• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sayang Orangtua, Ajak Lansia Olahraga Ringan Ini

Sayang Orangtua, Ajak Lansia Olahraga Ringan Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Olahraga boleh dibilang menjadi cara terampuh untuk kebugaran tubuh. Namun, tak bisa dipungkiri kalau banyak orang mengalami cedera akibat menekuni olahraga. Nah, agar olahraga tak membawa malapetaka, kita perlu memilih jenis olahraga yang tepat. Apalagi bila tubuh sudah tergerus usia, makin harus cermat ketika memilih jenis olahraga.

Ingat, usia enggak bisa dibohongi. Misalnya, manula tidak tepat melakukan olahraga jenis bergerak cepat lalu berhenti (stop and go). Lalu, seperti apa sih jenis olahraga untuk lansia yang terbilang aman dan menyehatkan?

Baca juga: 4 Jenis Penyakit yang Rentan Dialami Lansia

1. Jalan Kaki

Olahraga yang satu ini semestinya dapat menjadi satu pilihan bentuk olahraga untuk lansia. Jalan kaki bisa dilakukan dengan intensitas rendah, hingga sedang yang bermanfaat bagi tubuh. Untuk menjaga paru-paru tetap sehat, cobalah rutin melakukan olahraga ini selama 15–30 menit tiap harinya. Rutin berjalan kaki bisa meningkatkan kapasitas pernapasan dan kualitas hidup. Di samping itu, aktivitas fisik ini juga bisa membantu memberikan energi untuk tubuh dan memperkuat paru-paru. 

Agar hasilnya maksimal, kamu bisa kok meningkatkan kecepatan saat berjalan kaki. Terlebih lagi, jalan cepat menyimpan banyak manfaat bagi tubuh. Bahkan, menurut kolaborasi peneliti dari University of Sydney, Cambridge, Edinburgh, Limerick dan Ulster, mereka yang berjalan dengan kecepatan tinggi, mengalami penurunan risiko kematian hingga 53 persen. 

2. Renang

Renang merupakan olahraga low impact untuk lansia yang terbilang aman. Renang amat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan paru-paru. Olahraga ini bisa membuat seseorang jauh lebih baik dalam mengangkut dan menggunakan oksigen. Berenang mampu meningkatkan volume darah, sehingga lebih banyak oksigen yang masuk ke dalam paru-paru dan otot serta lebih efisien dalam pelepasan karbon dioksida. 

Renang memang dapat membuat paru-paru dan jantung tetap sehat. Ketika berenang, seseorang melakukan latihan pernapasan, seperti mengambil, menahan, dan mengeluarkan napas. Hal ini bisa meningkatkan efektivitas dari paru-paru, sehingga bisa bekerja lebih optimal dan sehat. 

3. Yoga

Olahraga untuk lansia lainnya yang bisa dicoba yaitu yoga. Yoga tak hanya aman bagi para lansia, tetapi juga efektif untuk menjaga kesehatan jiwa dan raga. Ajaklah orangtua untuk memulai latihan yoga. Pastikan untuk menemukan kelas dan instruktur yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Lalu, apa sih manfaat yoga? 

Berikut manfaat yoga menurut ahli di National Institutes of Health - MedlinePlus dan National Center for Complementary and Integrative.

  • Meringankan gejala menopause.

  • Meningkatkan kebugaran dan fleksibilitas.

  • Turunkan tekanan darah dan detak jantung. 

  • Membuat rileks.

  • Meningkatkan kepercayaan diri. 

  • Mengurangi stres.

  • Meningkatkan konsentrasi.

  • Meningkatkan kualitas tidur.

  • Membantu sistem pencernaan tetap terjaga.

  • Membantu mengatasi kegelisahan, sakit punggung, dan depresi.

  • Meringankan gejala menopause.

  • Membantu mengatasi gejala penyakit kronis.

  • Membantu menurunkan berat badan.

Baca juga: 5 Gerakan Yoga Tingkatkan Mood Seharian

Beda Usia, Beda Jenis Olahraganya

  • Usia 40 dan 50-an: Pilih yang Ringan

Seseorang yang berada di usia ini sebaiknya sudah tidak lagi melakukan jenis olahraga yang sifatnya kompetitif. Misalnya, sepak bola. Enggak cuma itu, hindari pula jenis olahraga yang bersifat high impact. 

Berdasarkan saran ahli sebaiknya di usia ini kamu memilih jenis olahraga, seperti jalan kaki, jogging ringan, yoga, atau tai-chi. Alasannya, olahraga seperti itu dapat menjaga fungsi tubuh dengan baik. Di samping itu, kamu juga boleh kok memilih olahraga yang menyasar sistem kardiovaskular. Jenis olahraga sesuai usia 50-an untuk kardiovaskular bisa berupa bersepeda santai, berenang, atau bersepeda statis. 

  • Usia di Atas 60 Tahun: Penurunan Fungsi Tubuh

Hmmm, seseorang yang masuk di usia ini sih perlu ekstra hati-hati dalam berolahraga. Sebab semua fungsi tubuh sudah mengalami penurunan fungsi. Oleh karena itu, tak menutup kemungkinan aktivitas fisik sederhana bisa memberikan dampak negatif bila tak dilakukan dengan cermat.

Baca juga:  4 Manfaat Tai Chi untuk Pernapasan

Hal yang perlu diingat, tak berolahraga atau bergerak pun juga berbahaya. Misalnya, malah membuat fungsi organ tubuh makin cepat menurun. Di usia ini jenis olahraga yang aman untuk dilakukan, seperti tai-chi dan yoga. Namun, syaratnya mesti memilih dengan cermat gerakan yang akan dilakukan. 

Jadi, agar olahraga tak membawa petaka, sudah seharusnya cermat dan selektif dalam memilih jenis olahraga. Pertimbangkanlah faktor usia, berat badan, kebugaran tubuh, rutin tidaknya kamu berolahraga, dan hal penting lainnya. 

Agar olahraga untuk lansia tepat sasaran dan terhindari dari berbagai risiko, kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Time. Diakses pada 2020. How Exercise Lowers the Risk of Alzheimer’s by Changing Your Brain.
Erikar Lebang. Diakses pada 2020. Mitos dan Fakta Olahraga & Yoga.
US National Library of Medicine National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020. Yoga for health
American Senior Communities. Diakses pada 2020. Swimming for Seniors.
National Institutes of Health - National Center for Complementary and Integrative Health