• Home
  • /
  • Sebelum Memijat Bayi, Perhatikan 9 Hal Ini

Sebelum Memijat Bayi, Perhatikan 9 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Memijat bayi,

Halodoc, Jakarta - Memijat bayi merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan guna mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Kegiatan ini akan memberikan berbagai jenis stimulasi yang bermanfaat, yaitu stimulasi taktil (sentuhan) dan stimulasi kinestetik (gerakan). Tak hanya itu, memijat bayi juga dapat memperkuat ikatan batin antara orangtua dan anak. Sebelum melakukannya, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

Baca juga: Ingin Pijat untuk Bayi, Ibu Harus Tahu Hal Ini

  • Pastikan Bayi Dalam Keadaan Sehat

Bayi yang sedang dalam kondisi sakit akan membuat mereka rewel dan tidak dapat merasakan rileks saat dipijat. Jika Si Kecil mengalaminya, lebih baik tunda pemijatan sampai kondisinya pulih.

  • Ciptakan Suasana yang Tenang

Suasana yang tenang akan memberikan bayi rasa nyaman. Dalam hal ini, ibu dapat memutar lagu-lagu yang menenangkan dan menggunakan alas pijat yang empuk dan datar. Jika perlu, pijat bayi sembari ajak mereka berbicara dan bercanda.

  • Cuci Tangan Sebelum Memijat

Mencuci tangan sangat perlu dilakukan ibu untuk memastikan kebersihannya. Cuci dengan sabun dan air yang mengalir sebelum dan setelah memijat bayi. Jangan lupa juga untuk melepas aksesoris yang dipakai agar kulit bayi tidak terkontaminasi kuman.

  • Gunakan Minyak atau Losion

Ibu dapat menggunakan baby oil, minyak kelapa, losion bayi, atau minyak telon untuk mempermudah pemijatan. Jangan lupa untuk menggunakan jenis minyak atau lotion yang beraroma menenangkan agar bayi merasakan kenyamanan.

  • Perhatikan Responsnya

Ketika bayi menangis saat pemijatan berlangsung, ibu dapat mencari tahu penyebabnya terlebih dulu. Bisa saja bayi tengah lapar, buang air besar, atau merasa tidak nyaman. Ketika hal ini terjadi, hentikan pemijatan. Jika terus dilanjutkan, kegiatan ini akan membuat bayi semakin tidak nyaman.

Baca juga: Perlu Tahu, Ini 4 Manfaat Pijat untuk Bayi

  • Tanyakan pada Dokter sebelum Memijat

Memijat dapat dilakukan ketika bayi dalam kondisi sehat dan stabil. Namun, jika bayi terlahir prematur, sebaiknya diskusikan terlebih dulu dengan dokter untuk memastikan bayi dalam keadaan baik-baik saja. 

  • Atur Durasi Pemijatan

Pemijatan secara rutin sebaiknya dilakukan guna mendapatkan manfaat yang optimal. Dalam hal ini, ibu dapat melakukan pemijatan sebanyak dua atau tiga kali sehari dengan masing-masing durasi selama 15 menit.

  • Pastikan Pemijatan Mencakup Seluruh Area Tubuh

Ibu dapat melakukan pemijatan dengan melihat panduan urutan dari kepala ke kaki agar tidak ada bagian tubuh yang terlewat. Tak perlu dilakukan secara berurutan, yang penting pemijatan mencakup seluruh area tubuh.

  • Jangan Memijat Jika Terjadi Hal Ini

Perhatikan kondisinya, jika bayi lapar atau mengantuk, hindari pemijatan. Tak hanya itu, jangan memijat bayi setelah selesai makan atau menyusu, karena akan membuatnya muntah. 

Pemijatan bayi yang tepat bukan dilihat dari waktunya, tapi dari kondisi bayi sendiri. Memijat bayi dapat dilakukan kapan saja, asalkan Si Kecil tidak dalam keadaan tidur dan dalam keadaan tenang. Dalam keadaan terjaga, bayi dapat merasakan langsung interaksi dengan ibu dan memungkinkan tubuh bayi untuk merespons pijatan dengan baik.

Baca juga: Jangan Asal Pijat Perut, Ini Bahayanya

Durasinya sendiri tidak perlu terlalu lama, yang penting efektif dilakukan. Pada bayi berusia di bawah 6 bulan, ibu dapat melakukan pemijatan selama 6-12 menit. Sedangkan untuk bayi berusia di atas 5 bulan, ibu dapat melakukan pemijatan selama 10-15 menit. Terkait dengan hal tersebut, ibu dapat melakukannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi bayi masing-masing. Selamat mencoba!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Your Guide to Baby Massage.
Baby Centre. Diakses pada 2019. Massaging Your Baby.