Sariawan pada Bayi, Ini Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Sariawan pada Bayi, Ini Cara Mencegahnya

Halodoc, Jakarta – Sariawan bisa memicu rasa tidak nyaman pada pengidapnya. Pada bayi, luka sariawan bisa menyebabkan anak menjadi lebih rewel dan mungkin merasa tidak enak badan. Kondisi ini memang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada bayi. Sariawan pada bayi bisa ditandai dengan munculnya bulatan putih atau luka pada gusi, bagian dalam bibir, atau di pipi.

Umumnya, sariawan disebabkan oleh infeksi virus. Namun, sariawan pada bayi bisa saja terjadi karena berbagai faktor lain, seperti luka pada mulut, mengonsumsi makanan yang salah, hingga kurang asupan vitamin. Bayi yang mengalami sariawan biasanya akan menjadi lebih rewel, menolak saat disusui, hingga muncul luka pada area mulut. 

Baca juga: Stomatitis pada Anak, Lakukan Hal ini untuk Menanganinya

Mencegah Sariawan pada Bayi 

Sebenarnya, sariawan jarang terjadi pada bayi namun bukan berarti tidak mungkin. Sariawan seringnya ditemui pada bayi yang sudah berusia di atas 10 bulan, tetapi sebenarnya bisa muncul pada usia berapa saja. Belum diketahui secara pasti apa penyebab sariawan pada bayi, tetapi secara umum kondisi ini sering muncul karena infeksi virus.

Pada bayi, sariawan bisa terjadi karena adanya luka di area mulut. Luka bisa muncul saat bayi secara tidak sengaja menggigit lidah atau bibir bagian dalamnya. Bekas gigitan itu yang kemudian memicu luka dan bisa berkembang menjadi sariawan. Untuk mencegahnya, ibu bisa melatih anak menggunakan teether, sehingga tidak sembarang menggigit. Dengan begitu, risiko anak menggigit lidah atau bibirnya menjadi lebih kecil. 

Sariawan juga bisa muncul akibat konsumsi makanan tertentu pada bayi. Jenis makanan yang bisa membuat anak-anak mengalami sariawan adalah buah yang memiliki rasa asam, seperti buah jeruk dan stroberi. Hindari konsumsi jenis makanan ini secara berlebihan agar Si Kecil tidak mengalami sariawan yang bisa mengganggu.

Baca juga: Cari Tahu 5 Penyebab Sariawan dan Cara Mengatasinya

Bayi juga bisa mengalami kekurangan asupan vitamin dan mineral. Saat bayi mengalami kekurangan vitamin, risiko sariawan pun akan meningkat. Bayi rentan mengalami sariawan jika kekurangan asupan asam folat, zinc, zat besi, dan vitamin B12. Maka dari itu, penting untuk memastikan bayi mendapat asupan vitamin dan mineral yang cukup sesuai dengan kebutuhan hariannya.

Sariawan yang dialami bayi bisa sembuh atau menghilang dengan sendirinya. Luka sariawan biasanya akan membaik dalam waktu 7–10 hari. Saat mengalami sariawan, anak biasanya akan menjadi lebih rewel dan sulit makan serta menyusu. Hal itu terjadi karena rasa sakit yang masih terasa di area mulut. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sariawan pada bayi, di antaranya: 

  • Kompres

Salah satu cara untuk mengatasi sariawan pada anak adalah mengompres area yang luka. Kompres air dingin atau es batu bisa membuat sariawan mati rasa, sehingga nyeri tidak terlalu terasa. Namunnhati-hati, pastikan tidak mengompres terlalu lama karena bisa menyebabkan bayi kedinginan. 

  • Minum Air Putih

Saat Si Kecil mengalami sariawan, coba beri ia asupan air putih yang cukup. Hal ini bisa meringankan nyeri yang muncul serta menghindari bayi dari kurang cairan alias dehidrasi. Jika sulit, cobalah untuk memberi minum sedikit demi sedikit, tetapi sering. 

  • Perhatikan Makanan

Saat anak mengalami sariawan, cobalah untuk lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Sariawan bisa membuat Si Kecil kesulitan untuk mengunyah makanan, maka dari itu cobalah untuk memberi makanan yang memiliki tekstur lembut.

Baca juga: Ini Trik untuk Sembuhkan Sariawan Saat Hamil

Ibu bisa memanfaatkan aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter dan bertanya seputar sariawan pada bayi. Sampaikan gejala yang dialami Si Kecil melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Raising Children Australia. Diakses pada 2019. Mouth Ulcer.
Healthline. Diakses pada 2019. What Causes Mouth Ulcers?
WebMD. Diakses pada 2019. Dental Health and Canker Sores.