Sebelum Lakukan Donor Sperma, Pertimbangkan 5 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Sebelum Lakukan Donor Sperma, Pertimbangkan 5 Hal Ini

Halodoc, Jakarta – Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan donor sperma. Hal ini penting agar prosedur donor bisa dilakukan dengan cara yang paling aman dan mendapatkan hasil sesuai dengan harapan. Seperti diketahui, donor sperma merupakan satu cara yang dilakukan untuk membantu pasangan lain mendapat keturunan.

Prosedur ini dilakukan dengan cara “menyumbangkan” cairan mani yang mengandung sperma kepada penerima donor. Cairan tersebut nantinya akan digunakan untuk membantu seorang wanita hamil, caranya dengan memanfaatkan proses inseminasi buatan.

Inseminasi buatan adalah satu upaya memperpendek jalan sperma, yaitu dengan memasukkan langsung sperma ke dalam leher rahim. Proses memasukkan sperma ini dilakukan saat wanita sedang berada dalam masa subur, sehingga peluang terjadinya pembuahan akan lebih tinggi.

Baca juga: Begini Proses Kehamilan dengan Donor Sperma

Di Indonesia sendiri, prosedur ini belum bisa dilakukan di semua tempat karena terbentur peraturan. Maka dari itu, salah satu persiapan bagi calon penerima dan pendonor adalah menemukan tempat yang bisa menunjang prosedur ini. Selain itu, ada 5 hal yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan oleh calon pendonor.

1. Kondisi Tubuh

Hal penting yang harus diutamakan saat akan memberi donor sperma adalah kondisi kesehatan tubuh. Untuk memastikannya, pendonor perlu melakukan pemeriksaan dasar yang bertujuan untuk mengetahui faktor risiko tertentu dan penyakit menular yang mungkin diidap calon pendonor. Jika dinyatakan bersih dan memenuhi syarat, pendonor mungkin akan disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

2. Kualitas Sperma

Sebelum melakukan donor, seseorang sebaiknya mempertimbangkan kualitas dan kesehatan cairan mani yang akan diberikan. Dengan begitu, prosedur ini akan memberi hasil sesuai harapan. Mengetahui kualitas dan kesehatan sperma bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan lanjutan setelah cek kesehatan dasar.

Baca juga: Tuai Kontroversi, Ketahui 5 Fakta Donor Sperma

Sperma yang sehat merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan prosedur ini. Ada beberapa ciri sperma yang sehat, jika dilihat dari jumlah keseluruhan, jumlah sperma harus cukup banyak untuk menyebabkan kehamilan.

Dalam tiap 1 mililiter (ml) air mani, setidaknya harus mengandung sekitar 15 juta sperma. Jika dilihat dari kemampuan bergerak, setidaknya harus ada 40 persen dari sperma dalam air mani yang mampu bergerak dengan 25 persen di antaranya harus bergerak maju dan cepat untuk mencapai sel telur.

3. Kesehatan Fisik

Selain melakukan pemeriksaan terhadap sperma, kondisi kesehatan fisik dari calon pendonor juga akan dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari tes darah dan tes urine akan dilakukan, tujuannya untuk memastikan orang tersebut bebas dari penyakit yang mungkin bisa menghambat proses pendonoran. Pendonor juga harus menjalani tes genetika untuk mengetahui ada atau tidaknya kemungkinan penyakit bawaan.

4. Usia

Usia pendonor menjadi satu hal yang penting dipertimbangkan. Untuk mendapatkan sperma terbaik, biasanya beberapa klinik penyedia layanan ini akan membatasi usia pendonor. Umumnya, sperma yang bisa didonorkan berasal dari pria yang berusia 19–40 tahun, bahkan ada beberapa tempat yang membatasi usia maksimal pendonor hingga usia 35 tahun saja.

5. Perilaku Seksual

Hindari melakukan donor sperma jika kamu merasa memiliki perilaku seksual yang kurang sehat. Sebab, hal itu bisa memperbesar risiko penularan penyakit tertentu, misalnya HIV. Riwayat penyalahgunaan obat-obatan terlarang alias narkoba juga menjadi pertimbangan dalam pemeriksaan ini.

Baca juga: 5 Alasan Donor Sperma Jadi Tren di Luar Negeri

Cari tahu lebih lanjut mengenai donor sperma dan ciri sperma sehat dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi lewat Video/Voice Call dan Chat. Sampaikan juga masalah kesehatan lain dan dapatkan rekomendasi beli obat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!