Sangat Menular, Bisakah TB Menular ke Anak-Anak?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
sangat-menular-bisakah-tb-menular-ke-anak-anak-halodoc

Halodoc, Jakarta – Tuberkulosis (TB) adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh jenis bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis (Mtb). Penyakit ini sangat mudah menular melalui udara. Nah, bisakah TB juga menular ke anak-anak? Cari tahu jawabannya di bawah ini. 

Jawabannya adalah ya, tuberkulosis juga bisa menular ke anak-anak. TB biasanya menular ketika ada orang dewasa yang terinfeksi mengeluarkan kuman penyebab TB ke udara saat ia batuk atau bersin. Kuman-kuman tersebut kemudian dihirup oleh anak yang akhirnya membuatnya terinfeksi juga. 

Namun, anak-anak yang berusia 10 tahun ke bawah yang mengidap TB paru biasanya jarang menularkan infeksi tersebut pada orang lain. Hal ini karena mereka cenderung hanya memiliki sedikit bakteri dalam sekresi lendir mereka dan batuknya pun tidak terlalu efektif untuk mengakibatkan bakteri.

Untungnya, sebagian besar anak yang terkena TBC biasanya tidak menjadi sakit. Ketika bakteri sampai ke paru-paru mereka, sistem kekebalan tubuhnya dapat menyerang dan mencegah penyebaran bakteri lebih lanjut. Anak-anak biasanya terinfeksi TB tanpa menimbulkan gejala, sehingga penyakit tersebut hanya bisa dideteksi dengan tes kulit positif. Jenis tuberkulosis yang dialami anak-anak ini bisa dikategorikan juga sebagai infeksi TB laten. Meski begitu, anak-anak dengan TB tanpa gejala juga tetap harus dirawat untuk mencegah penyakit aktif tersebut terjadi.

Baca juga: Hari Tuberculosis Sedunia, Ini yang Perlu Diketahui tentang TBC

Faktor Risiko TB pada Anak

Berikut ini anak-anak yang berisiko tinggi terkena TB:

  • Anak-anak yang tinggal di rumah dengan orang dewasa yang memiliki TB aktif atau berisiko tinggi tertular TB.

  • Anak-anak yang terinfeksi HIV atau kondisi lain yang melemahkan sistem kekebalan tubuh.

  • Anak-anak yang lahir di negara yang memiliki prevalensi TB tinggi.

  • Anak-anak yang mengunjungi negara di mana TB adalah endemik.

  • Anak-anak yang tinggal di tempat penampungan.

Cara Mencegah TB pada Anak

Mengingat tuberkulosis dapat menular pada anak-anak, berikut ini cara-cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit tersebut menyerang Si Kecil:

  • Hindari kontak langsung dengan orang-orang yang mengidap penyakit TB aktif.

  • Mendapatkan imunisasi Bacillus Calmette-Guérin atau BCG. Ini adalah cara paling efektif untuk mencegah tuberkulosis pada anak-anak.

  • Minum obat-obatan sebagai tindakan pencegahan dalam kasus-kasus berisiko tinggi.

  • Menjaga pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi dan menjaga kebersihan diri.

Baca juga: Alasan Ibu Tidak Boleh Lewatkan Imunisasi BCG

Waspadai Gejala TB pada Anak

Kadang-kadang, pada sejumlah kecil anak dengan TB yang tidak diberi pengobatan yang tepat, infeksi dapat berkembang dan menyebabkan gejala, seperti:

  • Demam

  • Kelelahan. 

  • Lekas marah. 

  • Batuk terus-menerus. 

  • Lemas. 

  • Pernapasan berat dan cepat. 

  • Keringat yang berlebihan di malam hari. 

  • Kelenjar membengkak. 

  • Penurunan berat badan.

  • Pertumbuhan yang buruk

Pada sejumlah kecil anak, khususnya mereka yang berusia di bawah 4 tahun, infeksi TBC dapat menyebar melalui aliran darah dan memengaruhi hampir semua organ di dalam tubuh. Kondisi ini membutuhkan penanganan yang jauh lebih rumit di mana semakin dini diobati, semakin besar peluang kesembuhannya. Selain itu, anak-anak dengan kondisi tersebut juga berisiko lebih tinggi terkena meningitis tuberkulosis, yaitu penyakit berbahaya yang memengaruhi otak dan sistem saraf pusat.

Baca juga: Waspadai Komplikasi Akibat Tuberkulosis

Karena itulah, bila Si Kecil mengalami gejala-gejala tuberkulosis seperti di atas, segera bawa ia ke rumah sakit agar bisa mendapatkan pengobatan sedini mungkin.

Ibu juga bisa membawa anak melakukan pemeriksaan kesehatan terkait tuberkulosis di rumah sakit pilihan ibu lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi: 
Healthy Children. Diakses pada 2020. Tuberculosis in Children.
Kids Health. Diakses pada 2020. Tuberculosis.