• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sariawan pada Bayi yang Baru Lahir, Berbahayakah?

Sariawan pada Bayi yang Baru Lahir, Berbahayakah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Tidak hanya orang dewasa, anak-anak sampai bayi yang baru lahir bisa mengalami sariawan. Sariawan yang dialami oleh bayi baru lahir ditandai dengan bercak putih seperti dadih susu yang umumnya muncul di lidah, gusi, bagian dalam atau atap mulutnya. Untuk membedakannya dengan dadih susu, sariawan tentu tidak mudah dihilangkan. Selain itu, Si Kecil yang mengalami sariawan biasanya lebih gelisah dan hanya menyusu dalam waktu singkat.

Ia mungkin suka menarik diri dari payudara ibu saat menyusui karena mulutnya sakit. Melansir dari Baby Centre, sariawan yang dialami Si Kecil dapat melewati sistem pencernaan ke pantatnya dan menyebabkan ruam popok. Ruam biasanya terlihat sakit dan lembap dengan bintik-bintik merah atau putih dan dapat menyebar ke lipatan kulit. Lantas, apakah sariawan dapat membahayakan bayi baru lahir? Simak penjelasan berikut ini.

Baca Juga: 7 Tips Dasar Merawat Bayi Baru Lahir

Apakah Sariawan Berbahaya untuk Bayi Baru Lahir?

Dikutip dari Baby Centre, bayi baru lahir dapat mengalami sariawan saat lahir atau segera sesudahnya. Sariawan sering muncul di mulut dalam beberapa minggu atau bulan pertama kehidupan. Sariawan umumnya disebabkan karena puting susu ibu yang terpapar candida, sehingga infeksinya dapat ditularkan kepada bayi. Sariawan tidak akan membahayakan kondisi Si Kecil. Meski begitu, ibu tetap harus mengobatinya agar Si Kecil merasa nyaman.

Meski umumnya ditularkan lewat puting, ibu tidak boleh menghentikan pemberian ASI eksklusif saat Si Kecil sariawan. Hindari membekukan susu setelah ibu didiagnosis terinfeksi candida di puting. ASI yang membeku tidak akan membunuh sariawan. Ibu juga perlu membuang stok ASI sebelumnya yang sudah terpapar candida. 

Lantas, Bagaimana Mengobati Sariawan dari Menyusui?

Kalau ibu telah mengetahui bahwa Si Kecil mendapat sariawan, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya dan mendapatkan obat yang telah dianjurkan dokter. Apabila penularannya didapatkan dari puting, dokter mungkin akan meresepkan krim atau gel antijamur, biasanya Miconazole, untuk mengobati infeksi.

Ibu perlu mengoleskan gel atau krim ke puting setelah setiap menyusui, atau tiga sampai empat kali sehari. Dilansir dari Baby Center, krim atau gel antijamur aman untuk bayi. Meskipun aman, ibu tidak boleh lupa untuk bersihkan krim yang terlihat sebelum menyusui Si Kecil. Selain ibu, dokter juga akan memeriksa gejala Si Kecil. Jika sariawan telah memengaruhi pantatnya, dokter juga akan meresepkan gel atau krim untuk dioleskan pada daerah yang terinfeksi.

Baca Juga: Hati-Hati, Bayi Baru Lahir Rentan Idap 5 Penyakit Ini

Jika puting ibu sangat merah dan sakit, dokter akan meresepkan krim steroid ringan untuk membantu penyembuhan. Nyeri sariawan dan gejala lainnya mereda setelah beberapa hari. Jika tidak, periksakan kembali ke dokter. Jika ibu berencana memeriksakan diri, kini ibu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan lewat aplikasi.

Perawatan Rumahan yang Wajib Dilakukan

Selain menggunakan obat yang diresepkan dokter, ibu perlu melakukan perawatan rumahan agar sariawan yang dialami Si Kecil dan infeksi pada puting ibu cepat sembuh. Pertama, ibu harus mensterilkan boneka, botol, dot, bagian pompa payudara dan benda-benda lainnya untuk menghindari infeksi ulang pada diri sendiri atau bayi. Sterilkan atau cuci dengan air panas yang sudah dicampur dengan sabun.

Baca Juga: Ini Barang Wajib untuk Bayi Baru Lahir

Jangan lupa untuk rutin mencuci tangan, terutama setelah memakai krim antijamur, mengganti popok bayi dan sebelum menyusui. Gunakan handuk terpisah untuk setiap orang dalam keluarga, dan ganti handuk ibu dan Si Kecil setiap hari. Cuci pakaian ibu dan Si Kecil pada suhu 60 derajat Celcius, untuk mematikan jamur atau keringkan di luar di bawah sinar matahari. Itulah yang bisa dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan bayi yang terkena sariawan.

Referensi :
Baby Centre. Diakses pada 2020. Breastfeeding and thrush.
Medical News Today. Diakses pada 2020. What happens when babies get oral thrush?.