16 July 2018

Sakit Perut Peritonitis Bisa Berakibat Fatal

sakit perut peritonitis

Halodoc, Jakarta – Sudah tau tentang peritonitis? Peritonitis bukan sakit perut biasa. Kondisi ini bisa terjadi karena peritoneum, yaitu lapisan tipis dinding dalam perut yang fungsinya melindungi organ di dalam rongga perut sedang mengalami peradangan. Bila kamu mengalami peritonitis, sebaiknya segera ditangani karena penyakit ini berpotensi menyebabkan infeksi yang nantinya bisa menyebar ke seluruh tubuh dan mengakibatkan kematian. Karena itu, kenali sakit perut peritonitis lebih jauh.

Penyebab Peritonitis

Dua faktor yang biasanya menyebabkan peradangan pada peritoneum ini adalah infeksi bakteri dan jamur. Namun, infeksi yang menyebabkan peritonitis ini bisa berasal dari dalam peritoneum sendiri, yang disebut juga dengan peritonitis primer, atau bisa juga disebabkan karena infeksi yang berasal dari saluran pencernaan yang disebut juga peritonitis sekunder. Kedua jenis peritonitis tersebut sangat berbahaya dan mengancam nyawa. Pada pengidap sirosis, risiko kematian bisa mencapai 40 persen. Baca juga: Selain Alkohol, Ini 6 Penyebab Gangguan Fungsi Hati

Ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya peritonitis primer:

  • Sirosis. Kerusakan hati ini bisa menyebabkan cairan pada rongga perut menumpuk yang akhirnya menyebabkan infeksi.
  • Tindakan CAPD. Prosedur yang dilakukan untuk mengobati gagal ginjal kronis ini, bila tidak dilakukan secara steril, bisa menyebabkan infeksi.

Sedangkan, berikut adalah kondisi yang bisa meningkatkan risiko peritonitis sekunder:

  • Masalah pencernaan yang serius, seperti penyakit Crohn atau diverticulitis
  • Pecahnya organ dalam, seperti usus buntu yang pecah akibat penyakit usus buntu, atau lambung yang pecah akibat tukak lambung.
  • Radang panggul.
  • Pankreatitis.
  • Luka pada perut akibat tembakan atau tusukan benda tajam.

Gejala Peritonitis

Pengidap peritonitis umumnya akan mengalami gejala-gejala berikut:

  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Nafsu makan menurun.
  • Lemas.
  • Perut kembung.
  • Nyeri perut yang semakin terasa bila disentuh atau bergerak.
  • Demam.
  • Sangat sering merasa haus, tapi hanya mengeluarkan urine yang sedikit.

Pada pengidap gagal ginjal yang habis menjalani CAPD, bila mengidap peritonitis, maka akan mengeluarkan cairan dari rongga perut yang terlihat keruh dan banyak gumpalan berwarna putih.

Baca juga: Inilah 7 Arti Sakit Perut Sebelah Kiri yang Perlu Diketahui

Bahaya Peritonitis

Bila tidak segera ditangani, peritonitis bisa menyebabkan komplikasi, yaitu menyebarnya infeksi ke aliran darah dan seluruh tubuh (sepsis). Kondisi ini kemudian bisa mengakibatkan tekanan darah menurun drastis, sehingga beberapa organ tubuh gagal berfungsi. Selain itu, peritonitis juga bisa menyebabkan terbentuknya kumpulan nanah dalam rongga perut. Usus yang menjadi lengket juga merupakan komplikasi dari peritonitis, sehingga akibatnya usus menjadi tersumbat.

Pengobatan Peritonitis

Berikut adalah beberapa pilihan cara penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasi peritonitis:

  • Obat-obatan. Bila peritonitis disebabkan oleh infeksi jamur, pengidap akan diberikan antibiotik suntik atau obat antijamur untuk mencegah infeksi menyebar ke seluruh tubuh. Lamanya waktu pengobatan tergantung tingkat keparahan yang dialami pengidap.
  • Operasi. Tindakan operasi dilakukan untuk membuang jaringan yang terinfeksi atau menutup organ dalam yang robek.

Baca juga: Dapatkah Usus Buntu Ditangani Tanpa Operasi? Berikut Ulasannya

Itulah sedikit penjelasan tentang petronitis dan bahayanya. Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut tentang sakit perut petronitis, kamu bisa menanyakan langsung ke ahlinya di aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu berdiskusi dengan dokter kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!