• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sakit saat Menelan Bisa Jadi Tanda Kanker Tenggorokan?

Sakit saat Menelan Bisa Jadi Tanda Kanker Tenggorokan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Sakit saat Menelan Bisa Jadi Tanda Kanker Tenggorokan?

“Kanker tenggorokan seringkali muncul tanpa gejala yang jelas. Namun, sebaiknya waspadai nyeri pada tenggorokan yang bahkan bisa menyebabkan sakit saat menelan. Sebab, mungkin saja itu adalah tanda awal dari tumbuhnya sel abnormal atau tumor di tenggorokan.”


Halodoc, Jakarta – Kanker tenggorokan adalah penyakit yang terjadi karena sel kanker tumbuh di tenggorokan. Tenggorokan merupakan organ berbentuk tabung berotot yang memanjang dari belakang hidung dan berakhir di leher. Pertumbuhan sel-sel abnormal di organ ini bisa mengacu pada kanker tenggorokan dan biasanya ditandai dengan perubahan suara, sakit tenggorokan, dan sakit saat menelan.

Tenggorokan memiliki peran penting dalam proses pencernaan dan pernapasan. Dalam proses pernapasan, bagian ini berfungsi untuk mengalirkan udara dari hidung menuju trakea dan sebaliknya. Sementara dalam proses pencernaan, tenggorokan memiliki fungsi dalam proses menelan dan menyalurkan makanan dari mulut. 

Baca Juga : Suara Serak Bisa jadi Pertanda Tumor Tenggorokan

Gejala Kanker Tenggorokan yang Harus Diwaspadai 

Kanker bisa tumbuh di bagian dan jaringan yang menyusun tenggorokan, seperti amandel atau tonsil, laring, dan faring. Pertumbuhan sel kanker seringnya dimulai dari sel datar yang melapisi bagian dalam tenggorokan, atau pada kotak suara yang berada tepat di bawah tenggorokan. Kotak suara berisi pita suara dan terbuat dari tulang rawan. 

 Di tahap awal kanker tenggorokan mungkin akan sulit dideteksi karena gejalanya yang kurang jelas. Namun, salah satu tanda yang bisa dikenali adalah sakit pada tenggorokan serta kesulitan dalam menelan makanan. Selain itu, ada gejala lain yang bisa menjadi tanda pertumbuhan sel kanker, di antaranya: 

  • Perubahan suara;
  • Penurunan berat badan;
  • Sakit tenggorokan;
  • Sering berdehem karena merasa ada sesuatu yang mengganjal pada tenggorokan;
  • Batuk persisten atau batuk darah;
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher;
  • Mengi;
  • Sakit telinga;
  • Suara serak.

Baca Juga: Sering Konsumsi Minuman Panas Sebabkan Kanker Tenggorokan, Benarkah?

Jika mengalami gejala penyakit di atas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk menemukan daftar rumah sakit terdekat. Atur lokasi dan cari tahu rumah sakit yang sesuai kebutuhan dan bisa dikunjungi. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Dalam pemeriksaan, dokter akan berfokus untuk menyingkirkan tumor, sehingga kanker tidak menyebar atau memburuk. Hal ini penting dilakukan untuk menjaga kemampuan tenggorokan dalam menelan makanan dan berbicara. Setelah itu, dokter akan menentukan perawatan yang bisa dilakukan untuk pengidap kanker tenggorokan. 

Perawatan dilakukan tergantung pada stadium, letak kanker, serta kondisi tubuh secara keseluruhan. Seseorang mungkin saja memerlukan satu atau lebih perawatan. Perawatan kanker tenggorokan mencakup terapi radiasi, pembedahan untuk mengangkat tumor, endoskopi atau kemoterapi.

Baca Juga: Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Kanker Tenggorokan

Bisakah Penyakit Ini Dicegah?  

Gaya hidup yang tidak sehat sering menjadi penyebab terbentuknya sel kanker di tenggorokan. Maka dari itu, salah satu cara mencegahnya adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup, meliputi: 

  • Berhenti merokok atau hindari kebiasaan merokok. Hentikan kebiasaan merokok mulai sekarang karena rokok mengandung zat kimia yang dapat mengaktifkan sel-sel kanker. Jika kamu tidak merokok, jangan coba-coba untuk memulainya. 
  • Hindari konsumsi alkohol berlebihan. Saat mengonsumsi alkohol, hindari meminumnya terlalu berlebihan. Bagi pria dewasa yang sehat, sebaiknya minum alkohol tidak lebih dari dua gelas sehari. Sedangkan untuk wanita dan pria yang lebih tua sebaiknya minum alkohol tidak lebih dari satu gelas dalam sehari. 
  • Konsumsi buah-buahan dan sayuran. Vitamin dan antioksidan dalam buah dan sayuran dapat mengurangi risiko kanker tenggorokan. Makanlah beragam buah dan sayuran setiap hari.
  • Lindungi diri dari HPV. Beberapa kanker tenggorokan diduga disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) yang ditularkan secara seksual. Kamu dapat mengurangi risiko HPV dengan membatasi jumlah pasangan seksual dan menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Pertimbangkan vaksin HPV yang tersedia untuk laki-laki dan perempuan.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Throat cancer.
Healthline. Diakses pada 2021. What Is Throat Cancer?
WebMD. Diakses pada 2021. Throat cancer.