Sebelum atau Sesudah Olahraga, Waktu yang Tepat untuk Makan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
sebelum-atau-sesudah-olahraga-waktu-yang-tepat-untuk-makan

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu lebih suka berolahraga di pagi hari atau sore hari? Kapan pun waktu berolahraga yang kamu pilih, tentu kamu tidak ingin kelaparan saat memulai olahraga, kan? Setidaknya kamu memiliki cukup energi untuk memulai olahraga. 

Jika perut terlalu banyak terisi makanan sebelum berolahraga justru akan membuat tubuh tidak memiliki ruang untuk bernapas saat berolahraga. Jadi, lebih baik makan sebelum atau setelah berolahraga, ya? Pertanyaan klasik ini selalu muncul saat seseorang memulai olahraga. Berikut penjelasannya!

Makan Sebelum Olahraga Vs Makan Sesudah Olahraga

Sebenarnya makan saat sebelum atau sesudah olahraga tergantung pada apa yang kamu rasakan. Beberapa orang tidak dapat makan atau merasa tidak nyaman jika makan sebelum berolahraga, karena merasa mual dan tidak merasa gesit saat berolahraga. Namun, bagi sebagian orang lainnya justru membutuhkan makanan sebelum olahraga karena mereka merasa lemah dan tidak bertenaga saat berolahraga. 

Baca juga: Inilah Menu Makanan yang Tepat Sebelum Berolahraga 

Memang sebaiknya setiap orang perlu mengukur diri sendiri apakah merasa lebih baik jika makan sesuatu sebelum atau setelah berolahraga. Jika makan sebelum berolahraga dirasa lebih baik, sebaiknya makanlah 30 menit hingga dua jam sebelum berolahraga. Idealnya seseorang harus makan sekitar satu jam sebelum berolahraga. Namun, jika tidak sempat, makanlah buah pisang. 

Meningkatkan energi secara bijak dapat membantu kamu memaksimalkan olahraga dan meningkatkan kinerja olahraga. Makan camilan sehat yang memiliki kombinasi protein dan karbohidrat yang baik dapat memberi tubuh dorongan yang dibutuhkan untuk berlari, melompat, dan olahraga lainnya. 

Menentukan Jenis Makanan Sebelum Olahraga

Jenis olahraga yang dilakukan seharusnya tidak menjadi faktor penentu untuk jenis makanan apa yang sebaiknya dimakan sebelum berolahraga. Mengonsumsi semangkuk yoghurt sebelum olahraga berat tidak memiliki dampak yang lebih positif atau negatif pada tubuh dibandingkan memakannya sebelum pilates. Namun, kamu akan dapat bergerak lebih baik saat berolahraga jika makan sesuatu yang ringan dan cukup memberikan energi. 

Intinya adalah setiap orang perlu melakukan percobaan. Berhasil atau tidaknya percobaan tersebut dapat membantu mengetahui apa yang harus dan tidak boleh dimakan sebelum berolahraga. 

Baca juga: 6 Makanan yang Baik Dikonsumsi Usai Berolahraga

Sebagai pilihan, camilan terbaik sebelum olahraga adalah makanan ringan yang mudah dicerna. Sebaiknya tidak terlalu berat supaya bagian dalam tubuh kamu tidak bekerja keras untuk mencernannya. Makanan seperti pisang, roti gandum dengan sepotong keju atau mentega almond, secangkir yoghurt dengan beberapa kacang ditaburkan di atasnya, atau smoothie adalah beberapa makanan ringan terbaik untuk dimakan sebelum berolahraga. 

Smoothie mengandung protein tinggi yang sangat baik dimakan sebelum berolahraga karena mereka bukan makanan pada dan dapat dicerna dengan mudah untuk karbohidrat cepat yang digunakan sebagai energi. Kamu perlu memakan camilan sekitar 200 hingga 250 kalori, supaya tidak terlalu kenyang tetapi merasa bersemangat. Jangan lupa juga untuk minum banyak air sebelum berolahraga untuk menghindari dehidrasi.

  • Makanan Setelah Olahraga

Seperti yang diketahui, protein sangat penting untuk memperbaiki otot setelah olahraga yang berat, sementara karbohidrat membantu mengisi kembali energi yang telah digunakan. Jadi, setelah selesai olahraga, kamu sebaiknya menyiapkan camilan yang memiliki kedua zat gizi tersebut.

Baca juga: Makanan yang Boleh Dimakan Sebelum dan Setelah Olahraga 

Saat kamu memulihkan tubuh dan otot setelah berolahraga, maka diperlukan ekstra karbohidrat, protein, lemak sehat, dan antioksidan untuk memerangi stres oksidatif yang dilakukan olahraga terhadap setiap tubuh. Isilah tubuh kamu dengan makanan 15 hingga 20 menit setelah berolahraga untuk mengisi kembali glikogen otot, sehingga tubuh siap untuk melakukan kegiatan berikutnya. 

Referensi:

Prevention. Diakses pada 2019. Should You Eat Before or After Working Out?