Sama-Sama Gangguan Kelenjar Tiroid, Ini Bedanya Graves dan Struma Basedow

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Sama-Sama Gangguan Kelenjar Tiroid, Ini Bedanya Graves dan Struma Basedow

Halodoc, Jakarta - Tubuh memiliki kelenjar tiroid yang bentuknya seperti kupu-kupu berukuran kecil dan berada di bagian depan leher. Kelenjar ini menghasilkan hormon yang membantu tubuh untuk menggunakan energi. Tak heran hormon yang dihasilkan oleh kelenjar tiroid berpengaruh pada kinerja organ di dalam tubuh, bahkan termasuk bagaimana jantung berdetak.

Terjadinya gangguan kelenjar tiroid bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan yang serius. Seperti penyakit graves dan struma basedow atau gondokan dalam. Jika keduanya termasuk ke dalam gangguan kesehatan akibat tidak berfungsinya tiroid dengan baik, lalu apa yang menjadi pembedanya?

Mengenal Penyakit Graves dan Struma Basedow

Penyakit graves adalah kelainan sistem kekebalan tubuh atau gangguan autoimun yang menyebabkan produksi hormon tiroid menjadi berlebih atau dikenal dengan hipertiroidisme. Hormon ini berpengaruh pada berbagai organ di dalam tubuh, maka gejala dan tanda yang timbul bisa beragam. Gangguan kesehatan ini bisa terjadi pada siapa saja, tetapi lebih sering menyerang wanita di bawah usia 40 tahun.

Baca juga: Ketahui 5 Makanan yang Harus Dihindari Pengidap Penyakit Graves

Sementara itu, struma basedow terjadi ketika kelenjar tiroid mengalami pembesaran. Secara tidak langsung, kedua gangguan kelenjar tiroid ini saling berkaitan. Ketika seseorang mengalami penyakit graves, kerusakan dalam sistem kekebalan tubuh membuat terbentuknya antibodi yang sifatnya abnormal dan menyerupai Thyroid Stimulating Hormone. Sinyal palsu ini yang mendorong kelenjar tiroid memproduksi hormon berlebih. Akibatnya, kelenjar tiroid mengalami pembesaran dan terjadilah gondokan dalam.

Bagaimana Gejala Keduanya?

Kamu perlu tahu, gondokan tidak selalu menimbulkan gejala. Biasanya, tanda umum yang bisa dicermati terkait dengan struma basedow adalah batuk, suara berubah serak, sulit menelan dan bernapas, pembengkakan pada leher, dan ada ganjalan di bagian tenggorokan.

Sementara itu, pada penyakit graves, gejala lain yang muncul selain membesarnya kelenjar tiroid adalah tremor, berat badan menurun, mata menonjol seakan melotot, libido menurun, dan memerahnya kulit pada bagian kaki. Mata melotot adalah gejala yang khas jika seseorang mengidap penyakit graves.

Baca juga: Ketahui Tanda dan Gejala Penyakit Graves yang Sebabkan Kelenjar Tiroid Agresif

Bagaimana Diagnosisnya?

Sebelum memutuskan apakah seseorang mengidap struma basedow atau penyakit graves, dokter pasti akan menanyakan riwayat kesehatan terlebih dahulu. Lalu, dilakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui tanda dari gangguan kelenjar tiroid ini, seperti memeriksa denyut jantung, tekanan darah, dan kelenjar tiroid.

Khusus untuk penyakit graves, dokter akan menganjurkan untuk dilakukan pemeriksaan darah, sehingga kadar hormon tiroid dan TSH dalam tubuh bisa diketahui. Biasanya, pengidap penyakit graves memiliki kadar hormon tiroid yang tinggi, sementara TSH-nya justru rendah.

Selanjutnya, pengidap diberikan asupan yodium, baik melalui injeksi maupun oral. Pemberian yodium ini bertujuan untuk mengetahui jumlahnya dalam kelenjar tiroid. Nantinya, diketahui apakah gondokan yang dialami murni adalah penyakit graves atau struma basedow. Jika diperlukan, dokter akan turut merekomendasikan tes lainnya, seperti CT Scan, USG, dan MRI.

Baca juga: Penyakit Graves Bisa Timbulkan 4 Komplikasi Ini

Itu tadi perbedaan mendasar gangguan kelenjar tiroid penyakit graves dan struma basedow. Kamu merasakan gejala yang mirip? Coba langsung tanyakan pada dokter, supaya kamu bisa segera mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Kamu bisa download aplikasi Halodoc dan pilih layanan Tanya Dokter. Jika dokter memberi resep, obat bisa juga dibeli melalui aplikasi Halodoc, lho!