Uniknya, bulimia tidak menutup kemungkinan seseorang untuk makan dengan porsi besar dan banyak. Namun tentunya ada “konsekuensi” jika hal itu terjadi.

Saat seorang bulimia tak dapat mengontrol nafsu makan, mereka akan mengeluarkan kembali makanan yang telah disantap. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari naiknya berat badan. Biasanya untuk mengeluarkan makanan, dilakukan dengan cara memaksa tubuh untuk muntah atau dengan mengonsumsi obat pencahar.

Menurut penelitian terbaru, penyakit ini paling banyak dialami oleh wanita. Tercatat ada 8 dari 100 wanita berusia 15-40 tahun yang mengalami gangguan bulimia. Pada pengidapnya, kelainan ini disebut mulai muncul dan terlihat sejak usia remaja.

Ada banyak faktor yang dapat menjadi pemicu seseorangan mengidap bulimia. Salah satunya adalah masalah psikologis. Bulimia sering dikaitkan dengan gangguan psikologis seperti depresi, stres, rasa rendah diri alias minder. Sejumlah ahli menyebut bahwa bulimia mungkin juga dipengaruhi dengan kebiasaan sehari-hari dan lingkungan tempat tinggal. Misalnya terbiasa hidup di antara orang-orang yang sangat menjaga berat badan, sehingga menjadi tekanan yang membuat ia merasa harus melakukan hal yang sama.

Bulimia pada Ibu Hamil

Jika seorang wanita yang memiliki bulimia hamil, biasanya ia akan tetap melakukan kebiasaan-kebiasaan yang “buruk” saat makan. Padahal selama hamil ibu harusnya banyak mengonsumsi makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi janin.

Selain itu, bulimia pada ibu hamil juga bisa berdampak buruk bagi perkembangan janin. Melansir Womenshealth, ibu hamil dengan bulimia bisa menyebabkan janin yang ada di dalam kandungan mengalami berbagai masalah. Mulai dari berat badan rendah, cacat lahir bahkan meninggal sebelum dilahirkan.

Hal ini mungkin terjadi karena saat mengalami bulimia, tubuh ibu tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Sehingga tak ada “makanan” yang dapat diteruskan pada janin. Jika terus dibiarkan, hal ini bahkan bisa menyebabkan terjadinya keguguran alias kegagalan dalam kehamilan.

Selain mengganggu perkembangan serta pertumbuhan janin, bulimia juga bisa membahayakan calon ibu. Berikut beberapa hal yang mungkin terjadi jika ibu hamil mengalami bulimia:

  1. Diabetes

Penyakit diabetes bisa mengintai ibu hamil yang mengalami bulimia. Karena salahs atu gejala dari bulimia adalah dorongan untuk makan dengan porsi yang banyak dan berlebihan. Hal ini dipercaya dapat menyebabkan naiknya kadar gula dalam darah sehingga tak menutup kemungkinan ibu akan mengalami diabetes saat hamil.

  1. Depresi

Kurang zat gizi ternyata tak hanya dapat membuat tubu menjadi tak sehat, tapi juga bisa mengganggu pikiran. Salah satu dampak dari tak terpenuhinya nutrisi yang dibutuhkan tubuh adalah rasa tertekan dan stres yang pada akhirnya akan berujung pada depresi.

  1. Melahirkan prematur

Ibu hamil yang memiliki bulimia disebut lebih berisiko melahirkan secara prematur alias melahirkan bayi sebelum waktunya. Risiko melahirkan prematur pada wanita dengan bulimia meningkat hingga tiga kali lipat dibanding wanita yang hamil normal.

  1. Keguguran

Risiko keguguran juga akan meningkat saat seorang ibu hamil mengalami bulimia. Hal ini terjadi karena gangguan makan yang dialami ibu membuat janin gagal berkembang.

Maka ada baiknya bagi para calon ibu untuk lebih bijaksana dalam merencanakan kehamilan. Ibu bisa menunda untuk punya momongan setidaknya hingga serangan bulimia mulai menurun atau tubuh mulai bisa mengendalikannya.

Bicarakan dengan dokter segala kondisi yang ada, terutama jika ibu memilih untuk hamil. Pakai aplikasi Halodoc untuk bicara dengan dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Download di sini untuk mulai membeli obat dan merencakan tes lab setelah disarankan oleh dokter.