• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit Kepala Berkepanjangan, Apakah Berbahaya?

Sakit Kepala Berkepanjangan, Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Rasanya hampir tiap orang pernah mengalami sakit kepala, setuju? Namun, bagaimana dengan sakit kepala yang terjadi secara terus-menerus? Sakit kepala terus-menerus atau kronis juga disebut dengan sakit kepala berkepanjangan. 

Sakit kepala berkepanjangan ini ditandai dengan sakit kepala yang terjadi minimal 15 hari dalam satu bulan dan terjadi selama tiga bulan berturut-turut. Hal yang perlu ditegaskan, sakit kepala berkepanjangan tak boleh dianggap remeh. Sebab bisa jadi kondisi tersebut menandai adanya keluhan kesehatan yang lebih serius. 

Baca juga: 7 Tips Menghadapi Sakit Kepala Ketika Terkena Hujan

Banyak Ragam Jenisnya 

Kira-kira apa yang menyebabkan sakit kepala kronis primer? Sayangnya, sampai kini penyebabnya tak diketahui pasti. Namun, sakit kepala kronis non-primer memiliki beberapa kemungkinan penyebab. Mulai dari infeksi, peradangan, gangguan pembuluh darah otak, gangguan tekanan pada otak, hingga tumor otak. Tuh, seram kan? 

Hal yang perlu diingat, sakit kepala berkepanjangan ini sendiri terdiri dari beberapa jenis, yaitu: 

  • Migrain kronis.

  • Sakit kepala tegang kronis. 

  • Sakit kepala yang timbul dan terjadi terus-menerus. 

  • Sakit kepala berulang.

  • Sakit kepala karena peningkatan tekanan intrakranial (dipicu oleh tumor otak).

Baca juga: 5 Hal tentang Migrain yang Perlu Diketahui

Mengganggu Penglihatan hingga Riwayat Kanker

Sakit kepala yang tak kunjung membaik bisa menandakan beberapa kondisi atau penyakit dalam tubuh. Oleh sebab itu, segeralah temui dokter bila sakit kepala tak kunjung reda. Lantas, seperti apa sih gejala sakit kepala yang berbahaya dan diwaspadai? 

Nah, berikut ini beberapa gejala sakit kepala yang berbahaya:

  1. Sakit kepala yang disertai masalah penglihatan.

  2. Sakit kepala disertai mual, muntah, pusing, kebingungan, atau kehilangan kesadaran. 

  3. Sakit kepala disertai demam atau leher kaku.

  4. Sakit kepala yang disertai keluhan pada telinga, hidung, tenggorokan, atau mata. 

  5. Berusia di atas 50 dan mengidap sakit kepala kronis atau jenis sakit kepala baru.

  6. Sakit kepala yang dialami setelah cedera kepala.

  7. Sakit kepala petir (thunderclap headache), sakit kepala yang parah dan datang dengan cepat. Sakit kepala ini bisa berkembang dalam 60 detik atau kurang. 

  8. Sakit kepala yang disertai dengan kelemahan atau kehilangan kendali atas bagian tubuh atau ucapan.

  9. Sakit kepala terjadi sebanyak dua atau lebih dalam seminggu.

  10. Gejalanya semakin parah atau tidak membaik mesti telah mendapat perawatan atau mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter.

  11. Sakit kepala membuat sulit menjalankan aktivitas sehari-hari.

  12. Kepala terasa seperti diremas.

  13. Sakit kepala yang membangunkan di saat tidur. 

  14. Mengalami sakit kepala berat dan memiliki riwayat kanker, HIV, atau AIDS. 

Baca juga: Sakit Kepala Cluster dengan Migrain, Sama atau Tidak?

Nah, kesimpulanya sakit kepala berkepanjangan yang tak kunjung membaik, bisa saja menandai adanya penyakit serius lainnya. Oleh sebab itu, segeralah temui dokter bila mengalami gejala-gejala sakit kepala di atas. Nantinya dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan untuk mendiagnosis dan mengetahui penyebab dari sakit kepala berkepanjangan. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2020. Is It Time to See a Neurologist? 
Healthline. Diakses pada 2020. Headache Warning Signs.
Web MD. Diakses pada 2020. Headache and Migraine Diagnosis.
Web MD. Diakses pada 2020. Do I Need to See a Headache Specialist?