• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit Karena Gigi Berlubang, Apa Pengobatannya?

Sakit Karena Gigi Berlubang, Apa Pengobatannya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Gigi berlubang atau yang juga disebut pembusukan gigi merupakan lubang yang terbentuk di gigi. Lubang ini awalnya kecil, kemudian secara bertahap menjadi lebih besar ketika tidak segera dirawat. Kebanyakan orang abai dalam merawat gigi berlubang, karena tidak semua lubang pada gigi menimbulkan gejala sakit pada awalnya. Gigi berlubang pun sering kali terjadi tanpa disadari. 

Gigi berlubang merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi. Siapa pun dapat memiliki gigi berlubang, terutama jika kamu tidak menjaga kebersihan gigi dan mulutmu dengan baik. Padahal, jika lubang diketahui lebih awal, dokter dapat melakukan pengobatan sesuai dengan kondisi lubang di gigi. 

Baca juga: Alami Sakit Gigi, Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Pengobatan Gigi Berlubang yang Dilakukan Dokter

Ketika kamu menyadari memiliki gigi berlubang, sebaiknya segera bicarakan pada dokter gigi melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran yang tepat. Dokter gigi dapat mengidentifikasi kerusakan gigi. Beberapa lubang tidak dapat terlihat dengan penglihatan mata langsung. Sehingga mungkin perlu menggunakan X-ray gigi untuk mencari lubang. 

Pilihan pengobatan gigi berlubang tergantung pada tingkat keparahan. Ada beberapa cara untuk mengobatinya, di antaranya:

1. Tambal Gigi

Dokter gigi akan menggunakan bor gigi dan menghilangkan area busuk di gigi. Kemudian area yang dibersihkan dengan bor diisi dengan zat, seperti perak, emas, atau resin komposit untuk menambal lubang pada gigi. 

2. Crown

Untuk pembusukan dan lubang gigi yang lebih parah, dokter gigi dapat memasang penutup yang pas pada gigi untuk mengganti mahkota gigi yang asli. Dokter gigi akan menghilangkan area gigi yang membusuk sebelum memulai prosedur ini. 

Baca juga: Usia Ideal Anak Pergi ke Dokter Gigi

3. Perawatan Saluran Akar Gigi

Ketika kerusakan gigi menyebabkan kematian saraf, dokter gigi akan melakukan saluran akar untuk menyelamatkan gigi. Dokter akan menghilangkan jaringan saraf, jaringan pembuluh darah, dan bagian gigi lain yang membusuk. Dokter gigi kemudian akan memeriksa infeksi dan memberikan obat ke akar gigi sesuai kebutuhan. Setelah itu, gigi akan diisi dan mungkin diletakkan mahkota gigi di atasnya. 

4. Cabut Gigi

Ini merupakan tindakan yang dapat dilakukan jika kerusakan pada lubang gigi sudah sangat parah dan tidak dapat dipulihkan lagi. Setelah gigi yang berlubang dicabut, maka dapat dipasang gigi palsu atau implan gigi untuk mengisi celah bekas gigi yang dicabut. 

5. Perawatan Tahap Awal

Apabila dokter gigi mendeteksi lubang gigi sejak awal, perawatan fluoride dapat mengembalikan enamel gigi dan mencegah pembusukan lebih lanjut. 

Gigi berlubang merupakan kerusakan gigi yang menjadi penyebab banyak rasa sakit dan ketidaknyamanan di gigi dan mulut. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit gigi untuk sementara waktu:

  • Pertahankan rutinitas kebersihan mulut. Tetap menyikat dan membersihkan gigi dan semua bagian mulut, termasuk pada area sensitif. 
  • Cobalah obat penghilang rasa sakit tanpa resep.
  • Perhatikan makanan yang dikonsumsi. Hindari makanan yang sangat panas atau dingin ketika makan dan minum. 

Baca juga: 3 Cara Mencegah Gigi Berlubang Pada Anak

Meskipun cara sementara ini dilakukan dan mungkin dapat menghilangkan sakit, tetap periksakan gigi ke dokter gigi untuk mendapatkan diagnosis yang lebih tepat dan mendalam. Sakit gigi karena berlubang dapat menyebabkan komplikasi jika tidak dirawat dengan cara yang tepat, yaitu:

  • Sakit gigi yang berkelanjutan.
  • Abses gigi yang dapat terinfeksi dan memicu komplikasi yang dapat mengancam jiwa. 
  • Infeksi dapat memasuki aliran darah atau sepsis.
  • Keluar nanah di sekitar gigi yang terinfeksi. 
  • Peningkatan risiko patah atau terkelupasnya gigi. 
  • Kesulitan makan dan mengunyah makanan. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Tooth Cavities
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cavities/tooth decay