Sakit Perut Saat Puasa, Tanda Maag Kambuh?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Sakit Perut Saat Puasa, Tanda Maag Kambuh?

Halodoc, Jakarta - Gangguan pencernaan menjadi masalah kesehatan yang sering terjadi ketika puasa. Tidak heran, karena perut dan semua organ pencernaan yang biasanya bekerja ketika kamu makan, harus beristirahat selama lebih dari 10 jam ketika kamu berpuasa. Perut terasa melilit dan perih, hingga maag paling sering terjadi. Namun, benarkah sakit perut saat puasa menjadi indikasi bahwa maag sedang kumat?

Sakit Perut Saat Puasa Bukan Berarti Maag Kambuh

Ya, faktanya, tidak demikian. Mungkin benar perut terasa sakit saat puasa pertanda maag kambuh, hanya jika kamu memiliki riwayat penyakit ini. Namun, bagi orang yang sehat atau tidak ada riwayat sakit maag atau penyakit lambung lain, sakit perut saat puasa bisa menjadi tanda lainnya.

Ketika sedang berpuasa, sebagian besar organ di dalam tubuh mengalami fase istirahat, terutama yang berhubungan dengan pencernaan. Nah, lambung juga demikian. Oleh karena tidak adanya makanan yang masuk dan dicerna, seharusnya organ satu ini menurunkan produksi asam lambung.

Baca juga: Kenali Perut Kembung dan Solusi Mengatasinya

Sayangnya, kondisi ini hanya bertahan antara 6 hingga 8 jam setelah perut benar-benar dalam keadaan kosong. Sementara kamu berpuasa hampir 14 jam setiap harinya. Hal ini membuat lambung pada akhirnya memproduksi asam, dengan diikuti penurunan pH. Kondisi ini sebenarnya terjadi karena kadar gula darah yang turut menurun pada tubuh.

Tentu saja, penurunan gula darah ini membuat kamu merasa lapar, terutama pada siang hari. Tidak heran, karena siang hari adalah waktu ketika peningkatan asam lambung berada di posisi tertinggi. Inilah mengapa pengidap maag sering mengalami kumat ketika jam-jam krusial tersebut.

Meski begitu, jangan beranggapan bahwa sakit perut saat puasa menjadi tanda bahwa maag sedang kambuh. Kalau kamu sehat, bagaimana bisa kamu mengalami sakit maag? Faktanya, ketika waktu makan siang hingga pada akhirnya waktu berbuka, indera di dalam tubuh kamu akan lebih aktif, terlebih indera penciuman.

Baca juga: Tips Atasi Sakit Perut karena Kekenyangan Sehabis Buka Puasa

Apa artinya? Artinya, sepanjang waktu itu, kamu akan memikirkan menu apa yang paling enak untuk disantap ketika azan maghrib berkumandang nanti. Tidak heran jika semua makanan dan minuman yang tertangkap mata terasa lezat, dan ini tak jarang membuat kamu gelap mata dan ingin mencoba semua. Perut yang lapar ini yang membuat lambung memproduksi asam lebih tinggi dan membuat perut menjadi sakit.

Jangan Kalap saat Waktu Buka Puasa Tiba

Banyak yang lupa, perut kosong dan rasa lapar ketika puasa membuat diri menjadi kalap saat berbuka. Kolak, es kelapa muda, es buah, gorengan, semua terasa nikmat, terlebih jika kamu membayangkan menyantapnya bersamaan. Perut kenyang, lapar hilang.

Tidak salah, tapi kamu akan kembali mengalami sakit perut karena kekenyangan. Saat berbuka, lambung mulai bekerja lagi setelah lama beristirahat. Sebaiknya, pilih makanan ringan sebagai pembuka, agar lambung tidak kaget karena menerima makanan sebanyak yang kamu makan. Apalagi kalau semua yang kamu konsumsi ketika buka adalah jenis makanan berat.

Baca juga: Tidur Habis Sahur Bikin Perut Sakit, Kok Bisa?

Memang, dianjurkan untuk mengonsumsi yang manis ketika berbuka. Namun, bukan berarti semua yang manis harus dilahap. Air putih dan sebuah kurma sudah cukup menggantikan energi kamu yang hilang, lho.

Namun, jika kamu adalah pengidap maag dan sering kambuh ketika puasa, coba yuk tanyakan pada dokter, apa sebenarnya penyebabnya. Bisa jadi kamu melakukan kebiasaan buruk yang memicu sakit perut saat puasa atau maag kambuh ketika puasa. Sekarang, tanya dokter tidak perlu ribet mengantre kok, kamu bisa pakai aplikasi Halodoc. Coba sekarang yuk, download dulu aplikasi Halodoc!